Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » HMI Tahu Caranya, PMII Nggak Tahu Caranya

HMI Tahu Caranya, PMII Nggak Tahu Caranya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : MS As-Syadzili*

Suatu waktu, Mantan Ketua Umum PBNU dan Presiden Indonesia ke-IV, KH.Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, menghadiri acara yang digelar oleh organisasi kemahasiswaan yang memiliki kedekatan historis dengan NU, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Di acara itu, Gus Dur didaulat untuk memberikan kata sambutan. Awalnya, acara tersebut berjalan datar-datar saja. Karena pembicara-pembicara sebelumnya menyajikan dan mempidatokan hal-hal yang serius.

Tibalah giliran Gus Dur untuk naik ke atas panggung. Tak ada yang mengira bahwa naiknya Gus Dur ke atas podium akan membawa suasana yang mulanya serius menjadi penuh ger-geran. Gus Dur memulai kata sambutannya dengan hook yang menarik perhatian audiens sejak detik pertama. Gus Dur bertanya pada hadirin yang hadir di ruangan itu:

“Apa bedanya HMI dan PMII?”,tanya Gus Dur membuka kata sambutannya.

Karuan saja berbagai jawaban mencelat keluar dari para hadirin yang hadir di ruangan itu. Umumnya, semua jawaban itu jawaban formal.

“Nggak ada yang benar,”tukas Gus Dur.

“Yang benar itu, HMI tahu caranya dan menghalalkan segala cara sedangkan PMII nggak tahu caranya!,”lanjut Gus Dur disambut geer seluruh hadirin.

Joke satire yang dilontarkan Gus Dur ini sengaja penulis tampilkan ditengah viralnya pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia yang juga Mantan Ketua Umum PB PMII, Muhaimin Iskandar. Sosok yang biasa dipanggil Cak Imin itu, dalam kesempatan pelantikan dan pengukuhan Pengurus PB IKA PMII Periode 2025-2030 menyindir HMI, organisasi bentukan Lafran Pane.

“Nggak ada (kader) PMII itu nggak tumbuh dari bawah. Kalau ada yang tumbuh tidak dari bawah, itu bukan (kader) PMII. Itu (kader) HMI,”seloroh Cak Imin.

Slepetan Cak Imin ini sontak membuat panas kuping kader HMI. Sampai-sampai beredar selebaran kalau kader HMI akan melakukan aksi demonstrasi di Sekretariat DPP PKB. Hal yang menurut penulis, tidak perlu mengeluarkan tanggapan seperti itu terhadap joke yang dilontarkan oleh Ketua Umum PKB itu. Cukuplah joke dibalas dengan joke dengan cara yang elegan.

Kalau menurut Cak Imin, (kader) HMI nggak tumbuh dari bawah, itu karena kader HMI sudah tahu caranya bagaimana bisa langsung melesat dan melenting naik ke atas. Sedangkan kader PMII, seperti joke Gus Dur di awal tulisan ini, nggak tahu caranya.

Jadi sebenarnya, pernyataan Gus Dur “HMI tahu caranya dan bahkan menghalalkan segala cara. Sementara PMII nggak tahu caranya”,adalah pernyataan tajam yang terdengar seperti lelucon. Dan penting untuk diketahui, lelucon itu terkadang lebih menyakitkan dibandingkan pukulan. Lalu untuk siapa Gus Dur melemparkan joke itu? Ya tentu bukan hanya untuk PMII saja. Melainkan juga untuk HMI.

Maka ketika Gus Dur menyampaikan joke tersebut, kita seolah sedang menyaksikan stand-up comedy politik dengan naskah filsuf, ditulis di antara senyum sinis dan tawa getir.

HMI digambarkan oleh Gus Dur sebagai organisasi yang tahu caranya. Tentu, ini bisa dibaca sebagai pujian bagi kelihaian HMI menavigasi dunia politik dan kekuasaan. HMI tahu kapan harus bicara soal nation and character building, dan tahu kapan masuk ke ruang rapat elite tanpa undangan dan bahkan tanpa diketahui oleh yang punya acara.

Namun, di sisi lain, satire Gus Dur itu juga menyelipkan tusukan: “menghalalkan segala cara.” Artinya, HMI bukan hanya tahu “apa” dan “bagaimana”, tapi kadang lupa “kenapa” dan “untuk siapa”.

Andai saja, (ini penulis berandai-andai lho ya) filsuf politik Italia Nicolo Machiavelli hidup di Indonesia, mungkin dia akan bergabung dengan HMI cabang Renaissance.

“Yang penting hasilnya. Idealisme bisa menyusul, asal dapat jabatan dulu”begitu kira-kira yang akan disampaikan Machiavelli dari HMI Cabang Renaisance di forum-forum diskusi HMI.

Sementara itu, bagaimana dengan PMII yang dalam satire Gus Dur itu dipandang ‘nggak tahu caranya’?.

