Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kejahatan Rekening Bansos Fiktif: Siapa yang Mampu Mengorganisasi?

Kejahatan Rekening Bansos Fiktif: Siapa yang Mampu Mengorganisasi?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Belum lama ini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengumumkan 10 juta rekening dormant yang menerima bantuan sosial (bansos). Kemudian PPATK kembali mengumumkan 571.410 data penerima bansos terindikasi terlibat pinjol, judol, bisnis narotika, dan terorisme.

Ini tentu mengagetkan kita semua. Terutama terkait dengan penerima bansos fiktif. Karena rekening penerima bansos diduga kuat tidak memiliki pemilik yang sebenarnya (fiktif) atau dormant. Tetapi lebih aneh lagi: rekening tersebut banyak yang aktif. Terjadi penarikan setelah dana bansos masuk.

Menurut PPATK, rekening-rekening tersebut hanya digunakan untuk menampung dana bansos. kemudian ditarik oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Artinya, ada pihak tertentu yang mengendalikan rekening-rekening tersebut.

Artinya, ada uang triliunan rupiah yang dikumpulkan dari jutaan rekening fiktif tersebut selama periode bansos dikucurkan. Terutama dari temuan PPATK yang menunjukkan adanya anomali data penerima bansos dari tahun ke tahun.

Pertanyaannya siapa yang mampu mengorganisir dan melakukan kejahatan dengan modus operandi sistem penerima bansos fiktif itu?

Mulai dari penyiapan rekening. Input data penerima. Penarikan atau pemindahan uang masuk, dan seterusnya? Tentu bukan perorangan. Pasti melibatkan sindikasi yang terstruktur dan sistematis. Dan yang pasti punya akses ke perbankan dan sistem input data di Kementerian.

Jika kita lihat angka yang digelontorkan APBN untuk semua jenis bantuan sosial atau perlindungan sosial, sejak tahun 2014 hingga 2024, lintas kementerian sangatlah besar. Sebagai contoh, APBN tahun 2024. Pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial (perlinsos) dalam RAPBN 2024 sebesar Rp.493,5 triliun. Angka ini meningkat 12,4% dari tahun sebelumnya.

Secara total selama 10 tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo, sejak tahun 2014 hingga 2024, belanja perlindungan sosial oleh pemerintah telah mencapai angka yang hampir menyentuh Rp4.000 triliun. Bayangkan jika sejak saat itu telah terjadi modus penyimpangan yang disengaja oleh sindikat bansos fiktif, berapa nilai kerugian negara?

Misalkan saja, mereka berhasil membajak 10 persen dari Rp.4000 triliun. Artinya uang yang dicuri mencapai Rp.400 triliun dalam 10 tahun. Per tahun Rp.40 triliun. Jika uang Rp.40 triliun setahun itu digunakan untuk memberi tambahan gaji guru honorer setiap bulan Rp.2 juta = satu tahun Rp.24 juta. Maka akan dapat membiayai 1,6 juta guru honorer dalam satu tahun.

Jadi, sekali lagi, siapa sebenarnya mereka yang mampu mengorganisir secara sistematis dan terstruktur kejahatan yang sangat jahat ini?

Apakah oknum Pejabat atau Pegawai Pemerintah, yang memiliki akses ke sistem data bansos? Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Karena mereka dapat memasukkan data fiktif, termasuk nama, nomor induk kependudukan (NIK), dan alamat palsu, ke dalam sistem.

Karena tanpa akses internal, sangatlah sulit untuk menambahkan puluhan juta data penerima fiktif tanpa terdeteksi. Oknum ini juga bisa memanfaatkan celah dalam sistem verifikasi untuk meloloskan data palsu.

Lalu apakah juga ada oknum Perbankan? Karena sindikat ini pasti memerlukan bantuan dari oknum di bank untuk membuka rekening fiktif tanpa pemilik yang sah atau dengan identitas palsu. Pembukaan rekening dalam jumlah besar dan secara tidak wajar akan menarik perhatian. Kecuali ada orang dalam di bank yang memfasilitasinya. Termasuk menyediakan akses untuk penarikan dana setelahnya.

Apakah juga melibatkan Pihak Lapangan? Yang bertugas sebagai perekrut KTP dan penarik dana. Kelompok ini bertugas di lapangan untuk menarik dana yang telah masuk ke rekening fiktif. Mereka bisa menggunakan berbagai cara. Seperti kartu ATM yang sudah disiapkan atau kerja sama dengan agen perbankan untuk pencairan. Kelompok ini bisa disebut sebagai eksekutor di ujung rantai.

Maka wajar bila ada dugaan para pelaku kejahatan penerima bansos fiktif ini adalah sindikat. Karena penerima fiktif itu dalam skala besar. Bukan puluhan atau ratusan orang, yang bisa kita sebut sebagai human error petugas input data. Tetapi ini jutaan, dan dana itu dikelola. Masuk dan kemudian ditarik. Dimana prosesnya dimulai dari birokrasi pemerintahan (data), dilanjutkan ke sektor perbankan (rekening), dan diakhiri dengan pencairan di lapangan. Keterlibatan lintas sektor ini adalah ciri khas sindikat kejahatan terorganisir.

Lazimnya pasti ada “otak” di balik operasi ini. Yang mengatur strategi. Sementara anggota lainnya menjalankan peran masing-masing. Seperti pembuat data fiktif. Pembuka rekening, dan penarik dana.

