Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar Daerah » KY Bali Dorong Penguatan Etika Kehakiman Lewat Kampus-Kampus

KY Bali Dorong Penguatan Etika Kehakiman Lewat Kampus-Kampus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID — Memperingati dua dekade kiprahnya, Komisi Yudisial Republik Indonesia (KY) terus memperkuat perannya dalam menjaga integritas peradilan. Salah satu strategi utamanya adalah dengan menyasar dunia akademik, melalui kegiatan edukasi publik bertema “Dua Dekade Menjaga dan Menegakkan Integritas” yang diselenggarakan di STISPOL Wira Bhakti, Denpasar, pada Rabu (6/8/2025).

Acara yang digelar oleh Penghubung Komisi Yudisial Wilayah Bali ini menghadirkan sejumlah akademisi, mahasiswa, serta elemen masyarakat sipil yang peduli terhadap reformasi hukum dan etika kehakiman. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus forum terbuka untuk memperkuat kesadaran publik dalam mengawasi kinerja hakim.

Dalam diskusi tersebut, Dr. I Made Adiwidya Yowana, S.H., M.H.Li., akademisi sekaligus dosen STISPOL Wira Bhakti, menekankan pentingnya peningkatan status kelembagaan Penghubung KY di daerah. Ia menyebut bahwa selama ini keberadaan penghubung KY masih bersifat administratif dan kurang kuat secara struktural.

“Sudah waktunya penghubung KY diangkat sebagai perwakilan resmi dan diberi status ASN. Dengan begitu, kewenangan dan perlindungannya dalam menjalankan fungsi pengawasan dapat lebih kuat,” tegasnya.

Menurutnya, tanpa penguatan itu, kerja-kerja KY di daerah akan selalu terhambat oleh ketidakjelasan birokrasi dan rentan terhadap tekanan.

Mahasiswa sebagai Garda Etika Masa Depan

Koordinator Penghubung KY Bali, I Made Aryana Putra Atmaja, S.H., M.H., menyatakan bahwa keterlibatan civitas akademika sangat penting dalam mendorong budaya hukum yang berintegritas.

“Mahasiswa harus sadar bahwa menjaga etika hakim bukan cuma tugas KY, tapi juga bagian dari tanggung jawab publik,” kata Aryana dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa ke depan, KY akan terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya sistemik membangun peradilan yang bersih dan beretika.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif dan kritis. Salah satu isu yang mengemuka adalah soal keberanian masyarakat dalam melaporkan hakim yang diduga melanggar kode etik.

“Apakah KY bisa menjamin keamanan pelapor? Bagaimana jika hakimnya punya kuasa?” tanya seorang mahasiswa.

Menjawab itu, Aryana dan Dr. Adiwidya mengakui bahwa tantangan masih ada, namun menegaskan bahwa semua laporan etik sangat berharga. Mereka mengajak publik untuk tetap percaya dan berani menggunakan saluran-saluran yang ada.

Dua Dekade KY dan Jalan Panjang Pengawasan Etik

Selama 20 tahun, KY telah menerima dan memproses ribuan laporan dugaan pelanggaran etik oleh hakim. Namun, kelemahan koordinasi antar-lembaga dan terbatasnya kewenangan KY masih menjadi pekerjaan rumah besar.

“Tanpa kolaborasi yang erat antara masyarakat sipil, akademisi, dan negara, sistem pengawasan etika kehakiman tidak akan pernah solid,” ujar Dr. Adiwidya.

Ia menyebut bahwa kampus bisa menjadi pusat penyemaian nilai-nilai keadilan dan integritas, yang kelak akan dibawa para alumninya ke ranah profesi hukum maupun kebijakan publik.

Sebagai penutup, I Made Aryana menegaskan bahwa kegiatan edukasi semacam ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wujud nyata upaya kolektif membangun kepercayaan publik terhadap sistem hukum.

“Integritas adalah fondasi keadilan. Dan keadilan tak akan kokoh tanpa etika yang dijaga bersama,” pungkasnya.

Komisi Yudisial melalui penghubung-penghubung wilayahnya berkomitmen untuk terus hadir di ruang-ruang publik, mendekatkan hukum dengan rakyat, dan memperkuat jembatan antara pengawasan dan kesadaran etik sejak di bangku kuliah (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi III DPR RI dalam agenda pemilihan pimpinan KPK Periode 2024-2029 kemarin, Kamis (21/11/2024)

    Proses Pemilihan Pimpinan Baru KPK Tuai Kritik Tajam

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Proses seleksi pimpinan dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2024-2029 yang dilakukan oleh Komisi III DPR RI menuai kritik dari berbagai pihak. Koalisi Masyarakat Sipil menilai seleksi ini cacat sejak awal, terutama dalam menjaga integritas dan independensi lembaga antikorupsi tersebut. “Pemilihan ini seharusnya menghasilkan pimpinan dengan rekam jejak nyaris sempurna. […]

  • Teror Kepala Tikus kepada Tempo Media.

    PPDI Merah Putih Kutuk Teror terhadap Tempo Media

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA RADIANTVOICE.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Merah Putih mengeluarkan pernyataan sikap tegas terhadap aksi teror yang menimpa Tempo Media. Mereka menilai tindakan pengiriman kepala babi dan bangkai tikus tanpa kepala sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia. “Kami mengutuk keras segala bentuk teror, intimidasi, dan ancaman […]

  • Viva Yoga Mauladi (Kiri)

    Viva Yoga: Transmigrasi Kunci Pemerataan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Kementerian Transmigrasi siap melaksanakan program Asta Cita sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyatakan optimisme atas capaian kementeriannya dalam menjawab tantangan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, yang menjadi fokus kementerian tersebut. “Transmigrasi itu kunci pemerataan ekonomi nasional”,ujar Viva Yoga. Pernyataan ini disampaikan Viva Yoga […]

  • Reog Ponorogo yang dibawakan oleh seniman Reog dari Ponorogo tampil di markas besar UNESCO pada 14 Oktober 2025, saat pelaksanaan sidang Executive Board UNESCO.

    UNESCO Akui Ponorogo dan Malang Kembangkan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    PARIS, CUPLIKAN.CO.ID – Transformasi ekonomi kreatif Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional. Pada peringatan World Cities Day 2025, UNESCO menetapkan Ponorogo dan Malang sebagai dua kota baru dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN), memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan portofolio kota kreatif paling beragam di kawasan Asia. Penetapan Ponorogo dalam kategori Crafts and Folk Art serta […]

  • Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan

    Apresiasi Mundurnya Rahayu Saraswati, PB HMI : Own the Mistake, Fix the Trust

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mundur dari kursi DPR RI sebagai contoh akuntabilitas politik yang layak dijadikan teladan bagi generasi pemimpin muda. Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menegaskan bahwa sikap Rahayu menunjukkan standar etika publik yang nyata, bukan sekadar retorika. “Akuntabilitas bukan slogan. Saat […]

  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

    Gejolak Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Langkah Hadapi Krisis Energi

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang terus meningkat memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman penutupan Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia. Indonesia, yang sangat bergantung pada pasokan energi impor, langsung merespons potensi krisis dengan menyiapkan langkah strategis untuk mengamankan ketersediaan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia […]

expand_less