Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tidak Ada Ruang untuk Dialog Setelah Serangan AS

Tidak Ada Ruang untuk Dialog Setelah Serangan AS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Abolfazl Salehinia

Amerika Serikat kini secara langsung telah terlibat dalam perang antara Iran dan Israel dengan melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran di berbagai lokasi. Tindakan ini menunjukkan keberpihakan terbuka Washington terhadap rezim Zionis dalam kampanye militer mereka.

Sebelumnya, keterlibatan AS dimulai dengan penyediaan peralatan militer, dukungan intelijen, bantuan logistik, dan dukungan politik terhadap Israel. Namun, partisipasi langsung ini menandai eskalasi besar dan berbahaya dalam konflik.

Meski begitu, perkembangan ini bukanlah hal yang mengejutkan. Selama ini, menjaga keberlangsungan rezim Israel dan memuaskan kepemimpinannya telah menjadi prioritas strategis yang tak tergoyahkan bagi AS dan sekutunya di Barat. Namun, keterlibatan langsung Washington kini dianggap sebagai kesalahan strategis besar yang diprediksi akan membawa konsekuensi tak terbalikkan.

Saat ini, beberapa pihak mulai membicarakan kemungkinan gencatan senjata dan mengakhiri konflik. Namun, pembicaraan serius ke arah itu harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan kedua belah pihak secara menyeluruh.

Sebelum AS terlibat secara langsung, terdapat berbagai suara di dalam Iran—sebagian mendorong negosiasi, sementara yang lain menegaskan perlunya melanjutkan perang hingga Israel benar-benar dihukum. Namun dalam situasi saat ini, ketika serangan udara Israel dan AS terus menghantam infrastruktur nuklir dan militer Iran, seruan untuk negosiasi atau penghentian perang dianggap tidak rasional dan tidak efektif.

Serangan yang ditargetkan pada fasilitas-fasilitas Iran serta pembunuhan ilmuwan nuklir dan komandan militer, bahkan saat negosiasi nuklir masih berlangsung, menunjukkan adanya niat buruk dan penipuan dari pihak AS. Negosiasi yang dilakukan ternyata hanyalah kedok untuk menutupi rencana permusuhan dan membuat Iran lengah sebelum serangan terkoordinasi diluncurkan.

Dengan adanya pengkhianatan tersebut, pembicaraan lebih lanjut mengenai negosiasi dinilai tidak memiliki kredibilitas dan hanya akan memberi ruang bagi para agresor untuk semakin berani.

Respons militer yang tegas dan kuat dianggap sebagai langkah yang paling tepat. Setiap bentuk keraguan atau penarikan diri dalam membela hak Iran untuk membalas akan ditafsirkan musuh sebagai kelemahan, dan bisa mendorong lebih banyak aksi agresi ke depannya.

Rezim Zionis telah keliru dalam menilai kekuatan militer Iran. Mereka percaya bisa mencapai tujuan lewat serangan cepat dan mendadak. Kesalahan ini kemungkinan dipengaruhi oleh respons Iran sebelumnya yang relatif terbatas dalam operasi balasan True Promise I dan II. Musuh mengira itu adalah batas maksimum dari kemampuan rudal Iran. Padahal, jika saat itu Iran melancarkan serangan yang lebih luas dan tegas, mungkin Israel tidak akan salah menilai kapasitas pertahanan Iran.

Kesalahan persepsi Israel ini membuat mereka yakin bahwa konfrontasi singkat dan terbatas akan berhasil. Namun kenyataannya, jalannya perang jauh melenceng dari proyeksi mereka. Dengan sejumlah target penting di wilayah Israel yang terus diserang dan kerugian yang meningkat, kepemimpinan Israel kini menghadapi tekanan besar di dalam negeri, baik akibat kerusakan yang terjadi maupun meningkatnya ketidakpuasan di wilayah pendudukan.

Iran pun telah menyerang berbagai target strategis di dalam Israel, termasuk pusat riset, pangkalan militer, fasilitas intelijen, bandara, pabrik, hingga pelabuhan komersial. Serangan-serangan ini tidak diperhitungkan dalam strategi awal Israel dan kini menempatkan Tel Aviv dalam tekanan ekonomi, sosial, dan psikologis yang serius.

Menghadapi situasi ini, Israel menyadari tidak bisa mencapai tujuan perangnya sendirian, dan akibatnya menarik Amerika Serikat lebih dalam ke dalam konflik.

