Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar Daerah » Visioner Indonesia : Jembatan Muna-Buton itu Simbol Koreksi Ketimpangan Wilayah Kepulauan

Visioner Indonesia : Jembatan Muna-Buton itu Simbol Koreksi Ketimpangan Wilayah Kepulauan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Debat publik terkait prioritas pembangunan Jembatan Muna-Buton di Sulawesi Tenggara memasuki babak baru. Kritik Ketua DPD Partai Demokrat Sultra, Dr. Muh. Endang SA, terhadap proyek tersebut dipandang Visioner Indonesia sebagai bentuk pengaburan substansi pembangunan, dan tidak sensitif terhadap sejarah ketimpangan yang selama ini dialami masyarakat kepulauan.

Menurut Akril Abdillah, Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, pembangunan Jembatan Muna-Buton merupakan respons nyata terhadap ketimpangan struktural antara wilayah daratan dan kepulauan yang selama puluhan tahun nyaris tak tersentuh pembangunan konektivitas memadai.

“Jembatan ini bukan sekadar konstruksi baja. Ia adalah bentuk pengakuan terhadap warga kepulauan yang selama ini berjalan lebih lambat dalam pembangunan,” ujar Akril saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/7).

Lebih lanjut, Akril menilai kritik Endang SA yang menyebut proyek ini tidak sesuai visi-misi ASR-Hugua saat Pilkada 2024 adalah narasi sempit yang mengabaikan prinsip dasar kepemimpinan. “Visi bukan teks mati. Seorang pemimpin harus adaptif terhadap aspirasi rakyat. Dan sejak dilantik, ASR menerima langsung desakan pembangunan dari masyarakat Muna dan Buton,” tegasnya.

Dalam pandangan Visioner Indonesia, keberadaan Jembatan Muna-Buton akan membuka akses logistik, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas ekonomi bagi lebih dari 600 ribu warga di tujuh kabupaten/kota. “Ketika bicara konektivitas, kita bicara tentang memperpendek jarak dan memperpanjang harapan,” ujar Akril.

Selama ini, masyarakat kepulauan kerap mengalami biaya logistik yang lebih tinggi, keterlambatan layanan kesehatan, dan keterbatasan akses pendidikan tinggi karena isolasi geografis. Pembangunan jembatan ini adalah pernyataan politik bahwa semua warga negara berhak atas pelayanan setara, terlepas dari tempat mereka lahir.

Visioner Indonesia menganggap proyek ini bukan hanya urusan infrastruktur, melainkan rekonsiliasi pembangunan antara Sultra daratan dan Sultra kepulauan. “Kalau daratan mendapat jalan tol, maka kepulauan layak mendapat jembatan,” tegas Akril.

Lebih jauh, Visioner Indonesia membantah tudingan bahwa pemerintahan ASR-Hugua minim terobosan. “Justru dalam 100 hari pertama, ASR sedang fokus membangun hulu kebijakan—penataan fiskal, reformasi birokrasi, dan penguatan fondasi layanan dasar,” kata Akril.

Menurutnya, pembangunan tanpa fondasi kuat hanya akan menjadi pencitraan jangka pendek. “Kalau hanya kejar headline, semua bisa tampil di media. Tapi membangun sistem memerlukan ketekunan dan keteguhan arah.”

Visioner Indonesia juga mencatat bahwa dalam dua bulan terakhir, Gubernur ASR telah mengintensifkan koordinasi pembangunan lintas daerah, termasuk pertemuan dengan bupati/wali kota dan upaya mempercepat layanan udara di Bandara Sugimanuru dan Bandara Matahora.

Kritik Harus Didasarkan pada Data, Bukan Hasrat Elektoral

Terkait kritik yang dilayangkan oleh Endang SA, Visioner Indonesia menegaskan bahwa semua tokoh publik—terlebih politisi senior—harus meletakkan kepentingan rakyat di atas kepentingan jangka pendek elektoral.

“Sultra sedang memasuki fase strategis pembangunan jangka panjang. Ini masa transisi kepemimpinan yang butuh ruang kerja kondusif. Jangan dikotori oleh opini yang digiring tanpa basis data,” kata Akril.

