Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Belajar Kepada Pagar

Belajar Kepada Pagar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nur Iswan*

JAKARTA, RADIANYTVOICE.ID – Ketika sudah tiba waktunya, tak seorang pun bisa menghadangnya. Tak ada pihak manapun bisa menghalaunya. Tidak bisa. Setidaknya, skenario yang telah disusun dengan rapih harus berubah. Disesuaikan dan dirancang ulang.

Setelah kita “dipaksa” belajar kepada pedagang es teh. Kita semua dikejutkan dan disadarkan untuk belajar kepada Pagar. Tepatnya kepada pagar-pagar yang membentang puluhan kilometer di pelataran laut-laut kita.

Siapa yang menduga, urusan pagar dan “rencana kebijakan reklamasi” ini berbalik dengan cepatnya. Rasa percaya diri dahulu, berbalik seketika menjadi rasa cemas. Kenapa? Karena jangan-jangan pagar sedang mencari siapa saja yang jadi “korban” atau “dikorbankan”. Bahkan mungkin “dikambing-hitamkan”.

Jika saja dulu perencanaan dan kebijakan melibatkan seluas mungkin masyarakat, mungkin tak seperti sekarang kejadiannya. Jika saja, para nelayan dan masyarakat pesisir pantai yang terdampak didengarkan jeritan hatinya maka mungkin ada solusi terbaik sejak awal.

Dalam tradisi masyarakat Banten: ada istilah “mista, maja, utama.”. Kesalahan bisa dimaafkan sekali-dua kali, tapi tak bisa dibiarkan menjadi ketiga kali. Maka, ketika kali ketiga dipaksakan maka alam semesta bersatu-padu dan bergerak sendiri melawannya.

Harus diakui, Indonesia memang akan terus melahirkan peristiwa penuh kejutan-kejutan. Dimana kita semua – terpaksa atau sukarela — harus belajar kepadanya.

Kepada pagar, kita melihat wajah Indonesia. Melalui pagar, kita melihat wajah pengusaha sekaligus wajah pengembang. Wajah nelayan. Wajah seluruh aparatur sipil negara beserta penegak hukumnya.

Kita juga belajar kepada pagar-pagar bambu dalam mencermati wajah para menteri dulu dan sekarang. Wajah angkatan perang di laut. Wajah kepala desa. Wajah administrasi pensertifikatan (SHM dan SHGB), termasuk yang diatas laut. Wajah jurnalisme dan awak media. Wajah-wajah yang pro maupun kontra. Juga Wajah-wajah netizen yang penuh keberanian dan mencengangkan dalam memviralkannya.

Lantas, setelah kita mereguk hikmah dan pelajaran dari tumpukan pagar-pagar bambu itu maka Indonesia mau apa?

Seusai membongkarnya, kemudian bagaimana rumusan policy-nya? Kenapa pula tidak mencari akar masalahnya? Kebijakannya, Aparaturnya, Pengusahanya? Bagaimana dengan nasib nelayan dan penduduk di pesisir itu?

Sebaiknya, bagaimana agar bisa menyelesaikan secara tuntas dan komprehensif hingga akarnya? Tak hanya soal dahulu, tapi yang jauh lebih penting adalah penyelesaian terbaik untuk masa kini. Juga masa depan anak cucu kita.

Dan akhirnya, kita semua boleh dan sudah seharusnya jika secara alamiah mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi tidak boleh berhenti hanya disitu.

Akan jauh lebih baik, kita semua dengan seksama menemukan apa yang salah dan apa yang benar serta seharusnya dilakukan untuk laut, pantai dan pesisir-pesisirnya. Agar kita bisa mendapat kemashlahatan dan berkah untuk semua. Bukankah begitu?.

*Penulis adalah(Politics, Policy and Business Research).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko

    Relawan Jokowi Dukung Moeldoko Jadi Ketum PPP Berikutnya!

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersiap menggelar muktamar pada Agustus 2025 dengan agenda utama memilih calon ketua umum baru. Kejutan muncul saat nama mantan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, disebut-sebut sebagai salah satu kandidat yang berpotensi maju. Bayutami Sammy Amalia, Ketua Umum Sekretariat Bersama Relawan Jokowi, mendukung penuh Moeldoko untuk masuk bursa […]

  • Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina,

    Arzeti Bilbina Minta BGN Transparan Tentukan Role Model MBG

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) membuka secara transparan dasar dan proses penentuan India sebagai role model untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kebijakan yang menyangkut pemenuhan gizi jutaan anak tidak boleh diambil tanpa kajian mendalam dan pertimbangan publik. “Setiap rekomendasi, data, hingga pihak […]

  • Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, saat menerima kunjungan Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, di kantornya pada Selasa (18/3)

    Kementerian Transmigrasi Gandeng Universitas Esa Unggul Majukan Desa Wisata

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menerima kunjungan Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, di kantornya pada Selasa (18/3). Pertemuan ini membahas peluang kerja sama dalam pengembangan desa wisata di kawasan transmigrasi, yang mencakup program magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurut Viva Yoga, terdapat […]

  • Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi dalam acara seminar di Universitas Moestopo Beragama di Jakarta pada Jum'at (25/4/2025).

    Wamen Viva Yoga Dorong Transmigrasi Patriot untuk Bangun Pusat Ekonomi Baru

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia transmigran melalui program Transmigrasi Patriot. Hal ini disampaikan di hadapan 400 mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam Seminar Nasional bertajuk Pembangunan Ekonomi di Kawasan Transmigrasi Guna Menciptakan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jakarta, Jumat (25/4/2025). Dalam paparannya, […]

  • Halal Bihalal di Pendopo Raden Bagus Assra, Kamis (10/4/2025).

    Bupati Hamid Wahid: Profesionalisme ASN Dimulai dari Integritas Spiritual

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk menjaga semangat spiritual dan integritas sebagai landasan profesionalisme kerja. Hal ini disampaikan saat kegiatan Halal Bihalal di Pendopo Raden Bagus Assra, Kamis (10/4/2025). Dengan tema “Merajut Ukhuwah, Meningkatkan Profesional ASN Menuju Bondowoso Berkah”, acara ini dihadiri […]

  • Mantan Anggota DPR RI FPDIP Arteria Dahlan.

    Arteria Dahlan Kritik Tajam Putusan MK Nomor 135, Minta Tobat Politik

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, melontarkan kritik keras terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang dinilainya menyimpang secara yuridis, sosiologis, dan historis. Dalam keterangannya kepada awak media seusai diskusi publik bertajuk “Quo Vadis Pemilu Indonesia? Dampak Putusan MK No.135/PUU-XXII/2024 terhadap Pemilu Serentak 2024” di kantor DPP Partai […]

expand_less