Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » Menteri Agraria: Integrasi Data dan Percepatan Layanan Persempit Celah Mafia Tanah

Menteri Agraria: Integrasi Data dan Percepatan Layanan Persempit Celah Mafia Tanah

  • account_circle MA
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menilai percepatan layanan pertanahan yang didukung integrasi data dapat menjadi langkah strategis untuk mempersempit ruang gerak mafia tanah.

Nusron mengatakan, sistem pertanahan yang memiliki data akurat, terintegrasi, serta didukung teknologi informasi yang memadai akan membuat proses pelayanan menjadi lebih transparan dan sulit dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan secara ilegal.

“Kalau datanya proper, datanya bagus, kemudian integrasi datanya, IT-nya lengkap, saya kira percepatan pelayanan ini justru malah menutup ruang geraknya mafia,” kata Nusron di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, salah satu celah yang kerap dimanfaatkan mafia tanah adalah ketidaksesuaian atau perbedaan data pertanahan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ruang bagi pihak tertentu untuk memanipulasi informasi maupun menawarkan jasa kepada masyarakat.

Ia mencontohkan perbedaan antara Nomor Induk Bidang (NIB), Nomor Objek Pajak (NOP), data pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan data pertanahan. Ketidaksinkronan antardata tersebut, kata Nusron, berpotensi dimanfaatkan oleh mafia tanah.

“Contohnya, perbedaan data antara NIB, Nomor Induk Bidang, dengan NOP, dengan data di Bapenda berbeda dengan data pertanahan, di situ pasti ada (celah), mafia akan masuk,” ujarnya.

Selain persoalan integrasi data, Nusron menyoroti lamanya proses pelayanan pertanahan sebagai salah satu faktor yang dapat membuka peluang bagi mafia tanah. Menurut dia, proses yang berbelit dan tidak transparan dapat dimanfaatkan oleh oknum untuk menawarkan jalan pintas kepada masyarakat.

“Kalau pelayanannya lama, diulur-ulur, itu pasti mafia akan masuk,” katanya.

Nusron menjelaskan, modus yang digunakan antara lain dengan membuat pemohon merasa khawatir bahwa proses pengurusan hak atas tanah tidak akan selesai tanpa bantuan pihak tertentu. Oknum tersebut kemudian menawarkan jasa dengan meminta sejumlah uang.

“Menakut-nakuti kepada pemohon atau kepada rakyat. ‘Kamu kalau nggak ada saya, ini nggak saya bantu, nggak mungkin jadi ini. Ini kamu harus kasih uang saya sekian.’ Itu kan kelakuannya biasanya begitu kan?” ujar Nusron.

Oleh karena itu, Nusron menegaskan bahwa pemberantasan mafia tanah tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum terhadap pelaku. Upaya tersebut harus dibarengi dengan pembenahan sistem pelayanan, transparansi proses, integrasi data, serta peningkatan integritas aparatur.

Ia menilai pencegahan melalui perbaikan sistem justru menjadi strategi yang lebih efektif dalam menghilangkan celah yang dapat dimanfaatkan mafia tanah.

“Transparansi, percepatan, dan integrasi data ini justru menutup peluang aksi mafia. Karena yang namanya melawan mafia, yang paling efektif itu tidak sekadar menangkap, tapi yang paling penting adalah memperbaiki sistem sama meningkatkan integritas SDM,” katanya.

Nusron menambahkan, sistem pertanahan yang kuat harus berjalan beriringan dengan sumber daya manusia yang memiliki integritas. Dengan kedua aspek tersebut, peluang terjadinya praktik mafia tanah dapat ditekan secara signifikan.

“Diotak-atik kayak apa pun kalau sistemnya kokoh, mafia tidak akan punya celah,” tutur Nusron.

  • Penulis: MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GHARIS Dukung Audit Menyeluruh Dapur MBG, Minta BGN Prioritaskan Pemeriksaan di Banten

    GHARIS Dukung Audit Menyeluruh Dapur MBG, Minta BGN Prioritaskan Pemeriksaan di Banten

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera (GHARIS) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan audit menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah. Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum GHARIS, Hotmartua Simanjuntak, usai menghadiri diskusi publik di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Jumat […]

  • Ketika Logika Formal Bertemu Sutra Hati

    Ketika Logika Formal Bertemu Sutra Hati

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oleh: Agustian Hutriady Jakarta – Saya pernah membaca kalimat “kosong adalah isi, isi adalah kosong” dan langsung mengernyitkan dahi. Bukan karena terkesan, tapi karena terganggu. Dalam logika formal, kalimat itu terasa seperti kesalahan mendasar: kosong adalah kosong itu sendiri, isi adalah isi itu sendiri. Menyamakan dua hal yang justru didefinisikan sebagai lawan satu sama lain […]

  • Sekjen DPP Partai Golkar, M.Sarmuji (kiri) dalam sebuah konferensi pers bersama jajaran Pengurus DPP Partai Golkar di Jakarta.

    Golkar Usulkan Sistem Baru, Ada Apa Sebenarnya?

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wacana perubahan sistem politik nasional semakin terang. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah menyampaikan ide tentang sistem politik baru langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar di Yogyakarta, Ahad, (18/5/2025). Ide besar itu rupanya bukan sekadar wacana internal. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, membenarkan bahwa […]

  • Aksi penjarahan terhadap rumah Sri Mulyani

    Tangisan Sri Mulyani Usai Rumah Dijarah, Lukisan Hatinya Hilang

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan curahan hati pilu lewat unggahan di akun Instagram pribadinya usai rumahnya menjadi sasaran penjarahan saat kerusuhan pada Minggu dini hari, akhir Agustus 2025. Dalam postingan berjudul “Lukisan Bunga Itu 💔”, Sri Mulyani menuturkan pengalaman pahit ketika seorang pria berjaket merah dan berhelm hitam terlihat memanggul lukisan […]

  • Komisi XI Sebut Transisi Kepemimpinan BI Tetap Menjaga Stabilitas

    Komisi XI Sebut Transisi Kepemimpinan BI Tetap Menjaga Stabilitas

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal memastikan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tidak akan memengaruhi stabilitas kebijakan moneter maupun sistem keuangan nasional. Menurutnya, mekanisme pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Bank Indonesia sehingga proses transisi dapat berlangsung dengan baik. Hekal mengajak seluruh pihak […]

  • Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 : Dari Tantangan ke Peluang

    Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 : Dari Tantangan ke Peluang

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 90
    • 0Komentar

    JAKARTA, BERITANEGERI.ID – Oleh: Dr. Arya I. P Palguna Memasuki tahun 2026, Indonesia berada di persimpangan penting dalam perjalanan ekonominya. Setelah melewati tekanan global akibat pandemi, inflasi dan fluktuasi nilai tukar, negara ini memiliki peluang untuk menata fondasi ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan dan inklusif. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan stabil di kisaran 4,5–5,5 persen, dengan konsumsi […]

expand_less