Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » Dosen dan Civitas FH UII Suarakan Darurat Demokrasi

Dosen dan Civitas FH UII Suarakan Darurat Demokrasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ruang aman demokrasi kampus kembali terguncang. Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) yang mengajukan uji formil terhadap Undang-Undang TNI ke Mahkamah Konstitusi (MK) diduga menjadi korban praktik intimidasi dan pelanggaran hak privasi.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa FH UII, M. Rayyan Syahbana, dijelaskan bahwa mahasiswa bernama Abdur Rahman Aufklarung dan Irsyad Zainul Mutaqin mengalami pengambilan data pribadi secara tidak sah. Data tersebut diduga diminta oleh orang yang mengaku berasal dari Mahkamah Konstitusi kepada Ketua RT tempat tinggal mahasiswa.

Permintaan data tersebut terjadi hanya dua hari menjelang sidang lanjutan pada 22 Mei 2025. Saat sidang berlangsung, pemohon mengonfirmasi langsung kepada Hakim Konstitusi, dan mendapatkan jawaban bahwa tidak ada perintah dari MK untuk melakukan pengumpulan data pribadi semacam itu.

“Artinya, ada pihak-pihak yang menyalahgunakan nama Mahkamah Konstitusi, dan itu sangat mencederai proses hukum yang seharusnya bebas dari tekanan,” tegas Rayyan saat konferensi pers di FH UII, Senin (26/5).

Gugatan yang diajukan para mahasiswa ini bersifat uji formil, bukan uji materiil. Mereka mempersoalkan proses pembentukan UU TNI karena diduga tidak memenuhi prinsip keterbukaan publik dan partisipasi masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Mereka juga menyebut adanya kejanggalan dalam Naskah Akademik revisi UU TNI, yang seharusnya menjadi dasar ilmiah perumusan undang-undang.

Namun alih-alih mendapat ruang dialog yang sehat, mereka justru mendapati tindakan-tindakan mencurigakan yang dinilai melanggar hak konstitusional.

Menurut pernyataan sikap tersebut, tindakan pengambilan data oleh pihak yang tak jelas identitasnya melanggar UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, serta Pasal 30 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Mereka juga menilai situasi ini sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Pasal 28 UUD 1945.

“Ini bukan sekadar tekanan psikologis. Ini adalah pembungkaman yang dibungkus prosedur,” kata Rayyan.

Keluarga Mahasiswa FH UII menyatakan bahwa tindakan represif terhadap aktivitas konstitusional warga negara, termasuk mahasiswa, merupakan bentuk kemunduran demokrasi dan berpotensi menjadi preseden buruk ke depan.

Dalam sikap tegasnya, mereka meminta pemerintah dan institusi penegak hukum menjamin perlindungan terhadap hak-hak mahasiswa untuk menyampaikan kritik melalui jalur hukum secara aman.

Tak hanya mahasiswa, dosen serta Wakil Dekan FH UII, Agus Trianto, juga ikut dalam konferensi pers. Ia menyatakan dukungan penuh fakultas terhadap inisiatif mahasiswa yang sah secara hukum dan akademik.

“Ini bukan sekadar ekspresi idealisme, ini praktik nyata pendidikan hukum dan demokrasi. Dan kampus akan terus membela itu,” kata Agus.

Keluarga Mahasiswa FH UII menutup pernyataan sikap dengan seruan kepada seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersolidaritas menjaga ruang demokrasi, khususnya di lingkungan akademik.

“Jika mahasiswa yang menggunakan jalur hukum untuk menyampaikan kritik saja dibayangi ketakutan, maka ini bukan hanya masalah kampus, tapi masalah bangsa,” ujar Rayyan (RED)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Novita Wijayanti

    Novita Wijayanti Dorong Kebangkitan Perempuan Gerindra Lewat PIRA 2025–2030

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Politikus Partai Gerindra, Novita Wijayanti, resmi memimpin Perempuan Indonesia Raya (PIRA) untuk periode 2025–2030, menggantikan Sumarjati Arjoso. Penetapan tersebut disahkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) PIRA yang digelar di Jakarta, Kamis (9/10/2025) malam. Dalam pidato perdananya, Novita menegaskan bahwa kepemimpinannya akan menjadi babak baru bagi kebangkitan perempuan Gerindra dalam politik dan pengabdian sosial. […]

  • Founder Jendela Pendidikan Nusantara (JPN) Julia Putri Noor saat foto bersama dengan siswa-siswi SMPN 18 Tangerang Selatan seusai Kegiatan Seminar dan Sosialisasi Pencegahan Bahaya Kenakalan Remaja : Bully, Narkoba, Kekerasan Anak dan LGBT di SMP Negeri 18 Tangerang Selatan pada Kamis (30/01/2025). Sumber foto : Istimewa.

    Cegah Kenakalan Remaja, Jendela Pendidikan Nusantara Gencarkan Edukasi Karakter

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN, CUPLIKAN.CO.ID – Founder Jendela Pendidikan Nusantara, Julia Putri Noor, menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah kunci utama dalam mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikannya dalam Seminar dan Sosialisasi Pencegahan Bahaya Kenakalan Remaja, seperti bullying, narkoba, kekerasan anak, dan LGBT, yang diadakan di SMP Negeri 18 Tangerang Selatan pada Kamis (30/01/2025). […]

  • Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamuddin

    DPD RI Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Percepat Realisasi Belanja Daerah

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat sinergi dalam mempercepat realisasi belanja daerah menjelang akhir tahun anggaran 2025. Menurut Sultan, keterlambatan penyerapan anggaran di sejumlah daerah harus menjadi perhatian bersama, bukan sekadar bahan perdebatan antara pemerintah daerah dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Kita berharap agar […]

  • Pengamat Politik Rocky Gerung

    Rocky Gerung: Prabowo Sedang Gagalkan Manuver Politik Jokowi

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengamat politik Rocky Gerung menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto membatalkan mutasi Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo sebagai langkah politik yang tegas untuk mengakhiri bayang-bayang kekuasaan lama di tubuh militer. Rocky menyebut, tindakan tersebut adalah upaya menggagalkan manuver politik yang sebelumnya diasosiasikan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. “Mutasi Kunto Arief yang mendadak […]

  • Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji (tengah),

    Sarmuji Minta Aturan Jelas Soal Sebaran Kader Perempuan di AKD

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Sarmuji, meminta adanya aturan teknis yang lebih rinci terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang kewajiban keterwakilan perempuan di seluruh alat kelengkapan dewan (AKD). Menurutnya, tanpa kejelasan mekanisme, implementasi kuota perempuan berisiko timpang dan tidak merata. “Kami siap menindaklanjuti. Hanya saja mesti pelajari detail amar putusannya seperti apa? […]

  • Audiensi VISI yang dipimpin Armand Maulana ke Fraksi Partai Golkar

    Armand Maulana Soroti Ketidaktransparanan LMKN yang Rugikan Musisi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, RADIANRVOICE.ID – Kritik tajam terhadap tata kelola royalti kembali mengemuka dalam audiensi Vibrasi Suara Indonesia (VISI) bersama Fraksi Partai Golkar DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Senin (3/11/2025). Dalam forum tersebut, Ketua Umum VISI Armand Maulana menegaskan bahwa akar persoalan utama industri musik Indonesia terletak pada ketidaksempurnaan kerja, ketidakkompetenan, dan ketidaktransparanan lembaga pengelola […]

expand_less