Namun harus diakui, Iran juga mengalami kerugian dalam perang yang dipaksakan ini. Beberapa ilmuwan nuklir dan komandan militer senior telah dibunuh, dan sejumlah fasilitas nuklir yang dibangun selama bertahun-tahun mengalami kerusakan. Meski demikian, Iran berkomitmen untuk terus melanjutkan konfrontasi ini dengan kekuatan penuh. Tujuannya adalah memastikan musuh benar-benar menyesali tindakannya dan jera untuk melakukan agresi serupa di masa depan.

Jika perang dihentikan terlalu dini, ada risiko nyata bahwa musuh akan membangun kembali kekuatan militernya, memperbaiki kesalahan strategi sebelumnya, dan meluncurkan gelombang serangan baru terhadap Iran. Oleh karena itu, respons yang paling logis dan strategis saat ini adalah terus menimbulkan kerugian pada pihak agresor sampai pesan yang jelas tersampaikan: setiap upaya di masa depan untuk melemahkan Iran akan dibalas dengan tegas (RED).

*Penulis adalah Pakar Hubungan Timur Tengah

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kekerasan pada anak

    Polisi Dinilai Lalai Tangani Kasus Penganiayaan Bocah di Bluto Sumenep

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    SUMENEP, CUPLIKAN.CO.ID – Penanganan kasus penganiayaan terhadap bocah berinisial MG (12) di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan. Tiga bulan sejak dilaporkan pada Agustus 2025, keluarga korban menyebut tidak ada perkembangan berarti dari pihak kepolisian. Pelaku, SM (21), yang diketahui pernah menempuh pendidikan taruna di Malang, belum ditangkap dan diduga berada di luar kota. […]

  • Novelis Lebanon

    Novelis Terkenal Lebanon, Elias Khoury, Meninggal Dunia

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Elias Khoury, seorang novelis terkemuka asal Lebanon dan pendukung setia perjuangan Palestina, telah meninggal dunia pada usia 76 tahun. Khoury, yang dikenal sebagai suara penting dalam sastra Arab, telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya dalam beberapa bulan terakhir dan beberapa kali dirawat di rumah sakit sebelum meninggal pada Minggu pagi (15/9/24) seperti dilaporkan […]

  • Azhar Adam Pimpin Konsolidasi Politik BSN DPP Golkar di Banyumas, Fokus Penguatan Saksi hingga TPS

    Azhar Adam Pimpin Konsolidasi Politik BSN DPP Golkar di Banyumas, Fokus Penguatan Saksi hingga TPS

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    PURWOKERTO, EDITORIA.CO.ID – Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melaksanakan agenda konsolidasi organisasi di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Banyumas, Jalan Adhyaksa, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang dipimpin Sekretaris BSNPG Azhar Adam tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan […]

  • Chamad Hojin (Penulis/Voicer)

    Tantangan Humas di Era Post Truth, Algoritma dan AI

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Oleh : Chamad Hojin* Saat ini semua praktisi hubungan masyarakat atau public relations (Humas/PR) menghadapi tantangan dan dinamika yang luar biasa dalam mengelola reputasi kelembagaan atau perusahaan. Apalagi mereka yang menjaga dan mengelola reputasi kelembagaan pemerintahan dan politik. Sangat keras dan cepat pertarungannya dalam merebut simpati publik atau sebaliknya dalam merusak sebuah kepercayaan publik. Semua […]

  • Presiden Prabowo meresmikan akad massal 26 ribu Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sekaligus serah terima kunci rumah yang dipusatkan di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

    Prabowo Sindir Kader Gerindra Sombong Usai Jadi Kepala Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyindir keras kader partainya yang bersikap sombong setelah menjabat sebagai bupati atau wali kota. Prabowo menegaskan dirinya mengetahui siapa saja kader yang bergaya petantang-petenteng begitu memperoleh jabatan. “Jangan salah, saya tahu ada kader-kader Gerindra yang begitu jadi bupati, wali kota petantang-petenteng,” kata Prabowo saat […]

  • Presiden AS, Donald Trump

    Trump Serang Zohran Mamdani Usai Menang Pemilihan Primary Partai Demokrat

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    NEW YORK, CUPLIKAN.CO.ID – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memantik kontroversi dengan pernyataannya yang keras terhadap Zohran Mamdani, politisi Muslim keturunan India yang memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk Wali Kota New York. Dalam unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyebut Mamdani sebagai “komunis gila”, “radikal sayap kiri”, hingga […]

expand_less