Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Humor dalam Budaya NU : Menakar Guyonan Cak Imin Soal PMII dan HMI

Humor dalam Budaya NU : Menakar Guyonan Cak Imin Soal PMII dan HMI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : M. Ibrahim S

Pidato Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam pelantikan Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), kembali mencuri perhatian. Dalam suasana yang cair dan akrab, Cak Imin melontarkan guyonan:

“Kalau ada yang tak tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII—itu HMI.”

Pernyataan itu, bila dibaca dengan kacamata sosiologis, mencerminkan gaya humor khas Nahdlatul Ulama (NU), yang sejak lama menjadi bagian integral dari budaya komunikasinya. Dalam forum formal maupun nonformal, warga NU terbiasa menyisipkan humor sebagai cara menyampaikan kritik, membangun keakraban, bahkan sebagai sarana dakwah dan moralitas sosial.

Humor dalam tradisi NU bukan sekadar hiburan. Ia bagian dari struktur sosial. Para kiai pesantren sering menggunakan humor sebagai alat teguran halus, penyejuk konflik, atau sindiran yang elegan. Clifford Geertz dalam The Religion of Java (1960) mencatat bahwa humor adalah elemen penting dalam komunikasi pesantren. Sementara Greg Fealy menilai gaya NU cenderung inklusif, komunikatif, dan cair. Berbeda dari corak formal atau rigid.

Dalam konteks itulah, guyonan Cak Imin tidak bisa dibaca sebagai bentuk permusuhan, melainkan sebagai banter kultural sindiran penuh keakraban yang bersifat simbolik. Ia adalah pengingat identitas, bukan pemecah relasi.

PMII dan HMI memang lahir dari sejarah dan ideologi yang berbeda. PMII didirikan pada 17 April 1960 berakar dari NU dan muncul sebagai respons atas ketegangan ideologis dengan HMI, yang saat itu masih terpengaruh oleh modernisme Islam ala Masyumi. HMI sendiri berdiri lebih awal, 5 Februari 1947, dan dikenal membawa semangat keislaman serta keindonesiaan, dengan tradisi kuat dalam mengisi posisi-posisi struktural dalam negara.

PMII dikenal sebagai gerakan mahasiswa yang bertumbuh dari akar rumput, fokus pada advokasi sosial dan pendampingan kaum pinggiran atau keberpihakan pada kaum mustadh’afin. Sementara HMI sering diasosiasikan dengan aktivisme yang lebih cepat masuk ke ruang-ruang elit dan birokrasi. Jadi bukan serangan ideologis.

Guyonan Cak Imin itu sebenarnya adalah stereotip ringan, biasa muncul dalam diskursus internal antar kader mahasiswa Islam. Yang mempersoalkannya, bisa jadi tidak memahami budaya komunikasi NU, di mana sindiran sering menjadi bentuk penghormatan dan ekspresi keakraban.

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tokoh NU yang juga panutan PMII, dikenal luas sebagai figur humoris yang menyindir siapa saja dari pejabat negara, kolega, bahkan diri sendiri tanpa kehilangan martabat. Humor, bagi Gus Dur dan para kiai pesantren, adalah jalan elegan untuk menyampaikan hal-hal serius dengan cara yang bersahabat.

Dalam pandangan Victor Turner, gaya humor semacam ini bisa disebut communitas, yaitu ruang simbolik yang merekatkan komunitas melalui kelakar dan tensi sosial yang cair. Humor bukan untuk menyerang, tetapi untuk mempererat dan menertawakan ketegangan sosial bersama.

Maka, jika ada yang merespons guyonan ini secara berlebihan, besar kemungkinan mereka tidak mengenal kultur pesantren dan NU. Sebab kader NU, baik di PMII maupun di HMI, paham bahwa sindiran guyonan adalah bahasa cinta bukan serangan.

Kalaupun kader HMI berlatar NU ingin membalas, tentu dengan cara serupa menyindir dengan senyuman, mengkritik dengan santai. Bukan menyerang balik secara serius. Mungkin kita semua perlu belajar dari gaya NU Garis Lucu dan Muhammadiyah Garis Lucu, dua gaya yang mampu mentertawakan diri sendiri tanpa kehilangan martabat dan kehilangan kelas.

