Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Kontroversi Promosi Doktor Bahlil Lahadalia, Teguh Dartanto: Jernihkan Perspektif, Jangan Terjebak Kebencian

Kontroversi Promosi Doktor Bahlil Lahadalia, Teguh Dartanto: Jernihkan Perspektif, Jangan Terjebak Kebencian

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Promosi doktor Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di Universitas Indonesia (UI) menimbulkan kegaduhan luar biasa di kalangan masyarakat. Banyak pihak meragukan proses akademik yang ditempuh Bahlil, khususnya terkait kualitas disertasi dan durasi studi yang relatif singkat. Menanggapi hal ini, Dr. Teguh Dartanto, co-promotor Bahlil, memberikan klarifikasi mengenai polemik yang terjadi dan memaparkan fakta yang jarang diketahui publik.

“Ketidaksukaan terhadap sosok Bahlil membuat kita lupa adab dan logika, sehingga dengan mudah menghakimi Universitas Indonesia serta orang-orang yang terlibat dalam proses doktor Bahlil,” ujar Teguh Dartanto (TD), yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI pada Radiant Voice, Minggu (20/10/2024).

Teguh mengaku memilih untuk diam pada hari-hari awal kehebohan tersebut, karena ia menganggap perdebatan terkait kualitas disertasi dan kewajaran waktu tempuh studi memang merupakan hal yang bisa diperdebatkan. Namun, ia akhirnya merasa perlu untuk meluruskan berbagai tudingan yang muncul di media sosial dan ruang publik.

Salah satu kritik yang paling banyak disorot adalah mengenai dugaan plagiarisme dan ketidakwajaran masa studi Bahlil yang hanya empat semester. Menurut Teguh, tuduhan ini didasarkan pada asumsi-asumsi yang keliru dan informasi yang tidak akurat. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Rektor UI, masa studi doktoral memang bisa ditempuh minimal dalam empat semester, dan Bahlil memenuhi syarat tersebut.

“Bahlil lulus program Magister Ilmu Ekonomi di Universitas Cenderawasih pada 2009. Saya sudah melihat ijazahnya yang terdaftar di sistem SKSG UI,” tambahnya, merujuk pada verifikasi administrasi yang dilakukan sebelum Bahlil diterima di program doktor UI.

Selain itu, Teguh menjelaskan bahwa motivasi Bahlil untuk melanjutkan studi doktoral sangat relevan dengan pekerjaannya sebagai Menteri Investasi, khususnya terkait kebijakan hilirisasi nikel yang sedang dijalankan oleh pemerintah. “Bahlil ingin tahu apakah kebijakan tersebut secara akademik benar dan apa yang bisa diperbaiki. Ini adalah penelitian yang memiliki dampak langsung terhadap kebijakan publik,” ujar Teguh.

Dalam penjelasannya, Teguh juga membantah tudingan bahwa dirinya memiliki konflik kepentingan karena pernah bekerja sama dengan Kementerian Investasi.

“Saya bukan staf ahli atau staf khusus, melainkan narasumber yang diundang untuk memberikan saran terkait ekonomi dan investasi,” tegasnya.

Teguh memaparkan proses panjang yang harus dilalui Bahlil, mulai dari diskusi metodologi hingga pengumpulan data di lapangan. Menurutnya, Bahlil secara langsung terjun ke lokasi penelitian di Morowali dan Weda Bay, dua kawasan penting dalam kebijakan hilirisasi nikel. Selain itu, Bahlil juga melakukan wawancara dengan pakar kebijakan industrialisasi dari berbagai negara seperti Ha-Joon Chang (SOAS University of London), Justin Lin (Peking University), dan Dani Rodrik (Harvard University).

“Turun ke lapangan memberikan perspektif yang lebih luas bagi Bahlil, terutama terkait dampak negatif hilirisasi di bidang sosial, kesehatan, dan lingkungan. Ini adalah penelitian yang berusaha melihat kebijakan dari berbagai sudut pandang, bukan hanya dari kacamata ekonomi,” jelas Teguh.

Polemik terkait publikasi jurnal juga tidak lepas dari perhatian publik. Beberapa jurnal yang dikirim oleh Bahlil dinyatakan sebagai jurnal predator atau discontinued. Teguh mengakui bahwa hal ini terjadi karena ketidaktahuan, namun ia menegaskan bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan sejak awal tahun 2024.

“Bahlil tidak menggunakan jurnal-jurnal tersebut sebagai syarat kelulusan. Ia harus mencari jurnal lain yang memenuhi syarat internasional dan nasional,” ujar Teguh.

