Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mahasiswa Kritik Mantan Aktivis yang Masuk Pemerintahan, Agus Jabo: Arenanya Saja yang Berubah

Mahasiswa Kritik Mantan Aktivis yang Masuk Pemerintahan, Agus Jabo: Arenanya Saja yang Berubah

  • account_circle DDY
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, editoria.co.id  – Sejumlah mahasiswa menunjukkan resistensi terhadap mantan aktivis yang kini berada di lingkaran kekuasaan. Kritik tersebut mencuat dalam beberapa forum diskusi yang menghadirkan tokoh-tokoh eks aktivis era Orde Baru yang saat ini menjabat di pemerintahan.

Salah satu insiden terjadi saat Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menghadiri diskusi di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (12/6/2026). Dalam forum tersebut, mahasiswa mempertanyakan konsistensi idealisme Budiman yang dikenal sebagai aktivis pergerakan pada masa Orde Baru.

Ketegangan serupa kembali terjadi dalam diskusi yang menghadirkan Budiman dan sejumlah mantan aktivis di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026). Sejumlah mahasiswa melontarkan kritik keras dan menyebut para eks aktivis yang kini berada di pemerintahan sebagai pihak yang telah meninggalkan semangat perjuangan yang dahulu mereka gaungkan.

Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menolak anggapan bahwa para mantan aktivis telah mengkhianati perjuangan mereka.

Menurut mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu, tujuan perjuangan para aktivis tidak berubah, meski kini dilakukan melalui jalur kekuasaan.

“Gak ada yang berubah, arenanya saja yang berubah. Dulu di jalanan, sekarang di kekuasaan. Justru kekuasaan itulah kita jadikan alat untuk memperjuangkan apa yang dulu kita teriakkan di jalanan, Indonesia yang berdikari, adil, makmur,” kata Agus Jabo saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Agus menilai perbedaan pandangan antara mahasiswa dan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Ia mengajak semua pihak mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.

“Kalau ada perbedaan pandangan dan sikap, lebih baik dialog, musyawarah, untuk mencari jalan keluar terbaik. Kepentingan rakyat harus ditempatkan lebih tinggi dari kepentingan politik maupun kelompok,” ujarnya.

Budiman Sesalkan Penghentian Diskusi

Sementara itu, Budiman Sudjatmiko menyayangkan aksi mahasiswa yang membuat jalannya diskusi di UGM menjadi tidak kondusif. Ia menegaskan dirinya terbuka untuk berdialog dengan mahasiswa dan berharap perbedaan pandangan dapat dibahas secara sehat.

“Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa, tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif,” kata Budiman dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Menurut Budiman, ruang diskusi seharusnya menjadi wadah pertukaran gagasan dan kritik secara konstruktif, bukan berakhir dengan penghentian acara.

Mahasiswa Soroti Kondisi Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

Di sisi lain, Ketua Serikat Mahasiswa UGM (Sema UGM), Mesa, menjelaskan bahwa aksi mahasiswa dipicu oleh kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Ia menyebut kondisi ekonomi yang semakin berat, menyempitnya ruang kritik, serta berbagai program pemerintah yang dianggap belum menjawab persoalan rakyat menjadi latar belakang aksi tersebut.

Kritik paling tajam, menurut Mesa, diarahkan kepada Budiman Sudjatmiko. Bagi sebagian mahasiswa, Budiman yang dahulu dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan kini dianggap tidak lagi merepresentasikan semangat perjuangan yang sama.

“Budiman Sudjatmiko merupakan simbol pengkhianat. Dia dulunya adalah inspirasi, sekarang dia justru mengkhianati adik-adiknya, kami,” kata Mesa.

Mahasiswa juga mempertanyakan data yang dipaparkan dalam forum diskusi. Mereka menilai presentasi para narasumber terlalu menonjolkan capaian positif pemerintah dan tidak mencerminkan kondisi yang dirasakan masyarakat secara langsung.

