Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Urgensi Koalisi Permanen

Urgensi Koalisi Permanen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : M Shoim Haris*

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Telah menjadi adagium dalam governance studies bahwa sebuah pemerintahan membutuhkan dukungan politik yang kuat—baik dari masyarakat maupun dari partai-partai politik pendukungnya. Dukungan ini merupakan political energy yang menggerakkan mesin pemerintahan, sehingga kebijakan dapat dijalankan secara efektif dan efisien. Di Indonesia, dimana political configuration bersifat sangat beragam, kebutuhan akan dukungan dan kolaborasi lintas kekuatan politik menjadi semakin urgensif. Tanpa itu, agenda pembangunan akan mengalami friksi yang tidak perlu.

Ini sama sekali tidak berarti meniadakan fungsi checks and balances. Namun, dalam konteks global geopolitical and economic volatility yang terus meningkat, negara membutuhkan kemampuan untuk merespons dengan cepat, bertahan (survive), dan tetap tumbuh. Dalam situasi seperti ini, kolaborasi dan kerja sama politik lintas partai menjadi semakin relevan.

Konsistensi, Stabilitas Politik dan Pembangunan Nasional

Dalam pidato puncak HUT Partai Golkar, Ketua Umum Partai Golkar Bung Bahlil Lahadalia mengusulkan pembentukan permanent coalition yang bekerja dalam keadaan “suka maupun duka.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya political chemistry antarkekuatan politik agar tetap konsisten dalam lanskap politik yang ditandai high volatility—ciri utama zaman ini.

Koalisi permanen memberikan ruang bagi measured political management di antara partai-partai yang berkoalisi. Dengan adanya structured coordination, penyamaan persepsi terhadap isu strategis menjadi lebih mudah. Koalisi permanen dapat berfungsi sebagai long-term political framework, sehingga tidak mudah terpecah oleh isu-isu temporer atau tekanan populisme jangka pendek.

Tanpa kerangka permanen, koalisi mudah retak akibat populist-driven issues yang sesungguhnya tidak selalu relevan bagi kepentingan pembangunan jangka panjang. Padahal, pemerintahan tidak dapat bekerja hanya berdasarkan isu populis; ia harus berorientasi pada national long-term development interest. Di sinilah koalisi permanen memainkan peran sebagai bridging mechanism yang menjaga konsistensi diskursus, memastikan dialog tetap produktif dan berorientasi masa depan.

Bung Bahlil memahami esensi kekuasaan yang diemban Presiden Prabowo Subianto: “Power didn’t work for itself, but power is operated to achieve people’s welfare.” Kekuasaan digunakan bukan untuk mempertahankan kekuasaan, tetapi untuk membangun, memperbaiki, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih luas.

Untuk itu, Presiden membutuhkan dukungan koalisi yang konsisten. Stabilitas politik merupakan necessary condition bagi pembangunan. Tidak ada pembangunan yang berkelanjutan tanpa stabilitas politik. Dalam perspektif political economy, stabilitas menentukan bagaimana kebijakan ekonomi makro, investasi, pembangunan infrastruktur, dan reformasi kelembagaan dapat berjalan.

Karena politik bukan semata-mata kompetisi kekuasaan, melainkan arena untuk mewujudkan public justice dan general welfare, maka menjaga stabilitas politik adalah kewajiban kolektif. Pembentukan koalisi permanen menjadi instrumen demokratis yang sah untuk memastikan stabilitas tersebut.

Peran Golkar dan Fungsi Koalisi dalam Sistem Presidensial

Partai Golkar secara historis selalu berada di garis depan dalam memperkuat sistem presidensial di Indonesia. Golkar konsisten mendukung presiden dalam menjalankan visi-misi pemerintahannya, sambil tetap memegang prinsip checks and balances. Justru di sinilah letak tanggung jawab besar: mendukung presiden sekaligus mengawasi agar pelaksanaan pembangunan tidak melenceng dari visi besar yang telah ditetapkan.

