Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Kohati PB HMI Suarakan Demokrasi dan Keadilan di DPR RI

Kohati PB HMI Suarakan Demokrasi dan Keadilan di DPR RI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Korps HMI-Wati Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Kohati PB HMI) bersama PB HMI menggelar aksi nasional bertajuk “Koreksi Indonesia” di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (1/9). Kehadiran Kohati menandai peran strategis perempuan dalam menjaga demokrasi dan menyuarakan aspirasi rakyat di pusat kekuasaan negara.

Ketua Umum Kohati PB HMI, Sri Meisista, menegaskan bahwa DPR RI tidak boleh kehilangan arah dan kepercayaan publik.

“Kami berdiri di depan DPR RI hari ini untuk mengingatkan wakil rakyat bahwa kursi yang mereka duduki adalah amanah rakyat, bukan alat kepentingan segelintir elite. Kohati hadir sebagai suara moral, memastikan kritik mahasiswa tetap elegan, terarah, dan membawa solusi,” tegas Meisista.

Tujuh Suara Rakyat

Dalam aksi tersebut, Kohati bersama PB HMI mengumandangkan Tujuh Suara Rakyat sebagai koreksi bagi DPR RI dan pemerintah, yakni:

  1. Reformasi partai politik agar lebih transparan dan akuntabel.

  2. Pembenahan institusi publik secara serius dan menyeluruh.

  3. Pemecatan wakil rakyat yang dianggap toxic dan tidak berpihak pada rakyat.

  4. Penghentian pemborosan anggaran pejabat, mengutamakan layanan publik.

  5. Pengesahan RUU Pro-Rakyat.

  6. Revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

  7. Reformasi perpajakan yang lebih adil.

Meisista menegaskan bahwa perempuan tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam gerakan mahasiswa. Kehadiran Kohati justru menjadi energi moral yang menyeimbangkan dinamika aksi.

“Kohati hadir di depan DPR bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai energi moral yang menyeimbangkan dinamika gerakan. Kami ingin menunjukkan bahwa suara perempuan mampu menghadirkan wajah teduh perjuangan, sekaligus menjaga kondusifitas aksi agar tetap bermartabat,” ujarnya.

Kohati PB HMI menilai bahwa demokrasi yang sehat harus ditegakkan di atas keadilan sosial, keberpihakan kepada rakyat kecil, dan kesetaraan gender. Aksi di depan DPR RI menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengingatkan kembali wakil rakyat akan tanggung jawab sejarahnya.

“Perjuangan ini tidak akan berhenti di jalan, tetapi akan kami kawal sampai ke meja kebijakan. Kohati akan terus memastikan ruang bagi suara perempuan terbuka lebar, agar demokrasi Indonesia tidak kehilangan nuraninya,” tutup Meisista.

Aksi nasional “Koreksi Indonesia” ini menjadi bukti bahwa suara mahasiswa, terutama perempuan, masih menjadi garda depan dalam menuntut keadilan dan demokrasi yang bermartabat (RED)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Pers

    Dewan Pers Bongkar Fakta di Balik Opini yang Dihapus!

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pencabutan sebuah artikel opini di laman Detik.com tanggal 22 Mei 2025 menuai sorotan publik. Dewan Pers akhirnya angkat suara, menegaskan sikap dan prinsip yang dipegang terkait kebebasan pers dan transparansi media. Dalam pernyataan resminya, Dewan Pers menyebut bahwa mereka tidak pernah merekomendasikan ataupun meminta Detik.com mencabut tulisan tersebut. Saat ini, Dewan Pers […]

  • Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita

    DPR Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Kontainer Cengkeh Radioaktif

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dugaan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk cengkeh yang dikembalikan Amerika Serikat memicu perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi XII, Ratna Juwita Sari, meminta pemerintah memperketat seluruh prosedur penanganan kontainer yang kini berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ratna menilai pengawasan ekstra ketat wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko […]

  • DPR: Penyesuaian Harga BBM Cerminkan Respons Cepat Pemerintah

    DPR: Penyesuaian Harga BBM Cerminkan Respons Cepat Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle MA
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menilai pemerintah semakin adaptif dalam menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Ia mengapresiasi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama badan usaha penyedia BBM yang melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi mulai 1 […]

  • Nur Iswan, Senior Advisor INDOPOL (Politics, Policy and Business Research)

    Belajar Kepada Pagar

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Oleh: Nur Iswan* JAKARTA, RADIANYTVOICE.ID – Ketika sudah tiba waktunya, tak seorang pun bisa menghadangnya. Tak ada pihak manapun bisa menghalaunya. Tidak bisa. Setidaknya, skenario yang telah disusun dengan rapih harus berubah. Disesuaikan dan dirancang ulang. Setelah kita “dipaksa” belajar kepada pedagang es teh. Kita semua dikejutkan dan disadarkan untuk belajar kepada Pagar. Tepatnya kepada […]

  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atau Ara meresmikan pembangunan rumah gratis di Tangerang sebagai tanda dimulainya program 3 juta rumah, Jum'at (1/11/2024). Sumber foto : TRIBUN

    Aguan : PIK Untuk Semua. Bangun Masjid juga.

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan, menegaskan bahwa kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bukanlah hunian eksklusif. Hal ini disampaikan saat ia berbincang dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengenai berbagai rencana pengembangan kawasan tersebut. “PIK ini kita rancang buat semua, tidak eksklusif. Kita bisa […]

  • Penulis Dr.Taufiq Pasiak

    Mereka yang Menjual rasa takut dan ‘Musuh Bersama’

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Oleh : Taufiq Fredrik Pasiak Saya pertama kali mendengar istilah “musuh bersama” atau common enemy bukan di ruang kuliah, bukan pula dari buku tebal teori politik. Istilah itu justru muncul dalam sebuah obrolan kecil saat masih mahasiswa—di antara diskusi-diskusi ringan yang kerap tak berujung. Pemahaman yang lebih utuh dan membekas justru saya dapatkan pada suatu […]

expand_less