Guyonan Cak Imin soal PMII dan HMI bukanlah bahan bakar konflik, melainkan ekspresi warisan pesantren yang penuh keakraban. Di tengah suasana sosial yang kian polar dan penuh kecurigaan, kita butuh lebih banyak tawa bersama bukan kemarahan atas guyonan.

Tapi kalau masih ada yang tersinggung juga, ya sudahlah. Mungkin memang sedang cari panggung dan perhatian (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Webinar pendidikan DPP Pengajian Al-Hidayah

    DPP Pengajian Al-Hidayah Gelar Webinar Strategi Atasi Disparitas Gender di Bidang Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengajian Al-Hidayah bersama dengan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (DPP GUPPI) menggelar Webinar Pendidikan bertajuk Strategi Mengatasi Disparitas Gender di Bidang Pendidikan untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045 secara daring pada Sabtu (28/9/24). Hadir sebagai pembicara dalam webinar ini Fasli Jalal (Ketua Umum DPP GUPPI), Amich […]

  • Ernest Prakasa

    Dirisak Buzzer, Ernest Prakasa Resmi Angkat Kaki dari Twitter!

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dunia maya mendadak heboh setelah komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa mengumumkan pamit dari platform Twitter, yang kini dikenal sebagai X. Keputusan ini sontak memicu reaksi beragam, terutama dari para buzzer dan netizen yang selama ini aktif berdiskusi (atau berdebat) dengannya di lini masa. Kabar hengkangnya Ernest pertama kali diketahui lewat unggahan Instagram […]

  • Sekjen Partai Golkar saat menyampaikan sambutan dalam sisi penutupan Muktamar Al Hidayah yang digelar di Jakarta (20-22/10/2025)

    Sekjen Golkar Ajak Peserta Muktamar Al Hidayah Perkuat Keteladanan

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, mengajak para peserta Muktamar ke-IX Pengajian Al Hidayah untuk memperkuat keteladanan sebagai fondasi utama membangun generasi berakhlak dan berdaya saing. Pesan itu disampaikan dalam sambutannya pada acara penutupan Muktamar Al Hidayah yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, 20–22 Oktober 2025. Dalam pidatonya, Sarmuji menekankan bahwa perubahan […]

  • Profil Endang Yustika, Pengusaha Muda yang Viral Usai Pernyataannya di Threads Tuai Pro-Kontra

    Profil Endang Yustika, Pengusaha Muda yang Viral Usai Pernyataannya di Threads Tuai Pro-Kontra

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jakarta – Nama Endang Yustika menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sejumlah unggahannya di platform Threads memicu perdebatan di kalangan warganet. Influencer sekaligus pengusaha muda tersebut viral setelah menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara kondisi finansial dan nilai seseorang, yang memunculkan beragam respons dari publik. Endang Yustika dikenal sebagai entrepreneur yang membangun bisnis di bidang […]

  • Jubir KPK, Tessa Mahardhika Sugiharto

    Tegas! KPK : Penggeledahan Rumah Hasto Kristiyanto Bukan Pengalihan Isu

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis tudingan bahwa penggeledahan rumah pribadi Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dilakukan sebagai upaya pengalihan isu dari topik panas lainnya. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Selasa (7/1/2025) kemarin. “Pihak yang merasa bahwa kegiatan ini adalah pengalihan isu untuk […]

  • Pengamat Politik dan Militer, Selamat Ginting

    “Bubarkan Saja Fakultas Hukum!” Selamat Ginting Kritik Polisi di Jabatan Sipil

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengamat politik dan militer, Selamat Ginting, melontarkan kritik keras terhadap maraknya perwira polisi aktif yang menempati jabatan sipil di berbagai lembaga negara. Ia menyebut pengangkatan Irjen Pol Muhammad Iqbal menjadi Sekjen DPD RI sebagai pelanggaran hukum dan sinyal bahaya menguatnya dominasi institusi kepolisian dalam urusan sipil. “Ini sudah melanggar dua undang-undang! Undang-undang […]

expand_less