HIMAPTA UBB Umumkan Tiga Pemenang Esai Nasional Fisheries Competition 2026
- account_circle YRI
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dokumentasi: Universitas Bangka Belitung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pangkal Pinang – Himpunan Mahasiswa Perikanan Tangkap (HIMAPTA), Universitas Bangka Belitung (UBB), mengumumkan tiga pemenang Esai Nasional Fisheries Competition 2026 pada 26 September 2026. Kompetisi bertema “Ekonomi Biru Berkelanjutan” tersebut diikuti mahasiswa dari 13 perguruan tinggi di Indonesia.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, I Kadek Rian Abi Purna dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih juara pertama melalui esai berjudul “BLUE-SHIELD: Ekosistem Fish Aggregating Devices Berbasis Blue Micro-Broker dan Smart Color-Coded Tagging untuk Memutus Krisis Multidimensi Mewujudkan Perikanan Tangkap Berkelanjutan Nelayan Skala Kecil.”
Posisi juara kedua diraih Dandi Tri Setyo dari Universitas Andalas dengan esai berjudul “FISHERA: Intelligent Fishery Monitoring and Traceability System untuk Transformasi Perikanan Tangkap Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Biru.”
Sementara itu, Shafira Ananda Wijaya dari Universitas Bangka Belitung menempati posisi juara ketiga melalui karya berjudul “Sonic-Reef Enabler: Inovasi Pemuda Melalui Rekayasa Bioakustik Bawah Air untuk Meningkatkan Rekrutmen Larva Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) di Kawasan Konservasi Bangka Belitung.”
Diikuti Mahasiswa dari 13 Perguruan Tinggi
Esai Nasional Fisheries Competition 2026 diselenggarakan secara daring. Rangkaian kegiatan dimulai dari pendaftaran dan pengiriman karya pada 22 Agustus hingga 18 September 2026, dilanjutkan proses penjurian pada 19–25 September 2026, sebelum pengumuman pemenang pada 26 September 2026.
Sebanyak 13 perguruan tinggi berpartisipasi dalam kompetisi tersebut, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Bangka Belitung, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Tidar, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Airlangga, ITB Ahmad Dahlan, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Terbuka Pangkalpinang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Lambung Mangkurat.
Penyelenggaraan secara daring memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk mengikuti kompetisi tanpa terkendala jarak dan lokasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta budaya akademik mahasiswa dalam merespons tantangan sektor kelautan dan perikanan.
Tiga Gagasan untuk Perikanan Berkelanjutan
Ketiga esai terbaik mengangkat pendekatan berbeda dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
Karya juara pertama mengusung pengembangan ekosistem Fish Aggregating Devices (FADs) atau alat pengumpul ikan melalui pendekatan Blue Micro-Broker dan Smart Color-Coded Tagging. Gagasan tersebut diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan dalam mewujudkan perikanan tangkap berkelanjutan, khususnya bagi nelayan skala kecil.
Adapun karya juara kedua menawarkan sistem pemantauan dan ketertelusuran perikanan melalui konsep FISHERA: Intelligent Fishery Monitoring and Traceability System. Pendekatan ini menyoroti pemanfaatan sistem pemantauan dan ketertelusuran untuk mendukung transformasi perikanan tangkap berbasis ekonomi biru.
Sementara itu, esai juara ketiga mengangkat pemanfaatan rekayasa bioakustik bawah air untuk meningkatkan rekrutmen larva kakap merah di kawasan konservasi Bangka Belitung. Gagasan tersebut menempatkan teknologi bioakustik sebagai pendekatan yang dapat dikaji untuk mendukung upaya pengelolaan dan konservasi sumber daya perikanan.
Beragam topik tersebut memperlihatkan perhatian mahasiswa terhadap pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab tantangan pengelolaan kelautan dan perikanan.
Penjurian Melibatkan Tiga Akademisi
Proses penilaian kompetisi melibatkan tiga dewan juri, yaitu Ricky Winrison Fuah, S.Pi., M.Si., dari Universitas Syiah Kuala; Raut Wahyuning Paluphi, S.Kel., M.Pi., dari Universitas Khairun; serta Desca Estiyani Dewi, S.Pi., M.Pi., dari Universitas Diponegoro.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi kesesuaian karya dengan tema, kejelasan gagasan, kedalaman analisis, orisinalitas, sistematika penulisan, penggunaan referensi, serta relevansi rekomendasi terhadap pengelolaan kelautan dan perikanan berkelanjutan.
Melalui kompetisi ini, HIMAPTA UBB mendorong mahasiswa untuk menghasilkan gagasan yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan tersebut juga membuka ruang pertukaran gagasan dan kolaborasi akademik antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan juri, mentor, dan pihak-pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan.
HIMAPTA UBB berharap Esai Nasional Fisheries Competition 2026 dapat memperkuat kontribusi generasi muda dalam pengembangan ekonomi biru di Indonesia. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
- Penulis: YRI

Saat ini belum ada komentar