Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar Daerah » 13 Ribu Pecalang Bali Siap Usir Preman Berkedok Ormas!

13 Ribu Pecalang Bali Siap Usir Preman Berkedok Ormas!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID – Sebanyak 13 ribu pecalang dari 1.500 desa adat di seluruh Bali secara tegas menyatakan penolakan terhadap aksi premanisme yang berkedok organisasi masyarakat (ormas). Pernyataan sikap ini dideklarasikan dalam acara Gelar Agung Pecalang yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Sabtu (17/5).

Deklarasi ini menjadi peringatan keras bagi kelompok-kelompok yang menggunakan identitas ormas untuk melakukan intimidasi, kekerasan, dan tindakan anarkis di tengah masyarakat Bali.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa pecalang adalah benteng adat Bali yang sudah eksis sejak zaman leluhur dan bertugas menjaga ketertiban sosial dan budaya secara turun-temurun.

“Pecalang Bali menolak kriminalisme, premanisme, dan sikap anarkis yang dilakukan preman berbaju ormas,” ujar Sukahet di hadapan ribuan pecalang.

Tiga poin penting dibacakan dalam deklarasi itu, antara lain penolakan terhadap ormas berkedok keamanan yang justru menimbulkan keresahan masyarakat, dukungan penuh terhadap TNI-Polri untuk menjaga ketertiban di Bali, serta komitmen mendukung sistem keamanan terpadu berbasis desa adat atau Sipandu Beradat.

Para pecalang juga menyatakan dukungan terhadap Bankamda (Bantuan Keamanan Desa Adat), sebagai bentuk perkuatan internal keamanan desa yang sudah berjalan secara tradisional dan efektif.

Menurut Sukahet, Bali tidak memerlukan pihak luar untuk menjaga keamanan karena sistem tradisional dan sinergi dengan TNI-Polri sudah sangat memadai. “Kami ingin Bali tetap damai, aman, dan terjaga dari infiltrasi kekuatan yang ingin merusak tatanan adat,” tegasnya.

Deklarasi tersebut juga menjadi respons atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ormas-ormas yang mulai menunjukkan indikasi kekerasan dan premanisme.

Sukahet menegaskan bahwa keamanan Bali adalah tanggung jawab bersama, tapi tidak boleh dikotori oleh pihak yang menyalahgunakan nama ormas.

“Pecalang bukan hanya simbol budaya, tapi pelindung nyata masyarakat adat. Mereka berperan strategis menjaga stabilitas sosial di desa-desa,” tambahnya.

Ia juga meminta perhatian lebih dari pemerintah provinsi terhadap kesejahteraan pecalang, termasuk insentif dan pelatihan berkelanjutan.

“Saya berharap pemimpin Bali hari ini memperhatikan eksistensi dan dedikasi pecalang,” pungkasnya.

Deklarasi ini pun mendapat sambutan hangat dari berbagai tokoh masyarakat adat, yang menilai bahwa ketegasan para pecalang adalah bentuk nyata perlawanan terhadap degradasi nilai-nilai budaya dan keamanan Bali (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intervensi Senyap dan Ujian Independensi Bank Indonesia

    Intervensi Senyap dan Ujian Independensi Bank Indonesia

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA, BERITANEGERI.ID – Oleh: Rakhmat Djabar Pemisahan kebijakan fiskal dan moneter bukan sekedar soal pembagian kewenangan administratif. Ia adalah mekanisme pengaman untuk memastikan stabilitas ekonomi tidak dikorbankan oleh kepentingan politik jangka pendek. Di banyak negara, termasuk Indonesia pascareformasi, prinsip ini diterjemahkan melalui keberadaan bank sentral yang independen. Pemerintah, melalui kebijakan fiskal, mengelola anggaran, pajak, dan […]

  • Aksi protes Gen Z Nepal

    Larangan Media Sosial di Nepal Bongkar Rapuhnya Fondasi Ekonomi Gig

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Oleh : Venus Upadhayaya* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ekonomi gig global mempekerjakan hampir 200 juta orang melalui perusahaan berbasis platform digital seperti Uber, Food Panda, Zomato, Oyo, dan lainnya. Penting juga dicatat bahwa sebagian besar pekerjaan gig berlangsung diam-diam di media sosial seperti WhatsApp, WeChat, dan Facebook. Di sinilah ekonomi gig kerap terkait dengan gejolak publik […]

  • Ilustrasi 13 pulau

    Sengketa 13 Pulau Picu Polemik Antar Dua Kabupaten di Jatim

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Perselisihan batas wilayah kembali mencuat, kali ini terjadi antara Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Sebanyak 13 pulau kecil di perairan selatan Jawa Timur kini menjadi objek perebutan administratif antara dua daerah tersebut. Pulau-pulau tersebut antara lain Pulau Anak Tamengan, Anakan, Boyolangu, Jewuwur, Karangpegat, Solimo, Solimo Kulon, Solimo Lor, Solimo Tengah, […]

  • Nur Iswan, Senior Advisor INDOPOL (Politics, Policy and Business Research)

    Belajar Kepada Pagar

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Oleh: Nur Iswan* JAKARTA, RADIANYTVOICE.ID – Ketika sudah tiba waktunya, tak seorang pun bisa menghadangnya. Tak ada pihak manapun bisa menghalaunya. Tidak bisa. Setidaknya, skenario yang telah disusun dengan rapih harus berubah. Disesuaikan dan dirancang ulang. Setelah kita “dipaksa” belajar kepada pedagang es teh. Kita semua dikejutkan dan disadarkan untuk belajar kepada Pagar. Tepatnya kepada […]

  • Talk Show & Stand Up Comedy bertajuk "Membangun Sumber Daya Manusia dan Kependudukan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045" di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, pada Kamis (15/5/2025)

    175 Kupon Ludes! Talk Show Golkar Dibanjiri Anak Muda

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Acara Talk Show & Stand Up Comedy bertajuk “Membangun Sumber Daya Manusia dan Kependudukan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045” sukses digelar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, pada Kamis (15/5/2025). Acara ini dipelopori oleh Bidang Kebijakan Kependudukan dan Sumber Daya Manusia DPP Partai Golkar sebagai bentuk konsolidasi internal sekaligus upaya menyapa generasi […]

  • Duta Besar Iran untuk Kantor PBB, Reza Najafi

    Iran Nyatakan Kerja Sama dengan IAEA Tak Lagi Relevan

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam sesi darurat Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran secara resmi menyatakan bahwa kerja sama mereka dengan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa itu tak lagi relevan bagi kepentingan nasional, kedaulatan, dan keamanan negaranya. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Kantor PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Wina, […]

expand_less