Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Larangan Media Sosial di Nepal Bongkar Rapuhnya Fondasi Ekonomi Gig

Larangan Media Sosial di Nepal Bongkar Rapuhnya Fondasi Ekonomi Gig

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Venus Upadhayaya*

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ekonomi gig global mempekerjakan hampir 200 juta orang melalui perusahaan berbasis platform digital seperti Uber, Food Panda, Zomato, Oyo, dan lainnya. Penting juga dicatat bahwa sebagian besar pekerjaan gig berlangsung diam-diam di media sosial seperti WhatsApp, WeChat, dan Facebook. Di sinilah ekonomi gig kerap terkait dengan gejolak publik setiap kali ada larangan media sosial.

Karena itu, ketika Nepal melarang 26 platform media sosial pada 4 September setelah ultimatum sepekan, dampaknya tidak hanya soal kebebasan berbicara dan pers. Larangan itu juga memukul sumber penghidupan dan pekerjaan, terutama di negara di mana 6,7 persen PDB nasional berasal dari pariwisata, yakni lebih dari 2 miliar dolar AS. Protes yang pecah menjadi bukti bahwa sektor pekerjaan gig sudah diam-diam mengakar di Nepal.

Menurut Nepal Economic Forum, industri pariwisata di negara Himalaya itu menjadi salah satu yang pertama memanfaatkan meluasnya jangkauan media sosial,

“Bagi kami, media sosial dulu adalah alat komunikasi yang sangat populer. Sekarang itu hilang, dan situasinya seperti mimpi buruk,” kata Jiban Ghimire, Direktur Utama Shangri-La Nepal Trek, kepada The New York Times setelah pecahnya protes. “Tanpa komunikasi, tidak ada bisnis,”imbuhnya.

Anehnya, meski larangan media sosial disebut sebagai pemicu protes dan para analis ramai membahas bagaimana algoritma memengaruhi sentimen publik hingga menimbulkan keresahan, hampir tidak ada analisis yang menyoroti bagaimana ekonomi gig berbasis media sosial sebenarnya bisa menjadi alasan utama.

Kurangnya identifikasi dan pemahaman tentang ekonomi gig di negara berkembang seperti Nepal akan membuat para pembuat undang-undang terhambat dan gagal menyusun kebijakan yang visioner. Karena itu, penting untuk memahami bagaimana ekonomi gig berkembang pesat di Asia Selatan seiring semakin luasnya jangkauan media sosial.

Sektor Informal, Ekonomi Gig, dan Sentimen Publik

“Ekonomi gig” atau “ekonomi berbagi”, juga dikenal sebagai ekonomi peer-to-peer, collaborative-consumption, atau on-demand, yang didefinisikan sebagai pekerjaan lepas yang tidak permanen dan fleksibel, yang sebagian besar difasilitasi oleh platform online yang menghubungkan penyedia layanan dan konsumen. Ekonomi ini bisa disebut sebagai “kekuatan ketiga,” karena bukan hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga secara signifikan memengaruhi cara kita hidup di seluruh dunia.

Ekonomi gig sebagian besar bersifat tidak terorganisir atau semi-terorganisir, artinya para pekerja gig umumnya adalah pekerja harian yang mengandalkan ruang digital untuk mencari pekerjaan atau menawarkan jasa. Banyak yang beroperasi dari usaha berbasis rumah dan tidak memiliki jaminan sosial dari pemberi kerja. Dalam banyak kasus, mereka bekerja mandiri lewat media sosial, seperti operator tur kecil maupun pemandu wisata individu.

Ketika media sosial berhenti berfungsi, industri pariwisata menjadi sektor pertama yang terpukul di Nepal yang indah itu. Dampak pada pariwisata kemudian merembet ke pekerjaan informal lain, seperti di kafe, rumah makan, hingga transportasi, yang juga ikut terganggu. Meski dampak larangan media sosial terhadap pariwisata sudah banyak dilaporkan, banyak efek turunan lainnya yang luput dari perhatian.

Nata Travel and Adventures Pvt. Ltd, sebuah agen perjalanan yang berbasis di Kathmandu, menulis dalam sebuah posting blog pada 6 September bahwa dampak larangan tersebut “langsung terasa dan sangat besar.”

“Delapan puluh persen pemesanan kami biasanya datang dari DM Instagram atau video TikTok,” ujar perwakilan sebuah perusahaan trekking yang berbasis di Thamel, menurut postingan itu. Thamel adalah kawasan komersial di Kathmandu.

