Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Rakyatnya Stunting, Elitenya Korupsi Foya-Foya

Rakyatnya Stunting, Elitenya Korupsi Foya-Foya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Fathorrahman Fadli*

Politik nasional Indonesia saat ini telah menuju titik terendahnya. Padahal, sejatinya politik itu adalah pekerjaan yang mulia; berembug bersama untuk duduk bersama, bermusyawarah mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat banyak. Bagaimana caranya rakyat hidup aman, tertib dan sejahtera. Bukan membuat keputusan yang membuat rakyat menjadi susah hidupnya, sulit mencari pekerjaan, banyak pengangguran, pabrik tutup karena kalah bersaing dengan pembiaran pemerintah dalam memasukkan barang impor atau negara lain.

Padahal, anak semester satu saja paham, jika membanjirnya barang impor itu akan berakibat pada lesunya ekonomi nasional. Sebab secara ekonomi, bisnis barang-barang lokal akan mendapat saingan dari barang-barang impor yang tentunya lebih murah. Sebab barang impor itu diproduksi secara efisien dan efektif serta masif. Maka mereka bisa menjual dengan harga lebih murah, mungkin juga lebih berkualitas.

Jika banyak masyarakat kita membeli barang impor, itu berarti market share barang-barang yang sejenis akan dikuasai oleh barang-impor pastinya. Oleh karena itu barang kita tidak bisa bersaing dipasar, di negeri sendiri, dan akhirnya tutup. Kalau pabrik sudah tutup, kemiskinan meningkat karena banyak pengangguran. Jika rakyat banyak menganggur, maka kejahatan akan meningkat dalam masyarakat. Dengan demikian masyarakat kaya pun akan ketakutan dan tidak nyaman karena kuatir kejahatan akan menimpa diri mereka.

Ini adalah nalar yang logis belaka. Namun faktanya, nalar logis yang sederhana ini, tidak ada dalam pikiran para elite pengambil kebijakan kita dewasa ini. Mereka ribut dengan sesama elit, ribut bagi-bagi kursi kekuasaan, namun setelah kuasa itu mereka pegang, tetap saja mereka sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing.

Sedih nian nasib bangsa Indonesia ini. Gaji pejabatnya sudah tinggi menyundul langit, masih juga tak peduli atas nasib rakyatnya yang kelaparan, stunting karena kurang gizi. Gizi buruk selama 10 tahun dibawah pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla (2014-2019) dan Joko Widodo Ma’ruf Amin (2019-2024 ) ini sungguh membuat rakyat semakin menderita.

Mari kita lihat data stunting di negeri ini. Pemerintah Indonesia menargetkan prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 turun hingga 14%.

Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak berada di bawah minus 2 standar deviasi (SD) grafik pertumbuhan WHO. Stunting dapat terjadi sejak bayi masih berada dalam kandungan, namun umumnya terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun.

Prevalensi stunting di Indonesia cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Indonesia adalah 21,6%. Angka ini turun dari tahun 2021 yang sebesar 24,4%. Namun, upaya besar masih diperlukan untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024.

Kalau melihat fenomena stunting ini, rasa-rasanya pemerintah sebagai unsur negara yang disuruh mengurus kesejahteraan rakyatnya pastilah ada yang tidak beres dalam otak presiden dan kabinetnya. Artinya, presidennya gagal total mengurus rakyatnya menjadi sejahtera. Lalu selama 10 tahun itu apa yang dikerjakan oleh pemerintah? Kok rakyatnya bisa stunting? Mengapa stunting bisa terjadi di negara yang sangat kaya raya ini?

Tetapi, mengapa elite politiknya kaya raya dan hidup foya-foya?

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesia Development Research-IDR

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo dalam rapat terbatas untuk membahas percepatan pembangunan Sekolah Garuda, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Bapak Brian Yuliarto, beserta jajaran terkait di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber foto : Sekretariat Kabinet.

    Seskab Teddy : Masuk Sekolah Garuda Harus Lulus Uji Kompetensi Nasional!

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah memastikan semua anak Indonesia berpeluang merasakan pendidikan kelas dunia tanpa dipungut biaya melalui program Sekolah Garuda. Program ini dipastikan gratis sepenuhnya untuk siswa terpilih, tanpa memandang status sosial maupun ekonomi keluarga. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran […]

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat konferensi pers pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat.

    Bukan Jokowi! Ini Sosok Asli Pemilik Kapal JKW

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali terseret dalam isu tambang nikel di Raja Ampat, kali ini lewat video viral kapal bertuliskan JKW Mahakam dan Dewi Iriana. Publik ramai berspekulasi, mengaitkan dua nama kapal itu dengan Jokowi dan istrinya, Iriana. Namun fakta di lapangan justru membantah seluruh tudingan tersebut. Penelusuran resmi dari […]

  • Dugaan Kekerasan Siswa di Parimo, NSL Dorong Perlindungan Anak

    Dugaan Kekerasan Siswa di Parimo, NSL Dorong Perlindungan Anak

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle MA
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta – Dugaan kekerasan terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), mendapat perhatian dari Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah (Sulteng) yang juga merupakan anggota Komisi X DPR RI, Nilam Sari Lawira (NSL). “Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Karena itu, dugaan kekerasan di […]

  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sumber foto : KOMPAS.COM

    Gubernur Jabar Hentikan Program MBG Usai Ribuan Siswa Keracunan

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BANDUNG, CUPLIKAN.CO.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi resmi menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil setelah ribuan siswa di Jawa Barat mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari program tersebut. “Kita hentikan SPPG yang mengakibatkan keracunan,” kata Dedi di Bandung, Kamis (2/10/2025). Kasus ini […]

  • Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih

    Abdul Fikri Faqih Soroti Minimnya Dukungan Inovasi Sampah

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TEGAL, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyoroti rendahnya dukungan pemerintah terhadap inovasi pengelolaan sampah yang digagas komunitas masyarakat. Hal tersebut ia sampaikan setelah berdialog dengan pengelola Bank Sampah Sampurna Berkah di Kecamatan Dukuhnturi, Tegal, dalam masa reses Oktober 2025. Fikri mengungkapkan, komunitas pengelola sampah telah menunjukkan kreativitas tinggi, namun belum […]

  • Ketua Umum DPP Partai Gokar, Bahlil Lahadalia, saat menjadi keynote speech pada diskusi bertajuk "Arah Kebijakan Geostrategi dan Geopolitik Indonesia", yang digelar di Sekretariat DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

    Indonesia Harus Cerdas Hadapi Perang Dagang Global

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID — Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia harus bersikap cerdas dan taktis dalam menghadapi ketegangan geopolitik serta dinamika perang dagang global yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi “Arah Kebijakan Geostrategi dan Geopolitik Indonesia” di Sekretariat DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta, pada Kamis (8/5/2025). Menurut Bahlil, perang dagang […]

expand_less