Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar Daerah » Koster Tegaskan Keamanan Bali Cukup dengan Pecalang dan TNI-Polri

Koster Tegaskan Keamanan Bali Cukup dengan Pecalang dan TNI-Polri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa sistem keamanan Pulau Dewata telah kokoh dengan keberadaan institusi negara dan lembaga adat. Ia menyatakan Bali tidak membutuhkan organisasi masyarakat (ormas) yang justru membawa keresahan dan merusak ketertiban.

“Keamanan Bali sudah ditangani secara utuh oleh Polri, TNI, serta sistem berbasis adat seperti Sipanduberadat dan Bankamda. Tak perlu ormas yang berkedok sosial tapi berperilaku preman,” kata Koster dalam pernyataan resminya, Senin (12/5/2025).

Pernyataan ini menyusul kekhawatiran publik atas kehadiran sejumlah ormas yang dianggap membawa citra negatif, bahkan berpotensi merusak harmoni sosial dan citra pariwisata Bali.

Dalam rapat koordinasi yang melibatkan DPRD Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, BIN Daerah, dan unsur Forkopimda lainnya, diputuskan bahwa tindakan tegas harus diberikan kepada kelompok yang melakukan intimidasi atau kekerasan di tengah masyarakat.

Menurut Koster, institusi adat seperti pecalang, Linmas, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa telah terbukti mampu mengamankan Bali, termasuk saat event internasional berskala besar.

“Bali tidak butuh penjaga tambahan yang justru menciptakan ketegangan. Kita sudah punya kearifan lokal yang terbukti menjaga harmoni,” imbuhnya.

Penolakan terhadap ormas seperti GRIB Jaya juga datang dari tokoh adat, seperti Manggala Pasikian Pecalang MDA Klungkung, Yudhi Pasek Kusuma. Ia mendesak masyarakat menyuarakan sikap tegas, termasuk melalui media sosial dan baliho.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta juga mendukung langkah Gubernur, menegaskan kembali bahwa pecalang adalah benteng utama keamanan sosial budaya Bali (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ir. H. Abdullah Rasyid, ME (Kiri)

    Geliat Properti Bali dan Waspada Imigrasi

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. H. Abdullah Rasyid, ME Di antara Bali dan Keimigrasian telah terjalin “afliasi” yang sangat erat dan merekat. Jika Provinsi Bali menjadi salah satu “wajah-budaya” dan destinasi wisata utama di Indonesia, maka “Keimigrasian” merupakan upaya negara dalam menghadirkan penegakan hukum bagi setiap warga negara asing (WNA) agar “patuh” terhadap konstitusi positif perundangan Republik Indonesia. […]

  • Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam sebuah acara peresmian ruangan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN). Sumber foto : Instagram @puanmaharaniri

    Puan Maharani: Revisi UU Minerba Harus Transparan, Hindari Miskomunikasi

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi polemik seputar revisi Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba), terutama terkait wacana pemberian izin pengelolaan tambang kepada perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa pembahasan regulasi ini harus dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Menurut Puan, DPR membuka ruang seluas-luasnya […]

  • Ketua Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia, KH.Yahya Cholil Staquf.

    Polemik Doktor Bahlil: Yudisium Ditunda, Gelar Tetap Sah

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) akhirnya menjelaskan isu terkait gelar doktor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Ketua MWA UI, Yahya Staquf, menegaskan bahwa gelar tersebut tidak dibatalkan, melainkan penundaan yudisium dilakukan karena aturan akademik. “Yang ditangguhkan adalah yudisium, bukan gelar doktornya. Promosi sudah selesai, tetapi yudisium […]

  • Riyono (Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Dapil Jatim 7) saat agenda reses bersama Komunitas Disabilitas Yellow Pin Pacitan.

    Riyono Dorong Dukungan untuk Komunitas Disabilitas di Pacitan

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    PACITAN, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota DPR RI dapil 7 Jatim, Riyono, mengadakan reses bersama Komunitas Disabilitas Yellow Pin di Pacitan. Momen ini diisi dengan kegiatan bermusik angklung bersama 30 anak disabilitas tuna rungu, tuna wicara, dan tuna grahita. “Saya merasa sangat terharu atas kesungguhan adik-adik dan anak-anak semua yang penuh semangat berkarya melalui seni dan kerajinan […]

  • Logo Institut Sarinah

    Institut Sarinah Desak Pemerintah Hentikan Kekerasan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Institut Sarinah menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya sembilan korban jiwa dalam gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah Indonesia. Salah satu korban adalah seorang staf DPRD Sulawesi Selatan, yang menambah pilu tragedi sosial politik belakangan ini. “Kehilangan ini adalah luka bangsa yang harus jadi peringatan serius bagi semua pihak,” demikian pernyataan […]

  • Teguh Dartanto

    Kontroversi Promosi Doktor Bahlil Lahadalia, Teguh Dartanto: Jernihkan Perspektif, Jangan Terjebak Kebencian

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Promosi doktor Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di Universitas Indonesia (UI) menimbulkan kegaduhan luar biasa di kalangan masyarakat. Banyak pihak meragukan proses akademik yang ditempuh Bahlil, khususnya terkait kualitas disertasi dan durasi studi yang relatif singkat. Menanggapi hal ini, Dr. Teguh Dartanto, co-promotor Bahlil, memberikan klarifikasi mengenai polemik yang terjadi dan memaparkan fakta […]

expand_less