Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » DPP Pengajian Al-Hidayah Gelar Webinar Strategi Atasi Disparitas Gender di Bidang Pendidikan

DPP Pengajian Al-Hidayah Gelar Webinar Strategi Atasi Disparitas Gender di Bidang Pendidikan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengajian Al-Hidayah bersama dengan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (DPP GUPPI) menggelar Webinar Pendidikan bertajuk Strategi Mengatasi Disparitas Gender di Bidang Pendidikan untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045 secara daring pada Sabtu (28/9/24).

Hadir sebagai pembicara dalam webinar ini Fasli Jalal (Ketua Umum DPP GUPPI), Amich Alhumami (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas) dan Iin Kandedes (Sekjen DPP Pengajian Al-Hidayah) dan dimoderatori oleh Dr. (c) Marnarita Yarsi. Seminar ini membahas tantangan dan peluang dalam mencapai kesetaraan gender, serta peran pendidikan dalam pemberdayaan perempuan.

Ketua Panitia Webinar Pendidikan ini, Endah Cahya Immawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan secara daring melalui zoom dan disiarkan secara langsung via youtube yang diikuti oleh 637 peserta yang berasal dari seluruh komponen Pengajian Al Hidayah dari Pusat sampai Kabupaten/Kota, Pengurus dan Anggota GUPPI, Seluruh organsiasi anggota KOWANI, seluruh organisasi anggota BMIWI, dan segenap Civitas Akademika Kampus dari sabang sampai merauke.

“Harapan dari Webinar ini, seluruh komponen khususnya perempuan dapat berkolaborasi mendorong peningkatan kualitas, partisipasi, akses, kontrol dan manfaat pembangunan terhadap perempuan sehingga terwujud keadilan dan kesetaraan gender di dalam bidang pendidikan pada khususnya dan semua sektor pada umumnya,”ujar Endah.

Sebagai pembicara pertama, Iin Kandedes memaparkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia saat ini sedang berada di puncak demografi, di mana Generasi Z mendominasi dengan 27,94% dari total penduduk. Angka ini memberikan peluang besar bagi ekonomi dan pembangunan bangsa, terutama karena Indonesia memiliki populasi usia produktif terbesar di Asia, dengan sekitar 191 juta jiwa atau 70,72%.

“Namun, dalam peta SDM ini, keterlibatan perempuan masih belum sepenuhnya setara dengan laki-laki,”ungkap Iin.

Iin juga menyoroti indicator ketimpangan pada tingkat partisipasi angkatan kerja di mana perempuan hanya berkontribusi sebesar 53,41% dibandingkan laki-laki yang mencapai 83%.

“Hal ini menunjukkan masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai kesetaraan gender yang ideal di Indonesia,”kata Iin.

Sementara itu, Fasli Jalal menyoroti pentingnya model kepemimpinan setara di sekolah-sekolah. Menurutnya, model kepemimpinan yang setara di sekolah, dapat membuat siswa melihat bahwa menjadi pemimpin tidak terbatas pada jenis kelamin tertentu. Laki-laki dan perempuan sama-sama bisa menjadi pemimpin.

“Ini sangat penting dalam membentuk pandangan murid-murid tentang kesetaraan gender,”ujarnya.

Fasli Jalal juga menerangkan, dalam sektor pekerjaan, perbedaan gender masih terlihat jelas, terutama di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Hanya separuh, atau bahkan kurang dari separuh perempuan yang bekerja di bidang ini dibandingkan laki-laki. Ini menunjukkan, katanya, perempuan perlu diberikan beasiswa dan dukungan untuk mendorongnya agar tertarik dan berpartisipasi di bidang STEM.

“Dengan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan big data, bidang ini akan semakin penting, dan kita membutuhkan lebih banyak perempuan yang ahli dalam bidang ini,”ungkapnya.

Adapun Amich Alhumami menyoroti capaian pendidikan antara anak laki-laki dan perempuan. Secara umum,katanya, capaian pendidikan mereka hampir sama di semua jenjang, tetapi di tingkat menengah dan tinggi, anak perempuan mulai melampaui anak laki-laki.

“Namun, di tingkat menengah, terdapat perbedaan dalam penyelesaian pendidikan. Hanya 37% anak perempuan yang menyelesaikan pendidikan, sementara angka untuk anak laki-laki mencapai 42%. Perbedaan ini dipengaruhi oleh persepsi keluarga terkait ekonomi. Banyak keluarga yang memilih anak perempuan untuk berhenti sekolah demi membantu orang tua mencari nafkah, terutama karena beasiswa tidak selalu tersedia untuk semua anak,”ujar Amich.

