Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » HMI Tahu Caranya, PMII Nggak Tahu Caranya

HMI Tahu Caranya, PMII Nggak Tahu Caranya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : MS As-Syadzili*

Suatu waktu, Mantan Ketua Umum PBNU dan Presiden Indonesia ke-IV, KH.Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, menghadiri acara yang digelar oleh organisasi kemahasiswaan yang memiliki kedekatan historis dengan NU, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Di acara itu, Gus Dur didaulat untuk memberikan kata sambutan. Awalnya, acara tersebut berjalan datar-datar saja. Karena pembicara-pembicara sebelumnya menyajikan dan mempidatokan hal-hal yang serius.

Tibalah giliran Gus Dur untuk naik ke atas panggung. Tak ada yang mengira bahwa naiknya Gus Dur ke atas podium akan membawa suasana yang mulanya serius menjadi penuh ger-geran. Gus Dur memulai kata sambutannya dengan hook yang menarik perhatian audiens sejak detik pertama. Gus Dur bertanya pada hadirin yang hadir di ruangan itu:

“Apa bedanya HMI dan PMII?”,tanya Gus Dur membuka kata sambutannya.

Karuan saja berbagai jawaban mencelat keluar dari para hadirin yang hadir di ruangan itu. Umumnya, semua jawaban itu jawaban formal.

“Nggak ada yang benar,”tukas Gus Dur.

“Yang benar itu, HMI tahu caranya dan menghalalkan segala cara sedangkan PMII nggak tahu caranya!,”lanjut Gus Dur disambut geer seluruh hadirin.

Joke satire yang dilontarkan Gus Dur ini sengaja penulis tampilkan ditengah viralnya pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia yang juga Mantan Ketua Umum PB PMII, Muhaimin Iskandar. Sosok yang biasa dipanggil Cak Imin itu, dalam kesempatan pelantikan dan pengukuhan Pengurus PB IKA PMII Periode 2025-2030 menyindir HMI, organisasi bentukan Lafran Pane.

“Nggak ada (kader) PMII itu nggak tumbuh dari bawah. Kalau ada yang tumbuh tidak dari bawah, itu bukan (kader) PMII. Itu (kader) HMI,”seloroh Cak Imin.

Slepetan Cak Imin ini sontak membuat panas kuping kader HMI. Sampai-sampai beredar selebaran kalau kader HMI akan melakukan aksi demonstrasi di Sekretariat DPP PKB. Hal yang menurut penulis, tidak perlu mengeluarkan tanggapan seperti itu terhadap joke yang dilontarkan oleh Ketua Umum PKB itu. Cukuplah joke dibalas dengan joke dengan cara yang elegan.

Kalau menurut Cak Imin, (kader) HMI nggak tumbuh dari bawah, itu karena kader HMI sudah tahu caranya bagaimana bisa langsung melesat dan melenting naik ke atas. Sedangkan kader PMII, seperti joke Gus Dur di awal tulisan ini, nggak tahu caranya.

Jadi sebenarnya, pernyataan Gus Dur “HMI tahu caranya dan bahkan menghalalkan segala cara. Sementara PMII nggak tahu caranya”,adalah pernyataan tajam yang terdengar seperti lelucon. Dan penting untuk diketahui, lelucon itu terkadang lebih menyakitkan dibandingkan pukulan. Lalu untuk siapa Gus Dur melemparkan joke itu? Ya tentu bukan hanya untuk PMII saja. Melainkan juga untuk HMI.

Maka ketika Gus Dur menyampaikan joke tersebut, kita seolah sedang menyaksikan stand-up comedy politik dengan naskah filsuf, ditulis di antara senyum sinis dan tawa getir.

HMI digambarkan oleh Gus Dur sebagai organisasi yang tahu caranya. Tentu, ini bisa dibaca sebagai pujian bagi kelihaian HMI menavigasi dunia politik dan kekuasaan. HMI tahu kapan harus bicara soal nation and character building, dan tahu kapan masuk ke ruang rapat elite tanpa undangan dan bahkan tanpa diketahui oleh yang punya acara.

Namun, di sisi lain, satire Gus Dur itu juga menyelipkan tusukan: “menghalalkan segala cara.” Artinya, HMI bukan hanya tahu “apa” dan “bagaimana”, tapi kadang lupa “kenapa” dan “untuk siapa”.

Andai saja, (ini penulis berandai-andai lho ya) filsuf politik Italia Nicolo Machiavelli hidup di Indonesia, mungkin dia akan bergabung dengan HMI cabang Renaissance.

“Yang penting hasilnya. Idealisme bisa menyusul, asal dapat jabatan dulu”begitu kira-kira yang akan disampaikan Machiavelli dari HMI Cabang Renaisance di forum-forum diskusi HMI.

Sementara itu, bagaimana dengan PMII yang dalam satire Gus Dur itu dipandang ‘nggak tahu caranya’?.

