Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » ASPEK Indonesia Kecam Dugaan Penganiayaan PMI di Malaysia, Desak Audit Nasional Sistem Perlindungan Pekerja Migran

ASPEK Indonesia Kecam Dugaan Penganiayaan PMI di Malaysia, Desak Audit Nasional Sistem Perlindungan Pekerja Migran

  • account_circle DDY
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, editoria.co.id – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan penganiayaan yang dialami pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial YY di Malaysia.

Menurut ASPEK Indonesia, kasus tersebut tidak dapat dipandang sebagai insiden kriminal biasa yang berdiri sendiri, melainkan menjadi cerminan lemahnya sistem perlindungan pekerja migran Indonesia yang hingga kini dinilai belum berjalan efektif, baik dalam aspek pencegahan, respons cepat, maupun pemulihan korban.

Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi, mengatakan setiap kasus kekerasan yang menimpa pekerja migran menunjukkan masih adanya kelemahan mendasar dalam sistem perlindungan yang disiapkan negara.

“Setiap kasus kekerasan terhadap pekerja migran menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem perlindungan negara. Negara tidak boleh terus hadir setelah korban jatuh. Yang dibutuhkan adalah sistem yang mampu mencegah, bukan sekadar merespons,” ujar Rusdi dalam keterangannya.

Rusdi menilai di balik kasus yang menimpa YY terdapat ribuan pekerja migran Indonesia lainnya yang masih berada dalam situasi rentan sejak proses perekrutan, penempatan, hingga saat bekerja di negara tujuan.

Tujuh Catatan Kritis

Dalam pernyataannya, ASPEK Indonesia menyampaikan tujuh catatan kritis yang dinilai perlu segera menjadi perhatian pemerintah.

Pertama, pemerintah diminta mengakui adanya kegagalan sistem perlindungan dan tidak hanya melihat kasus sebagai tindakan kriminal individual. Evaluasi menyeluruh diperlukan terhadap seluruh rantai perlindungan PMI, mulai dari proses penempatan hingga pengawasan di negara tujuan.

Kedua, ASPEK Indonesia mendesak dilakukannya audit nasional terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Audit tersebut dinilai penting untuk memastikan mandat perlindungan yang diemban Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan instansi terkait berjalan secara efektif.

Ketiga, negara diminta menjamin perlindungan bagi seluruh pekerja migran tanpa membedakan status prosedural maupun nonprosedural. Menurut ASPEK, status nonprosedural tidak boleh menghilangkan hak korban untuk memperoleh perlindungan, bantuan hukum, dan pemulihan.

Keempat, pemerintah didorong memperkuat diplomasi ketenagakerjaan antara Indonesia dan Malaysia. Kementerian Luar Negeri bersama KP2MI dinilai perlu membangun mekanisme bilateral yang lebih responsif, terukur, dan mengikat dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap PMI.

Kelima, ASPEK menilai pemerintah perlu mengubah paradigma kebijakan pekerja migran dari yang berorientasi pada remitansi menjadi berorientasi pada perlindungan. Keberhasilan kebijakan, menurut mereka, tidak semata diukur dari besarnya devisa yang dihasilkan, melainkan dari keselamatan dan martabat pekerja migran.

Keenam, perlindungan PMI dinilai tidak dapat hanya bergantung pada negara. ASPEK mendorong penguatan serikat pekerja migran Indonesia serta kerja sama lintas negara dengan serikat pekerja di Malaysia guna memperkuat pendampingan korban dan advokasi hukum.

Ketujuh, pemerintah diminta memastikan proses pemulihan dan reintegrasi korban melalui penyediaan akses pekerjaan layak di Indonesia, pelatihan keterampilan, perlindungan sosial, serta program reintegrasi yang berkelanjutan.

“Perlindungan pekerja migran tidak boleh berhenti di negara tujuan. Negara harus hadir memastikan korban tetap memiliki masa depan yang layak di tanah air, termasuk akses terhadap pekerjaan yang bermartabat,” tegas Rusdi.

Desak Langkah Konkret Pemerintah

Selain menyampaikan catatan kritis, ASPEK Indonesia juga mendesak pemerintah mengambil sejumlah langkah konkret terkait kasus YY.