Dalam kaitannya dengan dugaan plagiarisme, Teguh menepis keras tuduhan tersebut. “Turnitin menunjukkan kemiripan disertasi Bahlil hanya 4% hingga 8%. Kesalahan fatal terjadi ketika pengecekan plagiarisme dilakukan dengan sistem yang memasukkan dokumen yang sama, sehingga muncul angka 95%,” jelas Teguh.

Ia juga menekankan bahwa komposisi tim promotor Bahlil, yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, memastikan kualitas disertasi yang sesuai dengan standar akademik.

“Prof. Didik Rachbini dari Universitas Paramadina, Prof. Arif Satria dari IPB University, dan Prof. Kozuke Mizuno dari Kyoto University adalah penguji eksternal yang kredibel dan tidak bisa dibeli untuk meluluskan disertasi sembarangan,” kata Teguh.

Menutup klarifikasinya, Teguh mengajak masyarakat untuk bersikap objektif dan tidak terjebak dalam kebencian. Ia mengutip QS Al-Ma’idah ayat 8, “Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.”

“Semoga dengan penjelasan ini, kita semua bisa melihat permasalahan secara lebih jernih, tidak tercampur oleh prasangka dan hoaks,” tutupnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salah satu adegan dalam film Roman Empire

    Review Film Roman Empire: Kekuasaan, Pengkhianatan, dan Kejatuhan dalam Balutan Sejarah

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Roman Empire, serial dokumenter-dramatis yang diproduksi oleh Netflix, menawarkan perspektif unik dalam menggambarkan kisah-kisah kekaisaran Romawi yang penuh intrik. Serial ini menggabungkan narasi historis dengan drama aksi langsung, memberikan pengalaman yang tidak hanya informatif tetapi juga menghibur. Dengan alur yang berfokus pada tokoh-tokoh penting dalam sejarah Romawi, seperti Commodus, Julius Caesar, dan […]

  • Pastikan Semua Anak Bersekolah, Nilam Dorong Skema Pendanaan Afirmatif

    Pastikan Semua Anak Bersekolah, Nilam Dorong Skema Pendanaan Afirmatif

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Riau – Anggota Panja RUU Sisdiknas DPR RI, Nilam Sari Lawira (NSL), mendorong agar kebijakan wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan pra-SD, didukung oleh kebijakan pendanaan yang kuat dan berkeadilan. “Keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh aturan dalam undang-undang, tetapi juga oleh kesiapan daerah dalam menyediakan layanan PAUD, guru, sarana-prasarana, serta dukungan […]

  • Ketua PBNU Gus Fahrur Rozi

    PBNU Tekankan Pentingnya Penindakan Tegas Terhadap Judi Online

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyoroti pentingnya penindakan tegas terhadap judi online, menyusul terungkapnya kasus yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur memuji kepolisian yang berhasil menangkap sejumlah tersangka terkait kasus tersebut. “Kita apresiasi kinerja aparat kepolisian yang telah bekerja keras dan berhasil […]

  • Peneliti LSI, Djayadi Hanan

    Baru Turun Takhta, Elektabilitas Jokowi Langsung Anjlok Drastis!

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Nasib politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasca-lengser kian menjadi sorotan. Setelah dikabarkan menjauh dari PDIP dan santer digosipkan akan bergabung dengan Golkar, kini nama Jokowi justru ramai dikaitkan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Namun, benarkah kehadiran Jokowi mampu mendongkrak pamor PSI? Peneliti senior […]

  • Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, pertemuan dengan Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi

    Transmigrasi Bangun Desa, Bupati Tanjab Timur Minta Dukungan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TANJAB TIMUR, CUPLIKAN.CO.ID – Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, memanfaatkan kunjungan kerja Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi untuk menyampaikan berbagai kebutuhan strategis daerahnya, termasuk penguatan kawasan transmigrasi yang selama ini telah berkontribusi besar bagi pembangunan lokal. Berbicara di hadapan Wamen Viva, Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Bupati Muslimin Tanja, dan jajaran […]

  • Bahlil Lahadalia, Sari Yuliati dan Sarmuji beserta jajaran pengurus DPP Partai Golkar dalam acara Senam Partai di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Sabtu (16/11) menyambut HUT ke-60 Partai Golkar.

    Golkar Siap Sambut Jokowi, Jendela Sampai Pagar Dibuka!

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan sinyal terbuka bagi siapa pun tokoh nasional yang ingin bergabung ke partai berlambang pohon beringin itu, termasuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan ini muncul menanggapi hangatnya isu keterlibatan Jokowi dalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang belakangan santer dikaitkan dengannya sebagai calon ketua […]

expand_less