Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Beras di Bulog : Impor atau Hasil Petani Indonesia ?

Beras di Bulog : Impor atau Hasil Petani Indonesia ?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Henriono*

Pertanian Indonesia selalu mengalami pasang surut dalam produksi hasil panen gabah yang dikonversi menjadi beras. Sehingga hampir setiap tahun pemerintah membuat kebijakan impor beras untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada tahun 2022 – 2024 sebagai berikut: Tahun 2022, hasil panen 31,54 juta ton Beras. Sementara Tahun 2023, hasil panen 31,10 juta ton Beras. Untuk tahun 2024, hasil panen 30,62 juta ton Beras.

Berdasarkan data BPS tersebut, impor beras Indonesia sebanyak 429 ribu ton tahun 2022 dan meningkat drastis sebanyak 3,06 juta ton tahun 2023 dengan perkiraan anggaran mencapai 24,48 Triliun – 29,07 Triliun pada tahun 2023. Serta mencapai 4,52 juta ton dengan perkiraan anggaran mencapai 36,16 Triliun – 42,94 Triliun pada tahun 2024 dimana peningkatan tersebut yang tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Selama dua tahun, total impor beras Indonesia mencapai 7,58 juta ton dengan perkiraan anggaran 60,64 Triliun – 72,01 triliun dengan rasio 8.000-9.500 per-kilogram. Hal ini terjadi karena dua faktor besar.

Pertama, Fenomena El Nino dan La Nina yang melanda dunia termasuk Indonesia ikut merasakan dampaknya. Kedua, faktor politik dimana setahun menjelang Pemilu akan terjadi peningkatan impor beras. Seperti impor beras Indonesia mencapai 2,25 juta ton pada tahun 2018 dan 3,06 juta ton Pada tahun 2023.

Pada tahun 2022, impor beras Indonesia mencapai 429 ribu ton, dan terus mengalami penambahan volume karena produksi beras mengalami penurunan sebanyak 440 ribu ton dari tahun 2022 ke tahun 2023. Kejadian ini adalah efek fenomena El-Nino yang mengakibatkan kekeringan lahan di berbagai wilayah di Indonesia Sehingga membutuhkan tambahan impor beras sebanyak 429 ribu + 440 ribu ton = 869 ribu ton pada tahun 2023.

Akan tetapi, Impor beras Indonesia justru mencapai 3,06 juta ton. Berdasarkan uraian data BPS, terdapat potensi sisa beras impor sebanyak 3,06 Juta – 869 = 2,19 juta ton di Bulog pada akhir Tahun 2023.

Pada tahun 2024, fenomena La Nina dengan curah hujan sangat tinggi dan terjadi banjir di banyak daerah yang berdampak pada produksi beras kembali mengalami penurunan sebanyak 480 ribu ton sehingga untuk menutupi kekurangan tersebut, Indonesia membutuhkan impor beras sebanyak 429 ribu + 440 ribu + 480 ribu = 1,349 juta ton pada tahun 2024.

Tapi kenyataannya, malah impor beras mencapai 4,52 ton pada tahun 2024. dimana potensi sisa beras impor sebanyak 4,52 juta ton – 1,35 juta ton = 3,17 juta ton di Bulog pada akhir tahun 2024.

Jadi, Potensi sisa beras impor Indonesia dapat mencapai  antara 3,17 juta ton – 5,36 Juta ton di Bulog pada awal tahun 2025. Hal ini patut dicermati secara mendalam dan objektif, karena kurangnya keterangan yang jelas tentang penggunaan totalitas beras impor Indonesia pada tahun 2023 dan 2024.

Dimana didalamnya terkait penggunaan uang negara , bukan 500 juta atau 5 Milyar, melainkan puluhan triliun. Hal ini penting dijadikan pengalaman agar dalam membuat kebijakan memiliki indikator yang jelas sehingga program yang dibuat terukur dan tepat sasaran.

Tapi disisi lain, hanya dalam waktu kurang lebih 4 bulan lamanya, terjadi perubahan yang signifikan dari impor beras yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia menjadi produsen beras sejak Indonesia merdeka.

Hal ini berdasarkan penyampaian Menteri Pertanian RI, dan Kepala Badan Pangan Nasional, serta Wakil Menteri Pertanian RI bahwa Produksi beras Indonesia mengalami surplus lebih 3 juta ton, bahkan ditegaskan telah mencapai 3,7 juta ton pada bulan Mei 2025. j

Jika pernyataan tersebut benar, maka capaian itu melampaui swasembada pangan 3 juta Ton pada era Jendral Soeharto, Presiden Republik Indonesia yang ke – 2. Ironisnya, Presiden RI memberikan ruang untuk ekspor beras karena berpandangan Indonesia sudah swasembada beras berdasarkan Informasi yang diterimanya.