“Datanglah ke Universitas Gajah Mada, tapi jangan menggunakan atau membawa data-data yang direkayasa, yang dipilih-pilih supaya terlihat positif,” ujarnya.

Menurut Mesa, tekanan ekonomi saat ini dirasakan hingga tingkat rumah tangga, mulai dari meningkatnya beban hidup hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.

Peristiwa ini menambah panjang daftar perdebatan antara kalangan mahasiswa dan sejumlah mantan aktivis yang kini berada dalam pemerintahan. Di satu sisi, pemerintah menilai perjuangan tetap berjalan melalui jalur kekuasaan. Namun di sisi lain, sebagian mahasiswa menilai idealisme yang dahulu diperjuangkan telah bergeser seiring masuknya para aktivis ke dalam struktur pemerintahan.

 

  • Penulis: DDY

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi I DPR RI, Selamet Ariyadi, bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

    Slamet Ariyadi Tegaskan Komitmen PAN untuk Santri

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    SAMPANG, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, H. Slamet Ariyadi, menegaskan komitmen Partai Amanat Nasional (PAN) dalam memperjuangkan aspirasi kalangan santri dan pesantren. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Jalan Jalan Sehat (JJS) bersama ribuan santri di Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, […]

  • Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo),Moeldoko

    Moeldoko: Preman Ganggu Investasi Harus Dihabisi

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menegaskan pentingnya menciptakan iklim investasi yang bersih dari gangguan, termasuk dari organisasi masyarakat (ormas) yang bertindak seperti preman. Menurutnya, aksi-aksi ormas yang mengintervensi proyek-proyek otomotif, seperti pembangunan pabrik mobil listrik milik BYD dan VinFast di Subang, Jawa Barat, tak boleh ditoleransi. Ia menyebut […]

  • Ormas Pemuda Pancasila

    Kemendagri Larang Ormas Gunakan Atribut Mirip Aparat

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi mengeluarkan kebijakan baru yang melarang organisasi kemasyarakatan (ormas) menggunakan atribut atau seragam yang menyerupai aparat penegak hukum seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), maupun Kejaksaan. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketertiban publik dan mencegah penyalahgunaan simbol negara oleh pihak non-resmi. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima […]

  • Masykur Isnan (Ketum Pemuda Kaum Betawi); Jakarta Kota Global, Betawi Jangan Tertinggal

    Masykur Isnan (Ketum Pemuda Kaum Betawi); Jakarta Kota Global, Betawi Jangan Tertinggal

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Jakarta sedang berjalan menuju usia lima abad. Angka itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan cermin panjang sejarah yang membentuk kota ini. Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga Jakarta hari ini, kota ini berkali-kali berganti wajah, penguasa, dan orientasi. Kini Jakarta memasuki babak baru: menjadi kota global, tempat modal, gagasan, dan manusia dari […]

  • Ginka Febriyanti Ginting: Sosok Muda yang Jadi Sorotan Usai Dipercaya Duduki Jabatan di BUMN

    Ginka Febriyanti Ginting: Sosok Muda yang Jadi Sorotan Usai Dipercaya Duduki Jabatan di BUMN

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Nama Ginka Febriyanti Ginting belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Sosok kelahiran Karo, Sumatra Utara, itu menjadi sorotan setelah dipercaya menduduki jabatan di salah satu perusahaan milik negara (BUMN). Di berbagai platform media sosial, muncul beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mempertanyakan latar belakang dan pengalaman profesional Ginka, sementara sebagian lainnya menilai penunjukan […]

  • Mensos RI Syaifullah Yusuf dalam sebuah acara PCNU Kendal pada Minggu (27/4/2025).

    Soeharto dan Gus Dur Berpeluang Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dua tokoh besar dalam sejarah Indonesia, Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berpeluang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kabar ini saat menghadiri acara di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Rabu (23/4). “Tahun ini ada beberapa nama yang berpeluang, […]

expand_less