Mereka juga mengingatkan bahwa kritik sah adanya dalam demokrasi, tetapi harus kontekstual dan solutif, bukan destruktif. “Jika ada yang tidak setuju soal jembatan, mari beri alternatif yang lebih progresif, bukan sekadar bilang ‘jangan’ lalu selesai.”

Sebagai penutup, Akril menyebut bahwa Jembatan Muna-Buton hanyalah awal. Dalam peta konektivitas jangka panjang, visi selanjutnya adalah menghubungkan Pulau Muna dengan daratan utama Sulawesi melalui Konawe Selatan.

“Jika jembatan ini selesai, maka Sultra akan menciptakan koridor pertumbuhan baru lintas kepulauan dan daratan. Itulah arah besarnya. Kita tidak hanya membangun jalan, tapi mengubah sejarah,” tandas Akril (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi

    Mahfud MD Bergabung Komite Reformasi Kepolisian Bentukan Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Komite Reformasi Kepolisian yang dibentuk pemerintah akan beranggotakan sembilan tokoh nasional. Salah satu tokoh yang telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung adalah mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. “Belum ada penunjukan ketua, tapi alhamdulillah Pak Mahfud sudah menyampaikan kesediaan untuk ikut serta,” kata Prasetyo di kompleks parlemen, […]

  • Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26, Cetak 27 Gol untuk Manchester City

    Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26, Cetak 27 Gol untuk Manchester City

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Penyerang Manchester City, Erling Haaland, kembali menunjukkan ketajamannya di Liga Inggris dengan meraih penghargaan Sepatu Emas musim 2025/26 setelah mencetak 27 gol sepanjang musim. Penghargaan tersebut menjadi gelar top skor ketiga Haaland sejak bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris. Striker asal Norwegia itu sebelumnya juga memenangkan Sepatu Emas pada musim […]

  • Elon Musk Resmi Jadi Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaan Tembus US,1 Triliun

    Elon Musk Resmi Jadi Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaan Tembus US$1,1 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id  – Elon Musk kembali mencatatkan namanya dalam sejarah dunia bisnis dan teknologi. Pendiri Tesla, SpaceX, xAI, dan platform media sosial X tersebut resmi menjadi manusia pertama yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun, dengan total harta mencapai sekitar US$1,1 triliun menurut data Bloomberg Billionaires Index. Pencapaian ini menempatkan Musk jauh di atas para […]

  • Politisi PKS, Meitri Citra Wardani (Sumber foto : Instagram Meitri Citra Wardani)

    Meitri Citra Wardani, Politisi Muda yang Mengakar pada Nilai Kearifan Lokal

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Meitri Citra Wardani, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, dikenal sebagai sosok yang memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal dalam menjalankan perannya sebagai wakil rakyat. Meskipun tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana, Meitri telah menunjukkan keteguhan dan komitmen yang kuat untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Sejak muda, […]

  • Reaksi salah satu umat Katolik terhadap asap putih yang menandakan bahwa Paus baru telah terpilih, di Vatikan, 8 Mei. Sumber foto : REUTERS/Eloisa Lopez.

    Dari Asap Putih hingga “Habemus Papam”: Inilah Proses Pemilihan Paus Baru di Vatikan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    VATIKAN, CUPLIKAN.CO.ID – Kepulan asap putih dari cerobong Kapel Sistina menandakan kepada dunia bahwa seorang Paus baru, Uskup Roma dan penerus Santo Petrus, telah terpilih. Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding Kapel Sistina sebelum momen bersejarah itu? Sebagaimana dilaporkan oleh Alessandro Di Bussolo untuk Vatican News, inilah tahapan lengkap proses pemilihan Paus, dari […]

  • Kasi Intel Kejari Pandeglang, Wildani Hapit.

    Dana Hibah KPU-Bawaslu Pandeglang Diawasi Ketat Kejari, Cegah Kerugian!

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    PANDEGLANG, CUPLIKAN.CO.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang kini memperketat pengawasan atas dana hibah kampanye dari APBD Pandeglang yang diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Langkah ini dilakukan demi memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan dan menghindari potensi kerugian negara. “Jadi melekat di situ tanggung jawab, melekat di situ hak dan […]

expand_less