Akan tetapi, Menteri Pertanian RI dan Kepala Badan Pangan Nasional terkesan menolak secara tidak langsung dengan alasan butuh produksi yang lebih banyak agar dapat memastikan cadangan beras. Padahal, yakin bahwa produksi beras Indonesia tertinggi semenjak Indonesia merdeka.

Beda halnya dengan Wakil Menteri Pertanian RI. Agak berbeda tapi terkesan sangat hati hati. Hal ini dapat disadari dengan memberikan ruang potensi eskpor 2000 ton beras ke Malaysia. Perbedaan yang mencolok dengan Impor Beras 4,52 juta ton. Tidak hanya itu, penyaluran beras bantuan Sosial (BANSOS) 10 kilogram pun terkesan ditahan tahan Sejak awal tahun 2025 sampai sekarang. Ada apa sebenarnya dengan beras di Bulog ?

Dari dinamika impor beras Indonesia dan produksi beras Petani Indonesia, mengantarkan kita pada perenungan yang mendalam bahwa ada dua kemungkinan tentang beras yang ada di Bulog saat ini.

Pertama, Beras di Bulog adalah hasil Panen petani Indonesia. Kedua, Beras di Bulog adalah sisa beras impor akhir tahun 2023 dan akhir tahun 2024.

Olehnya itu, mari kita doakan semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan serta petunjuk kepada Bapak Presiden RI, H. Brabowo Subianto beserta kabinetnya agar dapat membuat kebijakan dengan program yang tepat, demi loncatan kemajuan Merah Putih. Yakni peningkatan kesejahteraan bagi seluruh lapisan Rakyat Indonesia.

*Penulis adalah Presiden Generasi Intelektual Indonesia – GIe)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putra Bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, saat berkunjung ke KPK dalam rangka klarifikasi isu jet pribadi pada Selasa (17/9/24). Sumner foto : istimewa.

    Kunjungi KPK, Kaesang Klarifikasi Isu Jet Pribadi

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID –  Putra bungsu Presiden Joko Widodo sekaligus Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melakukan kunjungan mendadak ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (17/9). Kunjungannya ini menarik perhatian publik, terutama setelah beredarnya isu penggunaan jet pribadi yang menimbulkan kontroversi di media sosial. Dalam keterangannya yang disampaikan melalui juru bicara, Kaesang […]

  • Seminar Nasional MN Kahmi

    Mahfud MD di Seminar KAHMI : Demokrasi tanpa Konstitusi dan Hukum, Bisa Menjadi Liar

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Nasional KAHMI di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (9/10), Prof. Dr. Mahfud MD, Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI, menegaskan bahwa tidak ada Keputusan Presiden (Keppres) yang berisi permintaan maaf kepada PKI. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya yang bertajuk “Rekonstruksi Kehidupan Demokrasi, Politik, Hukum, dan Keadilan […]

  • Hamid Basyaib (Voicers)

    Pendeta Kecil Menegur Presiden Besar Trump

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh : Hamid Basyaib* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – USKUP Episkopal Washington, Pendeta Mariann Edgar Budde, secara terbuka menegur Presiden Donald Trump hari ini dalam sebuah kebaktian di Katedral Nasional di Washington, DC. Sehari sebelumnya Trump dengan lantang berpidato dengan nada bernada anti-imigran, anti-asing — konsisten dengan teriakan perangnya sejak presidensinya yang pertama. “Kita semua pernah menjadi […]

  • Proses Akademis Bahlil Lahadalia Sesuai Aturan dan Mekanisme Perguruan Tinggi

    Proses Akademis Bahlil Lahadalia Sesuai Aturan dan Mekanisme Perguruan Tinggi

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta— Prof. Dr. Iswandi Syahputra, Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Yogyakarta, menanggapi isu seputar gelar Doktor yang diperoleh Bahlil Lahadalia dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI). Menurut Prof. Iswandi, gelar tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang menekankan prinsip pendidikan seumur […]

  • Prof. Siti Zuhro

    Siti Zuhro Minta UICI Perkuat Peran Digitalisasi Pendidikan Nasional

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) didorong untuk memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan digital nasional. Dorongan tersebut disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI (MPTK), Prof. Dr. Siti Zuhro, M.A., dalam acara pelantikan Rektor UICI periode 2025–2029 di Gedung Rektorat UICI, Rabu (12/11/2025). Prof. Siti menilai UICI memiliki posisi strategis sebagai universitas digital yang […]

  • Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq

    Ranny Fahd Dukung Penghapusan Rujukan BPJS Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penghapusan sistem rujukan BPJS Kesehatan. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, sederhana, dan ramah bagi masyarakat. Menurut Ranny, penghapusan sistem rujukan merupakan terobosan progresif pemerintah bersama Komisi IX […]

expand_less