Ini Gus Dur seperti mau bilang,”niat sih bagus, tapi ya gitu.. Kalau nggak tahu caranya, sama aja bohong!”.

Oleh Gus Dur, PMII digambarkan seperti anak idealis yang tersesat di tengah rimba kekuasaan. Mereka hafal Manhaj Ahlussunnah, tapi tak tahu cara melobi Dirjen. Mereka punya semangat, tapi ditertawakan saat salah mengisi proposal.

Satire Gus Dur ini bukan ejekan kosong, tapi tamparan reflektif. Gus Dur, sebagai sosok yang dihormati oleh kader PMII sekaligus mantan Ketum PBNU, justru sedang menyampaikan bahwa kemurnian niat tak cukup jika tak dibarengi kecakapan. Tapi juga, kecakapan saja tanpa nurani akan menjadi bencana.

Pada akhirnya, Gus Dur tak sedang menjatuhkan salah satu, tapi mengolok-olok keduanya dengan cinta. HMI, cerdas tapi terlalu cair hingga bisa masuk ke semua warna partai dan posisi manapun. Sementara PMII, setia pada nilai-nilai Aswaja, tapi sering tertinggal karena tak membawa kompas navigasi di politik praktis. Ngumpulnya kader PMII pun mayoritas di PKB. Kalau pun ada di partai yang tidak dibidani kelahirannya oleh NU, bisa dihitung dengan jari. Karenanya, sangat jarang dan bahkan belum kita lihat saat ini, kader PMII yang bisa menjadi Ketua Umum Partai di luar PKB dan PPP. Mengapa? Ya lagi-lagi karena PMII nggak tahu caranya.

*Penulis adalah Kerani Arsip Historia HMI dan Warga NU Kultural

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • I Can English

    Pentingnya Belajar Bahasa Inggris di Era Digital

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pentingnya belajar bahasa Inggris di era digital kini menjadi lebih jelas dari sebelumnya. Dalam dunia yang serba terhubung seperti sekarang, kemampuan bahasa Inggris bukan hanya sebuah keahlian tambahan, tetapi kebutuhan utama. Kamu akan menemukan bahwa banyak informasi, peluang karir, dan bahkan interaksi sosial sekarang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.  Dengan mempelajari […]

  • Salah satu adegan dalam film Roman Empire

    Review Film Roman Empire: Kekuasaan, Pengkhianatan, dan Kejatuhan dalam Balutan Sejarah

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Roman Empire, serial dokumenter-dramatis yang diproduksi oleh Netflix, menawarkan perspektif unik dalam menggambarkan kisah-kisah kekaisaran Romawi yang penuh intrik. Serial ini menggabungkan narasi historis dengan drama aksi langsung, memberikan pengalaman yang tidak hanya informatif tetapi juga menghibur. Dengan alur yang berfokus pada tokoh-tokoh penting dalam sejarah Romawi, seperti Commodus, Julius Caesar, dan […]

  • Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro

    Fauzi Amro: Reformasi Impor Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Pangan

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menegaskan bahwa penghapusan kuota impor merupakan langkah awal restrukturisasi ekonomi pangan yang bertujuan meningkatkan pendapatan negara sekaligus melindungi produktivitas domestik. Dalam keterangan resminya di Jakarta, Jum’at (11/4/2025), Fauzi menjelaskan bahwa kebijakan penghapusan kuota impor, seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto, bukan berarti membuka jalan […]

  • Wakil Ketua Komisi X, My Esti Wijayanti

    Komisi X: Sekolah Rakyat Harus Jadi Inovasi, Bukan Pelarian Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, menekankan bahwa program Sekolah Rakyat tak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, program ini harus menjadi ruang inovasi pendidikan untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, bukan sekadar pelengkap atau “pelarian” dari sistem pendidikan formal. Politisi PDI Perjuangan itu meminta agar pengelolaan Sekolah Rakyat dialihkan […]

  • Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Kantor Presiden Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Diskon Listrik Batal! Pemerintah Ubah Skema, Warga Kecewa

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Rencana pemberian diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk periode Juni–Juli 2025 resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah proses penganggaran dinilai tidak memungkinkan untuk dijalankan tepat waktu. “Kita sudah rapat dan memutuskan, karena penganggaran diskon listrik butuh waktu lebih lama, maka tidak bisa dijalankan di bulan Juni–Juli,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani […]

  • Tuan Guru Bajang Zainul Majdi

    TGB Zainul Majdi Mundur, Partai Perindo Tetap Dukung Kakaknya

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, resmi mengundurkan diri dari Partai Perindo. Langkah TGB meninggalkan partai yang dipimpin Angela Tanoesoedibjo ini dikonfirmasi langsung oleh Plt Sekretaris Jenderal Perindo, Ferry Kurnia, Jumat (1/11). TGB sebelumnya memiliki peran strategis sebagai Ketua Harian Partai Perindo. Menurut Ferry, TGB mengajukan […]

expand_less