Ini Gus Dur seperti mau bilang,”niat sih bagus, tapi ya gitu.. Kalau nggak tahu caranya, sama aja bohong!”.

Oleh Gus Dur, PMII digambarkan seperti anak idealis yang tersesat di tengah rimba kekuasaan. Mereka hafal Manhaj Ahlussunnah, tapi tak tahu cara melobi Dirjen. Mereka punya semangat, tapi ditertawakan saat salah mengisi proposal.

Satire Gus Dur ini bukan ejekan kosong, tapi tamparan reflektif. Gus Dur, sebagai sosok yang dihormati oleh kader PMII sekaligus mantan Ketum PBNU, justru sedang menyampaikan bahwa kemurnian niat tak cukup jika tak dibarengi kecakapan. Tapi juga, kecakapan saja tanpa nurani akan menjadi bencana.

Pada akhirnya, Gus Dur tak sedang menjatuhkan salah satu, tapi mengolok-olok keduanya dengan cinta. HMI, cerdas tapi terlalu cair hingga bisa masuk ke semua warna partai dan posisi manapun. Sementara PMII, setia pada nilai-nilai Aswaja, tapi sering tertinggal karena tak membawa kompas navigasi di politik praktis. Ngumpulnya kader PMII pun mayoritas di PKB. Kalau pun ada di partai yang tidak dibidani kelahirannya oleh NU, bisa dihitung dengan jari. Karenanya, sangat jarang dan bahkan belum kita lihat saat ini, kader PMII yang bisa menjadi Ketua Umum Partai di luar PKB dan PPP. Mengapa? Ya lagi-lagi karena PMII nggak tahu caranya.

*Penulis adalah Kerani Arsip Historia HMI dan Warga NU Kultural

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP Partai Golkar dalam acara Silaturahmi Perempuan Partai Golkar dan Peringatan Hari Ibu di Aula DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta pada Jum'at (20/12/2024).

    Kisah Inspiratif Sri Suparni Bahlil Warnai Acara Silaturahmi Perempuan Golkar

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Partai Golkar menggelar acara Silaturahmi Perempuan Partai Golkar dan Peringatan Hari Ibu di Aula DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (20/12/2024). Acara ini dibarengi bedah buku Memahat Jejak Merawat Asa karya Sri Suparni Bahlil, yang menjadi inspirasi bagi perempuan kader Golkar untuk terus berkarya. Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP Partai Golkar, Hetifah […]

  • Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta

    Sukamta Soroti Penerima Bansos Terjerat Judi Online

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Fenomena judi online (judol) kini semakin memprihatinkan karena tidak hanya melibatkan masyarakat umum, tetapi juga penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai kondisi ini sebagai tanda darurat sosial-ekonomi digital yang perlu segera ditangani secara sistematis oleh pemerintah pusat dan daerah. “Sangat miris ketika ada penerima […]

  • Presiden Soeharto

    Tolak Soeharto Jadi Pahlawan, Saidiman: Masa Depan Indonesia Terancam!

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, melontarkan kritik keras terhadap wacana menjadikan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. Lewat unggahan di akun X pribadinya pada Rabu (21/05/2025), Saidiman menyebut Soeharto sebagai presiden paling brutal dan pemerintahan Orde Baru sebagai rezim paling serakah dalam sejarah Indonesia. “Mengapa saya menolak […]

  • Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, Ahmad Basarah. Sumber foto : Istimewa.

    “Saya Pengagum Bung Karno”, Jadi Alasan Megawati Siap Bertemu Prabowo

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI Prabowo Subianto bukan sekadar silaturahmi. Faktor pemulihan nama baik Bung Karno menjadi salah satu alasan utama yang mendorong keduanya untuk bertemu. Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI Perjuangan, mengungkapkan bahwa Megawati telah memberikan sinyal positif untuk merencanakan pertemuan dengan Prabowo sejak Oktober […]

  • Wakil Gubernur Bali, GIri Prasta

    Belum Terdaftar Resmi di Kesbangpol Bali, Wagub: GRIB Jaya Tidak Diperlukan di Bali

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya belum terdaftar secara resmi di Provinsi Bali. Hal ini ditegaskan oleh Gede Adhi Tiana Putra, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali, pada Selasa (6/5) kemarin. “Saat ini belum terdaftar resmi,” ujarnya saat dikonfirmasi. Menurut […]

  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atau Ara meresmikan pembangunan rumah gratis di Tangerang sebagai tanda dimulainya program 3 juta rumah, Jum'at (1/11/2024). Sumber foto : TRIBUN

    Aguan : PIK Untuk Semua. Bangun Masjid juga.

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan, menegaskan bahwa kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bukanlah hunian eksklusif. Hal ini disampaikan saat ia berbincang dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengenai berbagai rencana pengembangan kawasan tersebut. “PIK ini kita rancang buat semua, tidak eksklusif. Kita bisa […]

expand_less