Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar Daerah » Polisi Dinilai Lalai Tangani Kasus Penganiayaan Bocah di Bluto Sumenep

Polisi Dinilai Lalai Tangani Kasus Penganiayaan Bocah di Bluto Sumenep

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMENEP, CUPLIKAN.CO.ID – Penanganan kasus penganiayaan terhadap bocah berinisial MG (12) di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan. Tiga bulan sejak dilaporkan pada Agustus 2025, keluarga korban menyebut tidak ada perkembangan berarti dari pihak kepolisian.

Pelaku, SM (21), yang diketahui pernah menempuh pendidikan taruna di Malang, belum ditangkap dan diduga berada di luar kota. “Laporan kami sudah masuk sejak Agustus, tapi tidak ada tindak lanjut. Pelaku tidak ditangkap, bahkan DPO pun belum diterbitkan,” keluh ayah korban, Zeini, Jumat (14/11).

Menurut keluarga, kepolisian tidak lagi memberikan informasi terkait perkembangan penyidikan. Kondisi ini membuat mereka khawatir kasus akan menguap tanpa kejelasan.

Kasus ini sempat menyita perhatian warga Bluto, terutama karena melibatkan anak di bawah umur. Insiden bermula saat MG dan SM terlibat cekcok kecil ketika bermain layangan, namun berujung pada tindakan penganiayaan yang meninggalkan luka dan trauma mendalam pada korban.

Warga menilai aparat penegak hukum terkesan diam dan tidak responsif. Beberapa warga bahkan mempertanyakan apakah latar belakang pelaku membuat proses hukum menjadi lamban.

“Jangan sampai karena pelaku punya privilege tertentu, kasus ini dibiarkan. Kami ingin polisi menunjukkan keberpihakannya pada korban anak,” ujar salah satu warga Bluto.

UU Perlindungan Anak Tegaskan Ancaman Pidana Berat

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menempatkan kekerasan terhadap anak sebagai tindak pidana serius. Negara diwajibkan memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi korban, terutama anak-anak yang rentan.

Keluarga korban menilai bahwa standar perlindungan tersebut belum terlihat dalam penanganan kasus MG. Mereka menyerukan agar penegak hukum segera bertindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Zeini dan keluarga berharap Polres Sumenep mempercepat penyidikan dan segera menangkap pelaku. “Anak kami mengalami trauma sampai sekarang. Kami hanya meminta kepastian dan keadilan,” tegasnya.

Sejumlah tokoh masyarakat Bluto juga mendesak kepolisian untuk memberikan informasi resmi mengenai perkembangan kasus, termasuk alasan belum diterbitkannya status DPO.

Dengan tekanan publik yang semakin menguat, warga berharap aparat penegak hukum tidak lagi menunda langkah konkret agar korban kecil ini mendapatkan keadilan yang layak (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan DPP Pengajian Al Hidayah

    Pengajian Al Hidayah Perkuat Dakwah Melalui Akselerasi Digital Nasional

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Upaya Pengajian Al Hidayah dalam memasuki era digital semakin ditegaskan melalui pelantikan pengurus pusat periode 2025–2030 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum akselerasi digital dalam model dakwah dan pemberdayaan perempuan. Ketua Dewan Penasehat Pengajian Al Hidayah, Sri Suparni Bahlil, menyebut bahwa organisasi perempuan tak bisa lagi hanya […]

  • Joko Widodo

    Jokowi Hadiri Pertemuan PSI, Isu Ketua Dewan Pembina Menguat

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan usai berkumpul dengan jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Waroeng Kopi Klotok, Seminyak, Bali, pada Rabu (1/10/2025). Kehadiran Jokowi menambah spekulasi soal isu dirinya bakal menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Video pertemuan itu diunggah melalui akun resmi X @psi_id. Dalam rekaman, Jokowi terlihat […]

  • Persib Bandung Terancam Gagal Datangkan Ronald Koeman Jr., Real Valladolid Ikut Memburu

    Persib Bandung Terancam Gagal Datangkan Ronald Koeman Jr., Real Valladolid Ikut Memburu

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Bandung, editoria.co.id – Rencana Persib Bandung untuk merekrut penjaga gawang asal Belanda, Ronald Koeman Jr., menghadapi tantangan serius. Klub asal Spanyol, Real Valladolid, dikabarkan ikut masuk dalam perburuan kiper Telstar tersebut dan berpotensi menggagalkan langkah Maung Bandung pada bursa transfer musim ini. Nama Ronald Koeman Jr. memang sudah beberapa waktu terakhir dikaitkan dengan Persib Bandung. […]

  • Ketua Dewan Kemesjidan PP KAMMI, Jumhadi,

    Sikapi Tewasnya Pemuda di Masjid Sibolga, PP KAMMI : Masjid Harus Ramah Pemuda

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengurus Pusat KAMMI menyoroti pentingnya pengelolaan masjid yang lebih ramah bagi kalangan pemuda, menyusul kasus tewasnya Arjuna Tamaraya (21), musafir sekaligus mahasiswa, di area Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara. Arjuna meninggal setelah diduga dikeroyok sekelompok pria karena dilarang beristirahat di dalam masjid. Ketua Dewan Kemesjidan PP KAMMI, Jumhadi, menyampaikan bahwa insiden tersebut […]

  • Dialog Peradaban yang digekar Institute Peradaban di Perpustakaan Nasional, Senin (06/10/2025)

    Institut Peradaban Bahas Ancaman Perang Nuklir dan Krisis Peradaban Global

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, Institut Peradaban menggelar forum strategis bertajuk “Perang Nuklir: Indikasi Awal Kiamat?” yang akan membahas ancaman nyata dari eskalasi konflik antarnegara pemilik senjata nuklir. Acara ini berlangsung Senin, (06/10/2025), di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta. Forum ini menjadi wadah refleksi global atas masa depan peradaban manusia di tengah […]

  • Anggota Komisi IV DPR RI dari PKS, Riyono

    Program “One Day One Fish” Dorong Penurunan Stunting Nasional

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mengajukan program “One Day One Fish” sebagai solusi untuk menekan angka stunting di Indonesia. Riyono menilai stunting yang saat ini masih berada di angka 21,6% merupakan masalah serius yang membutuhkan kebijakan sistemik dan konsisten. “Angka ini cukup memprihatinkan. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan […]

expand_less