Organisasi tersebut meminta pemerintah mengawal proses hukum kasus dugaan penganiayaan terhadap YY secara transparan dan tuntas. Selain itu, pemerintah juga didorong melakukan audit nasional terhadap pelaksanaan UU Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

ASPEK turut meminta penguatan perlindungan PMI di Malaysia melalui mekanisme kerja sama bilateral yang lebih mengikat, penindakan tegas terhadap jaringan perekrutan ilegal dan penempatan nonprosedural, serta pelibatan serikat pekerja migran dalam sistem perlindungan nasional.

Menurut ASPEK Indonesia, ukuran keberhasilan negara dalam pengelolaan pekerja migran tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah tenaga kerja yang diberangkatkan maupun besarnya remitansi yang masuk ke Indonesia.

“Bangsa yang besar bukan bangsa yang hanya mencatat devisa, tetapi bangsa yang mampu memastikan warganya bekerja dengan aman dan bermartabat di mana pun mereka berada,” tutup Muhamad Rusdi.

  • Penulis: DDY

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dalam pertemuan bersama ASIRI, Selasa (4/11/2025).

    Pemerintah Tegaskan Pentingnya Data Musik Transparan Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Hukum Republik Indonesia (Menkum RI), Supratman Andi Agtas, menekankan urgensi transparansi data lagu dan musik nasional sebagai fondasi pembenahan ekosistem industri rekaman. Ia meminta seluruh karya yang telah dikodefikasi oleh perusahaan rekaman—khususnya yang tergabung dalam ASIRI—segera didaftarkan ke Pangkalan Data Lagu dan Musik (PDLM) Ditjen KI. Menurut Supratman, kelengkapan data menjadi […]

  • Jembatan Muna-Buton

    Visioner Indonesia : Jembatan Muna-Buton itu Simbol Koreksi Ketimpangan Wilayah Kepulauan

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Debat publik terkait prioritas pembangunan Jembatan Muna-Buton di Sulawesi Tenggara memasuki babak baru. Kritik Ketua DPD Partai Demokrat Sultra, Dr. Muh. Endang SA, terhadap proyek tersebut dipandang Visioner Indonesia sebagai bentuk pengaburan substansi pembangunan, dan tidak sensitif terhadap sejarah ketimpangan yang selama ini dialami masyarakat kepulauan. Menurut Akril Abdillah, Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, […]

  • Kepala BPOM, dr.Taruna Ikrar (kiri) bersama Dubes RI untuk India, Ina H. Krisnamurthi,.

    KBRI New Delhi Dukung Strategi BPOM Hadirkan Obat Murah

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    NEW DELHI, CUPLIKAN.CO.ID – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam upaya menghadirkan obat berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Duta Besar RI untuk India, Ina H. Krisnamurthi, dalam jamuan makan malam yang berlangsung hangat […]

  • KPU Bondowoso berbagi takjil untuk warga

    KPU Bondowoso Pererat Silaturahmi dengan Warga Lewat Aksi Berbagi Takjil

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso menggelar aksi sosial berbagi takjil gratis di depan kantor mereka di Jalan Mastrip, Kembang, Bondowoso, Sabtu (15/3/2025) sore. Ketua KPU Bondowoso, Sudaedi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan […]

  • Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, saat meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Gedung Islamic Centre Majalengka pada Senin (21/4/2025).

    Menteri Wihaji Luncurkan Gerakan Ayah Teladan Nasional

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    MAJALENGKA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus memperkuat peran ayah dalam keluarga, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., secara resmi meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Senin (21/4/2025), di Gedung Islamic Center, Majalengka, Jawa Barat. GATI hadir sebagai simbol kesetaraan peran dalam keluarga serta upaya konkret pemerintah untuk mengatasi […]

  • Pleno terbuka KPU DKI Jakarta di Ciracas.

    Transparansi Pleno Ciracas Dorong Kepercayaan Publik terhadap Pilkada Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sebanyak 8,2 juta pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada DKI Jakarta 2024 menggunakan hak suaranya di 14.835 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 November 2024. Kini, tahapan rekapitulasi suara tengah berlangsung di berbagai tingkat pemerintahan. Komisioner KPU DKI Jakarta, Irwan Supriyadi Rambe, mengungkapkan bahwa rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan […]

expand_less