Karena itu, ketika para pembuat kebijakan di Nepal mengevaluasi protes dan dampak larangan media sosial, mereka tidak bisa berhenti hanya pada inovasi kebijakan atau pengendalian atas Facebook, Instagram, WeChat, dan TikTok. Mereka perlu memahami bagaimana media sosial mendorong pertumbuhan ekonomi gig di keluarga dan lingkungan di seluruh Nepal. Pendekatan mereka harus melampaui pariwisata dan dilakukan secara menyeluruh, termasuk membuat undang-undang yang lebih ramah terhadap perkembangan ekonomi gig.

Seperti yang ditulis Sara Pradhan untuk Nepal Economic Forum dalam sebuah artikel tahun lalu:

“Seiring munculnya pekerjaan dan peluang baru, pemerintah perlu menyesuaikan dan merevisi undang-undang agar tidak menghambat kesempatan kerja maupun inovasi, serta mampu mengikuti perubahan lanskap bisnis. Nepal juga bisa belajar dari negara tetangganya, India dan Bangladesh, serta aturan mereka terkait ekonomi gig, seperti klasifikasi hukum bagi pekerja, tunjangan kerja, kewajiban untuk memastikan pekerja tidak dieksploitasi, dan isu-isu lainnya.”

*Penulis adalah MOFA 2025 Taiwan Fellow dan Visiting Scholar di National Chung Hsing University, Taichung, Taiwan Tengah. Penelitian doktoralnya berfokus pada “Perspektif tentang Sektor Informal.”

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Acara “Pelepasan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur 2024.” Acara tersebut berlangsung di aula Kantor Gubernur Jawa Timur, dipimpin Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.

    Transmigran Jawa Timur Diharapkan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) dengan total 65 jiwa asal Jawa Timur resmi diberangkatkan ke berbagai daerah tujuan transmigrasi dalam acara “Pelepasan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur 2024.” Acara tersebut berlangsung di aula Kantor Gubernur Jawa Timur, dipimpin Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi. “Transmigran asal Jawa Timur akan ditempatkan di Kabupaten Sidrap, […]

  • Longsor Tambang Kuda

    Dedi Mulyadi Tutup Tambang Longsor di Lahan Perhutani!

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BANDUNG, CUPLIKAN.CO.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap lokasi tambang Galian C di Gunung Kuda, Cirebon, yang menewaskan 17 orang, berada di atas lahan milik Perhutani. Dedi menyebut lahan tersebut disewakan kepada tiga yayasan untuk kegiatan tambang batuan seluas 30 hektare. “Setelah ini, kita akan panggil Perhutani,” tegas Dedi saat meninjau lokasi, Sabtu (31/5). […]

  • FGD Revisi UU Sisdiknas yang digelar Fraksi Partai Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, pada Rabu (01/10/2025).

    Golkar Dorong Revisi UU Sisdiknas Demi Lompatan Pendidikan Nasional

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Fraksi Partai Golkar DPR RI menegaskan pentingnya percepatan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) sebagai langkah fundamental untuk membangun peradaban bangsa melalui pendidikan. Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, menyampaikan bahwa UU Sisdiknas yang sudah berusia 22 tahun perlu direvisi agar relevan dengan perkembangan […]

  • Kolonel Reza Sayyad, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran

    Iran Peringatkan Israel: Segera Pergi, Wilayah Anda Tak Akan Layak Huni!

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Militer Iran mengeluarkan peringatan keras kepada warga Israel untuk segera meninggalkan wilayah pendudukan sebelum semuanya terlambat. Kolonel Reza Sayyad, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, pada Minggu (16/6), menegaskan bahwa wilayah yang saat ini dikuasai Israel tak akan lagi bisa dihuni dalam waktu dekat akibat gelombang serangan balasan Iran. “Peringatan kami dalam beberapa […]

  • Iran Klaim Miliki Senjata Baru yang Belum Pernah Digunakan di Medan Tempur

    Iran Klaim Miliki Senjata Baru yang Belum Pernah Digunakan di Medan Tempur

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Teheran, editoria.co.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah seorang sumber militer Iran menyatakan bahwa Teheran memiliki sejumlah persenjataan canggih yang belum pernah digunakan dalam konflik sebelumnya. Pernyataan itu muncul di tengah laporan mengenai kemungkinan langkah militer lanjutan Amerika Serikat terhadap Iran. Media CNN sebelumnya melaporkan Pentagon telah menyiapkan daftar target di […]

  • Jokowi saat perayaan HUT PSI. Sumber foto : ANTARA.

    Jokowi Kasih Sinyal Gabung PSI? Jawaban PSI Mengejutkan!

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Spekulasi soal arah politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali mengemuka. Kali ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terbuka menyatakan kesiapan menyambut Jokowi jika benar-benar ingin bergabung ke partai berlambang mawar merah tersebut. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, dalam keterangan tertulis yang dirilis pada […]

expand_less