Oleh karena itu saya mendukung penuh permintaan Presiden Prabowo kepada Kepala PPATK untuk membongkar habis dan tuntas skandal penerima bansos fiktif ini. Segera setelah itu, PPATK harus menyerahkan kepada KPK RI untuk ditindaklanjuti. Karena ini kejahatan luar biasa. Selain merugikan negara, juga merugikan rakyat yang seharusnya berhak menerima.

Saya sudah pernah mengingatkan soal ini pada tahun 2022 silam. Saat saya menjabat Ketua DPD RI. Saat itu KPK menemukan 16,7 juta orang tanpa NIK yang tercatat dalam DTKS Kemensos sebagai penerima bansos. Di luar itu juga ada NIK Ganda sebanyak 1,06 juta orang. Ditambah 234 ribu orang yang meninggal, tapi masih ada di DTKS.

Sengkarut data juga saya sampaikan terkait data jumlah desa penerima dana desa. Karena ada perbedaan data antara Kemenkeu dan Kemendes. Dimana Kemenkeu menyebut ada 15 desa fiktif yang menerima dana desa. Kekacauan ini sejatinya sudah sejak dulu. Dan ini adalah celah bagi sindikat yang ingin mencuri uang APBN.

Karena itu, saya berharap program Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) yang diluncurkan Presiden Prabowo dapat segera tuntas. Untuk merapikan serta menghapus celah sindikat pencuri uang bantuan sosial ini.

Dengan data yang terpadu dan berasal dari satu basis, akan dapat digunakan oleh semua kementerian dan lembaga dalam menyalurkan program-program perlindungan sosial. Sebab, jika basis datanya saja sudah salah, maka program yang dijalankan pasti tidak akan tepat sasaran.

DTSEN juga bisa digunakan untuk menentukan kebijakan pendirian Sekolah Rakyat. Prioritas pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis. Juga untuk penajaman konsentrasi dan jenis usaha Koperasi Merah Putih, yang tentu berbeda satu daerah dengan daerah lainnya. Tentu verifikasi lapangan secara berkala tetap harus dilakukan.

Dan yang lebih penting. Ayo kita bersih-bersih. Saatnya kebocoran APBN yang disengaja kita akhiri. Menurunnya tingkat korupsi, ekuivalen dengan angka peningkatan pertumbuhan ekonomi. Bukan mustahil kita bisa menuju Indonesia yang lebih sejahtera, dengan membangun semangat kebersamaan (Prabowonomics) dan mengakhiri sifat keserakahan (Serakahnomics).

Jakarta, 14 September 2025

*Penulis adalah Anggota MPR RI/DPD RI, Ketua DPD RI ke-5.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz

    Israel Akui Incar Khamenei, Katz : . Militer Kami Telah Banyak Melakukan Pencarian

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    TEL AVIV, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah Israel secara terbuka mengakui bahwa pihaknya berencana membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selama perang udara yang berlangsung selama 12 hari antara kedua negara pada Juni 2025. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menegaskan bahwa operasi tersebut siap dilakukan, namun tidak pernah mencapai eksekusi […]

  • image 1708659269

    Harga Emas Antam Turun Setelah Rekor Sejarah

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Harga emas 24 Karat dari Logam Mulia Antam mengalami penurunan tipis pada hari ini, Rabu (18/9/2024), setelah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah kemarin. Harga emas turun sebesar Rp 4.000 per gram menjadi Rp 1.440.000 per gram. Menurut informasi dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas untuk ukuran terkecil, yaitu 0,5 gram, […]

  • Fathorrahman Fadli

    Ketika Mustasyar Memanggil

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Oleh. Fathorrahman Fadli* Pagi ini Senin (16/9) pukul 01.49 WIB, saya baru saja selesai mendengar penjelasan Gus Mus soal keributan kecil antara Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum PKB dengan Ketua Umum PBNU, K.H.Yahya Staquf atau akrab dipanggil Gus Yahya. Keributan ini, jelas Gus Mus,- KH.Mustofa Bisri- beliau sederhanakan sebagai persoalan Muhaimin dan Yahya belaka, bukan […]

  • Haris dan Fatia

    Mahkamah Agung Tolak Kasasi JPU, Fatia dan Haris Azhar Tetap Bebas

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar. Penolakan ini menguatkan putusan bebas bagi keduanya yang sebelumnya diputuskan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Informasi ini diperoleh dari situs resmi MA melalui kanal penelusuran perkara. Dalam keterangan di situs tersebut, perkara Fatia […]

  • Kepengurusan DPW Partai Ummat DIY

    Geger Internal Partai Ummat, Plt Ummat DIY : Biasa, Nanti Juga Bakalan Balik Lagi

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Konflik internal kembali mengguncang Partai Ummat. Kali ini, sejumlah pengurus wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan mundur massal sebagai bentuk protes terhadap keputusan Majelis Syuro yang kembali menunjuk Ridho Rahmadi sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Ridho diketahui merupakan menantu pendiri partai, Amien Rais. Aksi pengunduran diri itu ditandai dengan simbolik pembakaran […]

  • Anas Urbaningrum saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Senin (14/10/2024)

    Anas Urbaningrum: Overlap Politik dan Ekonomi Mengancam Demokrasi di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Anas Urbaningrum menyuarakan kekhawatirannya terkait semakin kaburnya batas antara aktor-aktor politik dan ekonomi di Indonesia, yang menurutnya memperkuat cengkeraman oligarki dalam kehidupan partai politik. Dalam sebuah diskusi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Senin (14/10/2024), Anas menyoroti bahwa keberadaan aktor-aktor ekonomi di ranah politik telah mengubah partai politik menjadi […]

expand_less