Meskipun partisipasi perempuan di pendidikan tinggi lebih tinggi, tambah Amich, ketika mereka masuk ke pasar kerja, terutama di sektor formal, terjadi ketertinggalan. Amich menyebut faktor keluarga, kebijakan publik, serta fasilitas yang tersedia bagi pekerja perempuan menjadi alasan utama ketertinggalan ini.

“Diperlukan kebijakan publik yang mendukung perempuan untuk tetap berkarir di sektor profesional, termasuk menyediakan fasilitas yang memungkinkan mereka menjalankan peran ganda, baik di rumah maupun di tempat kerja. Intervensi kebijakan yang mendorong lembaga pemerintah dan swasta untuk memberikan fasilitas ini sangat dibutuhkan,”ujar Amich.

Di akhir seminar, Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian menggarisbawahi peran pendidikan dalam memberdayakan perempuan. Ia mengajak semua peserta webinar untuk aktif mendukung pendidikan perempuan sebagai kunci kemajuan bangsa. Hetifah menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pemberdayaan yang lebih luas, dan mendorong semua pihak untuk berkolaborasi dalam menciptakan kebijakan yang mendukung perempuan, termasuk dalam akses beasiswa.

“Webinar ini menjadi sumber inspirasi dan amunisi bagi kita untuk memperdalam pemahaman bahwa pendidikan bagi perempuan adalah kunci kemajuan bangsa. Jika perempuan maju, maka bangsa juga akan maju,”kata Hetifah.

Hetifah juga menyoroti salah satu isu penting dalam dunia pendidikan, yakni terkait dengan pemberian beasiswa. Menurutnya, saat ini ada batasan usia 35 tahun untuk perempuan yang ingin mendapatkan beasiswa. Padahal, banyak perempuan yang harus mengurus keluarga terlebih dahulu dan baru bisa melanjutkan pendidikan setelah berusia di atas 40 tahun.
“Batasan usia seperti ini harus menjadi perhatian, karena bisa menghalangi akses pendidikan bagi perempuan yang ingin kembali belajar di usia yang lebih matang,”pungkas Hetifah (RED)

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Tegaskan Tak Akan Naikkan Tarif Pajak

    Pemerintah Tegaskan Tak Akan Naikkan Tarif Pajak

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menaikkan tarif pajak dalam jangka menengah. Sebagai gantinya, pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan negara melalui strategi perluasan basis perpajakan agar potensi penerimaan dapat meningkat tanpa membebani masyarakat dengan tarif yang lebih tinggi. Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-25 Masa Persidangan V di Jakarta, Selasa, […]

  • Bintang Puspayoga

    Bintang Puspayoga Ajak KPPI Perkuat Sinergi Politik Perempuan

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, mendorong penguatan sinergi lintas organisasi untuk memperbesar peran perempuan dalam politik nasional. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di Kantor DPP PDI Perjuangan, Rabu (30/10). Dalam pertemuan tersebut, Bintang menegaskan bahwa perjuangan meningkatkan keterwakilan perempuan tidak dapat […]

  • Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

    Bahlil Pernah Busung Lapar, Kini Dukung Program Prabowo

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah mengalami busung lapar saat kuliah, sebagai alasan kuat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara syukuran HUT ke-61 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/10/2025), Bahlil menilai MBG sebagai program kemanusiaan yang menyentuh […]

  • Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid (kiri)

    BPOM Didorong Pindah ke Bondowoso, Pemkab Siap Fasilitasi

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat perlindungan konsumen dengan mengajukan usulan pemindahan kantor Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dari Jember ke Bondowoso. Bupati Abdul Hamid Wahid atau yang akrab disapa Ra Hamid menyatakan kesiapan daerah untuk menyediakan lahan demi mendukung kehadiran institusi pengawas tersebut. Menurut Ra Hamid, kehadiran BPOM […]

  • Bamsoet dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Borobudur, Jakarta, Selasa (19/11/2024) kemarin.

    Dorong Revisi Aturan Senjata Api, Bamsoet Tekankan Kepastian Hukum

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Borobudur, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyoroti perlunya revisi Undang-Undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951 yang mengatur kepemilikan senjata api. Menurutnya, regulasi ini sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman, sehingga diperlukan pembaruan yang lebih spesifik dan modern. “Perubahan Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun […]

  • Jokowi saat menemui Forsa IKN di Solo.

    Forsa IKN Kawal Pembangunan Nusantara, Jokowi Dukung Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, menerima kunjungan Forum Bersama Ibu Kota Nusantara (Forsa IKN) di kediamannya di Solo. Pertemuan ini diadakan pada 28 Oktober 2024, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, sebagai simbol komitmen bersama untuk mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depan. Ketua Umum Forsa IKN, Ariasa Hadibroto Supit, menyampaikan bahwa […]

expand_less