Dugaan Kekerasan Siswa di Parimo, NSL Dorong Perlindungan Anak
- account_circle MA
- calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Dugaan kekerasan terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), mendapat perhatian dari Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah (Sulteng) yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI, Nilam Sari Lawira (NSL).
“Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Karena itu, dugaan kekerasan di lingkungan sekolah harus ditangani secara serius dan sesuai ketentuan yang berlaku,” terang NSL, Sabtu (26/9/2026).
Menurut NSL, perhatian tidak boleh berhenti pada proses penanganan kasus. Kondisi korban juga perlu menjadi prioritas, terutama karena siswa tersebut disebut mengalami ketakutan untuk kembali ke sekolah.
“Jangan sampai persoalan yang terjadi membuat anak kehilangan haknya untuk belajar. Korban harus mendapatkan perlindungan dan pendampingan agar dapat kembali mengikuti pendidikan dengan aman,” ujar NSL.
Ia mendorong pemerintah daerah dan pihak sekolah memastikan keberlanjutan pendidikan korban, termasuk memberikan pendampingan psikologis serta membantu mengejar pembelajaran yang tertinggal selama proses penanganan berlangsung.
NSL juga meminta satuan pendidikan memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan. Sekolah, kata dia, harus memiliki lingkungan yang mampu melindungi peserta didik sekaligus menyediakan mekanisme pelaporan yang aman bagi anak.
“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar dan tumbuh. Perlindungan anak dan pemenuhan hak pendidikan harus berjalan bersamaan,” kata NSL.
- Penulis: MA

Saat ini belum ada komentar