Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kamala Harris Menuntut Debat Kedua: Pemilih Berhak Melihat Pilihan Mereka

Kamala Harris Menuntut Debat Kedua: Pemilih Berhak Melihat Pilihan Mereka

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMERIKA, CUPLIKAN.CO.ID – Setelah debat presiden pertama yang sengit di Philadelphia, Kamala Harris menanggapi penolakan Donald Trump untuk mengikuti debat kedua dengan pernyataan keras di North Carolina. Harris menegaskan bahwa pemilih “berhak” untuk melihat debat tambahan karena besarnya kepentingan pemilihan mendatang.

“Apa yang dipertaruhkan tidak bisa lebih penting,” kata Harris dalam rapat umum kampanye tersebut.

Harris menekankan bahwa pemilih harus diberikan kesempatan untuk membandingkan calon secara langsung, terutama karena kedua kandidat berada dalam posisi yang sangat ketat menjelang pemilihan.

Jajak pendapat yang dilakukan pascadebat menunjukkan Harris tampil lebih baik daripada Trump, dengan serangkaian serangan pribadi yang membuat Trump defensif. Dalam debat tersebut, Harris menyoroti berbagai isu termasuk ukuran kerumunan rapat umum Trump dan keterlibatannya dalam kerusuhan 6 Januari 2021 di Capitol AS.

Tanggapan Harris terhadap penolakan Trump menekankan pentingnya debat untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pemilih mengenai pilihan mereka. Trump, yang menolak untuk mengikuti debat kedua, mengklaim bahwa hasil jajak pendapat menunjukkan dirinya sebagai pemenang debat pertama. Ia menuduh Harris hanya mencari alasan untuk pertandingan ulang setelah kekalahan. Trump juga mengkritik jurnalis ABC yang memoderasi debat, menyebut mereka tidak adil dan memihak Harris.

“Kami rasa kami sudah membahas semuanya dan saya tidak berpikir mereka juga menginginkannya,” kata Trump dalam wawancara dengan Telemundo Arizona sebagaimana dipetik dari BBC News.

Dalam kampanyenya, Harris terus mendesak agar debat kedua tetap dilanjutkan dengan argumen bahwa debat tambahan akan memberikan kesempatan bagi pemilih untuk menilai secara mendalam pilihan mereka. Kampanye tersebut menekankan kesiapan Harris untuk menghadapi debat kedua dan mengecam keputusan Trump sebagai upaya untuk menghindari tantangan.

Setelah debat pertama, beberapa juru bicara kampanye Trump, termasuk Anggota DPR Republik Matt Gaetz, sempat memperkirakan bahwa Trump akan menerima debat tambahan. Namun, Trump menyebut debat tersebut “dipalsukan” dan menolak untuk melanjutkannya. Penolakan ini tampaknya bertentangan dengan pernyataan awal kampanyenya yang mendukung serangkaian debat.

Keputusan Trump untuk menolak debat kedua juga menciptakan ketidakpastian mengenai jadwal debat mendatang. Penasihat senior Trump, Jason Miller, sebelumnya mengonfirmasi bahwa Trump akan berpartisipasi dalam tiga debat, namun pernyataan ini tampaknya tidak sesuai dengan keputusan terbaru Trump.

Menurut Adam Green dari Komite Kampanye Perubahan Progresif, keputusan Trump untuk menolak adanya debat kedua bisa menjadi keuntungan bagi kampanye Harris, memberikan kesan positif sebagai kandidat yang serius.

“Pemilih akan memiliki kesan yang bertahan lama tentang Kamala Harris sebagai seseorang yang layaknya  presiden dan berdiri di sisi mereka,” kata Green. Namun, ada juga pandangan bahwa keputusan Trump mungkin menandakan rasa takut akan kehilangan momentum.

Perlu untuk diketahu, debat calon presiden telah menjadi tradisi sejak 1960 di mana saat itu terjadi perdebatan yang sengit pertama kali dalam sejarah Amerika antara Kennedy melawan Nixon. Tetapi, pasca keputusan Joe Biden untuk menarik diri dari kobtestasi dan ketidakpastian mengenai debat tambahan antara Harris dan Trump menciptakan tensi politik yang meninggi dalam kontestasi pemilihan presiden Amerika kali ini. Statistik menunjukkan bahwa debat pertama menarik perhatian besar dari pemirsa, menambah kompleksitas persaingan politik yang semakin ketat (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita

    DPR Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Kontainer Cengkeh Radioaktif

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dugaan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk cengkeh yang dikembalikan Amerika Serikat memicu perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi XII, Ratna Juwita Sari, meminta pemerintah memperketat seluruh prosedur penanganan kontainer yang kini berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ratna menilai pengawasan ekstra ketat wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko […]

  • Diskusi Publik bertajuk “Ekonomi Kerakyatan dan Pengakuan Masyarakat Adat” di SleepLess Owl, Jakarta Selatan.

    RUU Masyarakat Adat Didorong Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Keberlanjutan

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat menggelar Diskusi Publik bertajuk “Ekonomi Kerakyatan dan Pengakuan Masyarakat Adat” di SleepLess Owl, Jakarta, Rabu (08/10). Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, ahli ekonomi, hingga tokoh masyarakat adat, untuk membahas pentingnya percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat yang telah tertunda lebih dari satu dekade di […]

  • Ekonom Dendi Ramdani

    Ekonom Dorong Kepala KSP Qodari Pecahkan Hambatan Program Presiden

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ekonom menilai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari perlu mengambil peran strategis dalam mendukung keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Menurut Ekonom Bank Mandiri, Dendi Ramdani, KSP dapat berfungsi sebagai agen pemecah hambatan (debottlenecking agent) dalam memastikan program-program besar berjalan lancar. “Pemerintah di bawah Presiden Prabowo […]

  • Presiden Soeharto

    Tolak Soeharto Jadi Pahlawan, Saidiman: Masa Depan Indonesia Terancam!

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, melontarkan kritik keras terhadap wacana menjadikan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. Lewat unggahan di akun X pribadinya pada Rabu (21/05/2025), Saidiman menyebut Soeharto sebagai presiden paling brutal dan pemerintahan Orde Baru sebagai rezim paling serakah dalam sejarah Indonesia. “Mengapa saya menolak […]

  • Ir. H. Abdullah Rasyid, ME (Kiri)

    Geliat Properti Bali dan Waspada Imigrasi

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. H. Abdullah Rasyid, ME Di antara Bali dan Keimigrasian telah terjalin “afliasi” yang sangat erat dan merekat. Jika Provinsi Bali menjadi salah satu “wajah-budaya” dan destinasi wisata utama di Indonesia, maka “Keimigrasian” merupakan upaya negara dalam menghadirkan penegakan hukum bagi setiap warga negara asing (WNA) agar “patuh” terhadap konstitusi positif perundangan Republik Indonesia. […]

  • Peluncuran dan Bedah Buku “Kyai Faqih Maskumambang: Peradaban Santri dan Altar Kebangsaan”, yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

    Menulis Sejarah Ulama, Meneguhkan Identitas Islam Kebangsaan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Langkah pemerintah melalui Bappenas dalam menulis dan menerbitkan biografi para ulama, seperti Kyai Faqih Maskumambang, menuai apresiasi dari kalangan pesantren dan tokoh agama. Tak sekadar pengakuan terhadap kontribusi ulama dalam sejarah bangsa, inisiatif ini dinilai sebagai upaya strategis dalam memperkuat jati diri kebangsaan yang berbasis nilai-nilai Islam Nusantara. Hal ini mengemuka dalam […]

expand_less