Sesuai adagium “evil is in the detail”, potensi penyimpangan sering muncul pada tataran teknis. Karena itu, koalisi permanen dapat berfungsi sebagai joint secretariat yang memonitor pelaksanaan program secara kolektif. Dengan mekanisme seperti ini, koalisi tidak hanya menjadi kekuatan politik elektoral, tetapi juga menjadi policy guardian agar seluruh pelaksanaan pembangunan tetap berada di rel yang benar.

Di tengah kompleksitas global, politik Indonesia membutuhkan institutionalized cooperation yang mampu menahan guncangan populisme, volatilitas, dan fragmentasi politik. Koalisi permanen bukanlah upaya melemahkan demokrasi, melainkan strategi memperkuat daya tahan sistem presidensial, memastikan konsistensi kebijakan, dan menjaga orientasi pembangunan jangka panjang.

Pembangunan memerlukan stabilitas, dan stabilitas membutuhkan kedewasaan politik. Koalisi permanen adalah jalan institusional menuju kedewasaan itu.

*Penulis adalah Wakil Sekjend DPP Partai Golkar

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, Muhlis Ali.

    Poros Pemuda Indonesia Beri Dukungan Total untuk Kebijakan Strategis Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, Muhlis Ali, mengapresiasi langkah-langkah konkret dan strategis yang telah dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi besar Indonesia yang berdaulat, sejahtera, dan berkeadilan. Dalam keterangannya yang diterima Radiant Voice, Muhlis Ali menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang digulirkan oleh Presiden Prabowo menunjukkan komitmen nyata untuk memperkuat fondasi bangsa. […]

  • Dirjen HAM

    Dirjen HAM : Perusahaan Pers yang Tolak Serikat Pekerja Melanggar Hukum

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM) Dhahana Putra menegaskan setiap pekerja termasuk wartawan berhak untuk membentuk serikat pekerja. Perusahaan pers yang tidak mendukung atau bahkan menolak serikat pekerja justru melanggar hukum. Hal ini ditegaskan Dhahana Putra dalam diskusi “Melindungi Hak Asasi Wartawan dalam Era Informasi: Pentingnya Perlindungan dan Peran Serikat Pekerja” […]

  • KRL Jabodetabek

    Tanpa PSO, Berapa Tarif Sebenarnya KRL Jabodetabek?

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wacana perubahan subsidi KRL Jabodetabek menjadi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) semakin mencuat. Pemerintah melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 sedang mengkaji langkah ini. Selama ini, masyarakat Jabodetabek menikmati tarif KRL yang terjangkau berkat skema Public Service Obligation (PSO), namun apa yang terjadi jika PSO dihapus? Tarif KRL saat […]

  • Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi

    Iran Tegaskan Tak Butuh Mediasi Akhiri Perang Israel

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa konflik bersenjata antara Iran dan Israel tidak membutuhkan mediasi dari pihak manapun. Menurutnya, selama agresi militer oleh Israel terus berlangsung, Iran akan terus membalas sebagai bentuk aksi bela diri. “Perang ini tidak memerlukan mediasi. Situasinya sangat jelas: selama agresi dari rezim zionis berlangsung, […]

  • Sekjen MN KAHMI, Syamsul Qomar

    Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh : Syamsul Qomar* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pada peringatan hari kesaktian Pancasila tahun ini, ditengah berbagai persoalan yang menerpa bangsa ini, kita patut melakukan introspeksi diri, apakah kita sudah menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan laku hidup dalam seluruh proses kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kita menyadari adanya distorsi sejarah tentang Pancasila akibat kurangnya akses terhadap […]

  • Menko PM, Muhaimin Iskandar di Workshop Kepala Sekolah SMK untuk Program SMK Go Global di Bandung, Senin (1/12/2025)

    Cak Imin Dorong Pemerintah Benahi Kebijakan Tata Lingkungan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BANDUNG, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar kembali menyoroti buruknya tata kelola lingkungan yang dinilai menjadi akar munculnya bencana beruntun di sejumlah wilayah Sumatra. Ia menyebut berbagai bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir-akhir ini merupakan tanda bahwa pemerintah harus mengubah cara pandang dalam mengelola alam. Dalam sambutan di Workshop Kepala Sekolah […]

expand_less