Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Bahas Ketahanan Pangan, KAHMI Tawarkan Jalan Baru Pembangunan

Bahas Ketahanan Pangan, KAHMI Tawarkan Jalan Baru Pembangunan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Di tengah tantangan global yang kian kompleks, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyerukan perlunya arah baru pembangunan nasional yang bertumpu pada kemandirian pangan sebagai fondasi. Dalam diskusi publik bertajuk “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen melalui Asta Cita Kemandirian Pangan dan Pencapaian SDGs” yang digelar di Jakarta, Rabu (18/6), KAHMI menawarkan gagasan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui pendekatan berbasis pangan rakyat, dengan integrasi semangat Asta Cita dan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Tak sekadar agenda teknokratis, KAHMI menempatkan isu pangan dalam dimensi peradaban: sebagai jembatan antara ekonomi rakyat, nasionalisme, dan masa depan Indonesia.

Ketua panitia kegiatan, Viviana Hanifa, menegaskan bahwa kemandirian pangan menyentuh sisi paling mendalam dari pembangunan: martabat manusia. “Ini bukan hanya soal swasembada beras atau stok cadangan. Ini tentang kepercayaan diri bangsa dalam memberi makan dirinya sendiri. Tentang petani yang tidak merasa kecil di tanahnya sendiri,” tegasnya.

Widiastuti, SE., M.Si., Deputi Kedaulatan dan Ketahanan Pangan Kemenko Perekonomian, mendorong transformasi paradigma pembangunan ekonomi yang selama ini terlalu bertumpu pada sektor keuangan dan industri. Ia mengingatkan bahwa ekosistem pangan nasional, mulai dari petani kecil hingga pasar lokal, justru merupakan penyangga riil ketahanan bangsa.

“Ekonomi yang kokoh tumbuh dari tanah. Dari sawah, dari laut, dari dapur rakyat. Inilah pembangunan yang menyentuh kehidupan nyata,” katanya.

Pandangan yang sama disampaikan Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto dari Dewan Pengarah BULOG. Ia menyebut perlunya gerakan nasional untuk memulihkan kebanggaan terhadap konsumsi produk pangan lokal, terutama beras petani sendiri.

“Makan nasi dari petani kita adalah bentuk nasionalisme sehari-hari. Kita tak perlu slogan keras jika tiap rumah tangga menolak beras impor dan memilih hasil sawah negeri sendiri,” ujarnya.

Diskusi ini juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang menggabungkan pendekatan teknologi dan kebijakan:

  • Digitalisasi rantai pasok pangan: dari produksi hingga distribusi, agar efisien dan adil.

  • Integrasi big data lintas kementerian/lembaga: untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran dan antisipatif terhadap krisis.

  • Reformasi regulasi pangan: meminimalkan tumpang tindih dan hambatan birokrasi yang menyulitkan petani dan nelayan mengakses sumber daya serta pasar.

  • Penguatan posisi petani dan nelayan: dalam skema ekonomi nilai tambah, termasuk dalam akses permodalan, teknologi, dan jaminan harga.

  • Kampanye nasional cinta pangan lokal: sebagai upaya menyatukan konsumen dan produsen dalam satu ekosistem yang berpihak pada kemandirian.

Jalan Baru Pembangunan dari Akar Rumput

Syamsul Qomar, Sekjen Majelis Nasional KAHMI dan Staf Khusus Menpora, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi seremonial, tetapi awal dari gerakan lintas sektor yang menyatukan pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat sipil dalam misi kedaulatan pangan.

“Kita tidak punya banyak waktu. Dunia sedang berubah cepat, dan kita harus bangun fondasi ekonomi dari kekuatan sendiri. Pangan adalah jawabannya,” ujar Syamsul.

Diskusi ini menandai titik balik penting: bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar angka dalam grafik, tapi impian yang membutuhkan landasan kuat berupa pangan yang mandiri dan adil. Lewat pangan, KAHMI mengajak bangsa ini menyusun ulang arah pembangunan: dari bawah ke atas, dari petani ke istana, dari dapur rakyat ke panggung nasional.

Dan seperti yang disimpulkan dalam forum ini: “Kedaulatan pangan bukanlah utopia. Ia adalah keniscayaan jika bangsa ini berdiri di atas akar-akarnya sendiri.” (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi X DPR RI, Gamal Albinsaid

    Miris! Gamal Albinsaid Sebut 42 Persen Guru Terjerat Pinjol

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, dr. Gamal Albinsaid, mengungkap fakta miris tentang kesejahteraan guru di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa 42 persen guru, termasuk 72 persen guru honorer, memiliki penghasilan di bawah Rp2 juta, bahkan 20,5 persen di bawah Rp500 ribu. “Yang mengejutkan, profesi guru adalah yang paling banyak terjerat pinjol, mencapai 42 […]

  • Pemerintah Indonesia saat melakukan dialog dengan rombongan dari Pemerintah Malaysia yang dipimpin PM Malaysia, Anwar Ibrahim. Sumber foto : Sekretariat Presiden.

    Prabowo-Anwar Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis Kedua Negara

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim menegaskan komitmen mereka untuk mempercepat dan memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia, mencakup berbagai sektor strategis seperti ekonomi, pendidikan, budaya, hingga perdagangan dan riset teknologi. Pertemuan resmi yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi simbol eratnya hubungan […]

  • Pasangan Rido

    Suswono Dukung Penuh Ahmad Riza Patria Sebagai Ketua Timses RIDO

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Bakal Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Suswono, menyatakan dukungan penuh atas penunjukan Ahmad Riza Patria sebagai Ketua Tim Sukses pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) di Pilgub 2024. Menurut Suswono, Ariza memiliki pengalaman yang mumpuni dalam politik DKI Jakarta dan mampu memimpin tim pemenangan dengan efektif. “Ya jelas, sangat setuju banget ya. Pak Ariza […]

  • Pembacaan pernyataan sikap FH UII Senin, (26/5). Sumber foto : KOMPAS.

    Dosen dan Civitas FH UII Suarakan Darurat Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ruang aman demokrasi kampus kembali terguncang. Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) yang mengajukan uji formil terhadap Undang-Undang TNI ke Mahkamah Konstitusi (MK) diduga menjadi korban praktik intimidasi dan pelanggaran hak privasi. Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa FH UII, M. Rayyan Syahbana, dijelaskan bahwa mahasiswa […]

  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia

    Chusnunia Desak Industri AMDK Tingkatkan Tanggung Jawab Lingkungan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Chusnunia, menegaskan perlunya penguatan regulasi terhadap industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menyusul ketimpangan pemanfaatan sumber daya air dan meningkatnya dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat sekitar sumber air. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen Industri Agro dan Kepala Badan Standardisasi Kemenperin di Gedung […]

  • Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, pose bersama dengan narasumber dan peserta Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara, 'Akselerasi Pelaksanaan SDG’s Guna Mengurangi Ketimpangan Ekonomi', di Jakarta, Rabu (11/9/24)

    Ketua MPR RI Bamsoet Sebut Politik Uang Jadi Penghambat Pencapaian SDGs

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua MPR RI ke-16 Bambang Soesatyo memaparkan hasil penelitian Burhanuddin Muhtadi yang mengungkapkan bahwa sebanyak 33 persen (63,5 juta pemilih) atau 1 dari 3 pemilih pada Pemilu 2014 dan 2019 menerima politik uang. Menempatkan Indonesia berada di nomor tiga dari sisi persentase 33 persen. Sedangkan dari sisi absolute atau angka 63,5 juta […]

expand_less