Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Eddy Soeparno: Pemilu Terpisah Butuh Desain Tata Kelola Baru

Eddy Soeparno: Pemilu Terpisah Butuh Desain Tata Kelola Baru

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap dampak sistem pemilu nasional dan daerah yang dipisahkan, sebagaimana diamanatkan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024.

Menurut Eddy, keputusan pemisahan waktu pelaksanaan pemilu—dengan jeda minimal dua tahun—tidak hanya berdampak pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga mengubah secara mendasar dinamika politik elektoral dan strategi pemenangan di lapangan.

“Putusan ini bukan hanya soal waktu, tetapi menyangkut desain ulang tata kelola pemilu secara keseluruhan. Harus dipikirkan ulang bagaimana strategi partai, pola kampanye, logistik pemilu, dan tentu saja konsekuensi biaya politik yang meningkat,” ujar Eddy dalam keterangannya, Jumat (27/6/2025).

Ia menilai, selama ini caleg DPR RI, DPRD provinsi, hingga kabupaten/kota saling menopang dan bekerja secara sinergis dalam pemilu serentak. Namun dengan skema pemilu terpisah, kerja kolektif itu tak lagi bisa dilakukan.

“Dengan sistem yang lama, ada efisiensi. Tapi dengan pemilu lokal dipisah, masing-masing caleg harus menanggung beban sendiri. Ini akan menaikkan biaya politik secara signifikan,” katanya.

Eddy juga menyoroti dampak lanjutan dari keputusan MK terhadap masa jabatan pejabat publik di daerah. Ia menyebut, PAN masih mengkaji skema perpanjangan jabatan kepala daerah dan DPRD yang otomatis menjadi dua tahun hingga 2031 sebagai transisi menuju pemilu lokal berikutnya.

“Ini bukan hanya soal legalitas, tetapi juga efektivitas. Apakah kepala daerah dan anggota DPRD yang diperpanjang akan tetap optimal dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya? Ini harus jadi perhatian bersama,” ujar Eddy.

Lebih jauh, ia meminta DPR dan pemerintah tidak terburu-buru dalam menyusun revisi Undang-Undang Pemilu, dan harus melibatkan partai politik serta masyarakat sipil dalam dialog terbuka dan inklusif.

“Putusan MK ini monumental. Maka proses penyusunan UU Pemilu yang baru harus betul-betul cermat, komprehensif, dan partisipatif. Jangan sampai justru menambah kebingungan dalam pelaksanaan pemilu di masa mendatang,” tegasnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Pemilu nasional—yang meliputi pemilihan presiden, DPR, dan DPD—harus dipisahkan dari Pemilu daerah, yang terdiri dari DPRD dan kepala daerah. Jeda minimal dua tahun ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan mencegah kelelahan pemilih maupun penyelenggara.

Namun bagi partai politik, tantangan baru juga muncul—dari soal kesiapan logistik, pembiayaan, hingga pembentukan mesin politik yang terpisah. Eddy berharap momentum ini bisa menjadi titik awal reformasi sistem pemilu Indonesia secara lebih mendalam.

“Pemisahan ini jangan hanya dianggap soal teknis, tapi sebagai kesempatan emas untuk memperbaiki arsitektur demokrasi kita agar lebih kuat, transparan, dan efisien,” pungkasnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti studi pembangunan Fandi Ahmad

    Fandi Ahmad: Zulhas Jadi Menko Andalan Presiden Prabowo

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Peneliti studi pembangunan Fandi Ahmad menilai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, merupakan salah satu tokoh kunci di pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, Zulhas menjadi sosok andalan Presiden Prabowo dalam menjalankan agenda prioritas nasional di bidang ketahanan pangan dan ekonomi desa. “Pak Zulhas salah satu Menko andalan Presiden. Ini menunjukkan kepercayaan […]

  • Fathorrahman Fadli

    Rakyatnya Stunting, Elitenya Korupsi Foya-Foya

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Oleh : Fathorrahman Fadli* Politik nasional Indonesia saat ini telah menuju titik terendahnya. Padahal, sejatinya politik itu adalah pekerjaan yang mulia; berembug bersama untuk duduk bersama, bermusyawarah mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat banyak. Bagaimana caranya rakyat hidup aman, tertib dan sejahtera. Bukan membuat keputusan yang membuat rakyat menjadi susah hidupnya, sulit mencari pekerjaan, banyak pengangguran, […]

  • Ketua Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia, KH.Yahya Cholil Staquf.

    Polemik Doktor Bahlil: Yudisium Ditunda, Gelar Tetap Sah

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) akhirnya menjelaskan isu terkait gelar doktor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Ketua MWA UI, Yahya Staquf, menegaskan bahwa gelar tersebut tidak dibatalkan, melainkan penundaan yudisium dilakukan karena aturan akademik. “Yang ditangguhkan adalah yudisium, bukan gelar doktornya. Promosi sudah selesai, tetapi yudisium […]

  • Irjen Pol Rudi Darmoko

    Irjen Rudi Darmoko, Potret Kepemimpinan Humanis dalam Tradisi Kepolisian

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh : MS. As-Syadzili* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pasca terjadinya Demo Agustus yang berakhir rusuh, institusi kepolisian mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak atas upaya represif yang dilakukan. Ada sekitar 10 korban jiwa melayang sia-sia akibat demonstrasi yang berlangsung di berbagai daerah itu. Akibatnya, suara-suara untuk mencopot Jenderal Listyo Sigit mulai bermunculan. Rata-rata aspirasi yang menuntut […]

  • Hakim Vonis Bebas Dua Terdakwa Korupsi Pengadaan Wastafel COVID-19 di Aceh

    Hakim Vonis Bebas Dua Terdakwa Korupsi Pengadaan Wastafel COVID-19 di Aceh

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Banda Aceh, editoria.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Banda Aceh menjatuhkan vonis bebas terhadap dua terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan wastafel atau tempat cuci tangan pada masa pandemi COVID-19 di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Senin (22/6/2026). Kedua […]

  • Arsjad Rasjid

    Arsjad Rasjid Bantah Munaslub Kadin Terkait Dukungan Politik

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menepis spekulasi yang mengaitkan Munaslub Kadin dengan politik praktis. Dalam konferensi pers pada Minggu (15/9/2024) siang di Hotel JS Luwansa di bilangan Kuningan Jakarta, Arsjad menegaskan bahwa tidak ada urusan politik dalam konflik internal Kadin, meski dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Pemenangan Tim Ganjar-Mahfud untuk Pemilu […]

expand_less