Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » DPR: Cegah Korupsi Bisa Dimulai dari Pelayanan Publik

DPR: Cegah Korupsi Bisa Dimulai dari Pelayanan Publik

  • account_circle MA
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima menilai pengawasan Ombudsman Republik Indonesia terhadap pelayanan publik dapat menjadi langkah preventif untuk mencegah potensi korupsi dan gratifikasi. Menurutnya, persoalan dalam pelayanan publik tidak selalu harus berujung pada proses hukum, tetapi dapat dicegah sejak awal melalui pengawasan dan perbaikan tata kelola.

“Intinya, banyak kasus, termasuk di Jawa Tengah, sebenarnya tidak perlu harus masuk ke ranah pidana atau perdata. Cukup melalui pengawasan pelayanan publik yang dapat mendeteksi potensi gratifikasi dan korupsi,” ujar Aria, Rabu (30/9/2026).

Menurut Aria, Ombudsman tidak hanya berperan melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi kepada aparatur pemerintah daerah agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan. Hal ini dinilai penting seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, sederhana, dan transparan.

“Saya melihat kerja Ombudsman sebenarnya lebih memberikan edukasi kepada jajaran aparat pemerintahan di daerah, khususnya terkait pelayanan publik,” katanya.

Aria juga mendorong agar setiap temuan maupun pengaduan masyarakat yang diterima Ombudsman segera dikoordinasikan dengan inspektorat, kepala daerah, serta perangkat daerah terkait. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan adanya tindakan perbaikan terhadap persoalan yang ditemukan.

“Hal itu untuk melakukan berbagai corrective action atas temuan atau masukan Ombudsman yang langsung didapat dari ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan publik,” jelasnya.

Ia menekankan, penguatan integritas aparatur harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas teknis. Karena itu, Aria berharap kerja sama antara Ombudsman dan pemerintah daerah tidak berhenti pada pengawasan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan upaya pencegahan yang konkret.

“Kami berharap dengan kunjungan ini Ombudsman dapat semakin bekerja sama, berkolaborasi, dan berkoordinasi sampai pada proses penyelesaian secara preventif, misalnya melalui pendampingan atau pemberdayaan ke seluruh daerah,” ujarnya.

Aria menilai pelayanan publik harus mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat, terutama melalui proses yang cepat, sederhana, dan bebas dari pungutan di luar ketentuan. Menurutnya, pelayanan yang lambat dan birokrasi yang berbelit dapat membuka celah terjadinya praktik korupsi maupun gratifikasi.

Ia juga menilai perubahan metode penilaian Ombudsman yang semakin memperhatikan pengalaman masyarakat menjadi penting dalam mengukur kualitas pelayanan secara nyata. Menurutnya, terpenuhinya aspek administratif belum tentu mencerminkan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Administrasi yang secara formal sudah sempurna belum tentu secara kualitatif hasilnya sama. Di tingkat implementasi masih bisa terdapat kekurangan yang dinilai masyarakat secara sederhana, seperti kecepatan pelayanan, mekanisme birokrasi yang tidak berbelit, dan tidak adanya under table atau uang amplop untuk mempercepat pelayanan,” paparnya.

Dorong Digitalisasi Pelayanan

Dalam evaluasi pelayanan publik di Jawa Tengah, Aria juga menyoroti pentingnya penguatan layanan berbasis digital. Menurutnya, digitalisasi harus benar-benar memangkas proses birokrasi, bukan justru membuat masyarakat harus menjalani prosedur yang sama secara daring dan luring.

“Yang namanya masyarakat belum terlalu confidence dengan online, masih butuh meyakinkan secara faktual. Kami berharap tradisi pelayanan online ini tidak harus dibarengi dengan offline, di mana yang bersangkutan datang untuk melakukan verifikasi faktual. Belum lagi ketika pengambilan dokumen,” ujarnya.

Ia menilai mekanisme pengambilan dokumen juga perlu diperbaiki untuk mempersempit celah praktik percaloan setelah dokumen selesai diproses. Karena itu, Aria mendorong agar sistem pelayanan semakin terintegrasi secara digital dan pengambilan dokumen dapat dilakukan sedekat mungkin dengan masyarakat.

“Ini yang menjadi perhatian kami. Tadi kami menanyakan langsung kepada masyarakat terkait kualitas pelayanan yang dirasakan. Ada seorang ibu yang membuat akta kelahiran anak, sudah mendaftar secara online, dan dokumennya jadi dalam tiga hari. Namun, dia masih harus datang untuk melakukan verifikasi faktual secara langsung,” ungkapnya.

Menurut Aria, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk menyederhanakan proses pelayanan. Terlebih, dokumen administrasi kependudukan yang telah selesai diproses masih memerlukan mekanisme pengambilan yang dinilai berpotensi membuka ruang bagi praktik percaloan.

“Karena ini rentan calo-calo bermain setelah dokumen jadi,” katanya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu berharap ke depan pelayanan publik dapat dilakukan secara daring secara lebih menyeluruh. Jika pengambilan dokumen tetap diperlukan, ia mendorong agar masyarakat dapat mengambilnya di tingkat desa sehingga tidak perlu datang ke pusat pelayanan yang lebih jauh.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota Komisi II DPR RI, di antaranya Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Wahyudin Noor Aly, dan Ali Ahmad, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

  • Penulis: MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia, Jumat (20/6)

    Debut Internasional Prabowo Tuai Apresiasi di SPIEF 2025

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    ST. PETERSBURG, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mencuri perhatian dalam Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia, Jumat (20/6), dengan pengakuan jujur dan bersahaja yang langsung disambut tepuk tangan hadirin. Dalam forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin dunia, Prabowo mengaku sedikit gugup karena ini adalah debutnya sebagai kepala negara di panggung […]

  • Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim

    Terbongkar! Dugaan Korupsi Laptop Era Nadiem Rugikan Negara Rp10 T

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa laptop jenis Chromebook. Kasus ini menyeret kebijakan era Menteri Nadiem Makarim yang mengucurkan anggaran nyaris Rp10 triliun. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, […]

  • Ahmad Doli Kurnia (Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI)

    Doli Kurnia: Kholis Malik, Sosok Diam Penuh Makna

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam peringatan 40 hari wafatnya Kholis Malik, Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI sekaligus Politisi Partai Golkar, mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang penuh keteladanan dan pengabdian. Acara berlangsung di Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (27/12/2024), dan dihadiri keluarga, sahabat, serta kolega almarhum. Ahmad Doli memulai sambutannya dengan mengenang […]

  • Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti.

    PKS Tegaskan Komitmen Perkuat Koperasi Lewat RUU Baru

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk memperkuat koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pandangan fraksi disampaikan oleh Anggota Baleg DPR RI, Reni Astuti, dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan. Reni menekankan bahwa koperasi memiliki […]

  • MW KAHMI JAYA Gelar Penyembelihan dan Distribusi Hewan Qurban Idul Adha 1447 H/2026 M

    MW KAHMI JAYA Gelar Penyembelihan dan Distribusi Hewan Qurban Idul Adha 1447 H/2026 M

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id — Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, Majelis Wilayah KAHMI Jakarta Raya (MW KAHMI JAYA) menyelenggarakan kegiatan penyembelihan dan distribusi hewan qurban pada Rabu, 27 Mei 2026. Kegiatan berlangsung sejak pagi hari di halaman Sekretariat MW KAHMI JAYA, Gedung Pemuda, Jalan Velodrome III, Rawamangun, Jakarta Timur. Pada pelaksanaan qurban […]

  • Amad Muzani dan Jusuf Kalla

    Muzani Dorong Kader PII untuk Berkontribusi pada Kepemimpinan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani, memberikan dorongan kuat kepada anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) untuk berkontribusi besar dalam kepemimpinan nasional. Dalam pidatonya di Muktamar VII Keluarga Besar PII di Jakarta pada Jumat (13/9/2024), Muzani mengungkapkan harapannya agar suatu saat nanti, kader PII bisa menjadi presiden atau wakil presiden Indonesia, mengikuti jejak Jusuf […]

expand_less