Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Forum Studi sebagai “College”

Forum Studi sebagai “College”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Zezen Zaenal Mutaqin*

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Fakultas Studi Islam UIII baru saja kedatangan seorang peneliti tamu (research fellow) yang akan tinggal di Depok selama dua bulan. Ia lulusan Oxford dan sekarang bekerja di Muslim College, Cambridge. Ia adalah peneliti dan penulis biografi Imam Bukhari. Asalnya dari Mesir.

Dalam obrolan ringan di pantry Fakultas, saya meminta dia menjelaskan sistem “college” yang masyhur baik di Oxoford maupun Cambridge. Sekarang tak banyak lagi universitas di dunia yang memakai model ini. Di Inggris saja hanya ada beberapa. Model college yang dimulai sekitar abad ke 11 itu masih dipertahankan di dua kampus top itu hingga kini.

College, kata dia, sederhananya seperti asrama-asama kecil di sekitar kampus Oxford. Biasanya berdiri karena ada donatur yang memprakarsai pendiriannya. Merton College, misalnya, dulu didirikan oleh Pak Merton.

Mahasiswa, di setiap college, tinggal, makan dan mendapatkan pelajaran tambahan diluar kuliah. Semacam tutor. Profesor juga ada yang terafiliasi dengan college sehingga mahasiswa bisa lebih mudah berdiskusi. Profesor-mahasiswa, dalam sistem college menjadi seperti kyai-santri. Transmisi keilmuan berjalan lebih solid karena tidak terbatas oleh tembok dan meja ruang kelas.

Dulu semua dana untuk itu ditanggung oleh dermawan pendiri College atau yang menyumbang. Kini sebagian mahasiswa diminta membayar ke college. Tapi tidak besar. Masih sangat terjangkau. Untuk kuliah dan gelar, mahasiswa akan pergi ke kampus sesui dengan jurusan masing-masing. Gelar juga dikeluarkan oleh school atau fakultas.

Jadi singkatnya, urusan akademik formal dipegang depertemen, school atau fakultas, sementara urusan kesejahteraan mahasiswa, pertumbuhan akademik yang lebih dalam, kemanatang, mentoring dan komunitas dipegang oleh college.

Perpaduan dua model ini, college dan school, menyebabkan kampus tumbuh bukan hanya sebagai lembaga akademik, tapi juga tempat komunitas epistemik yang solid. Selama ratusan tahun sistem ini telah melahirkan para sarjana top kelas dunia.

***
Akhir pekan lalu kami para alumni forum studi kecil di Ciputat, Formaci, berkumpul. Kebetulan Yayasan Alumni Formaci baru dibentuk tahun lalu. Jadi pertemuan itu semacam rapat kerja. Pertemuan selama satu hari itu berpusat pada dua hal: memikirkan kelanjutan perkaderan intelektual di Ciputat dan kegiatan memperingati 40 tahun Formaci.

Formaci berdiri pada 1985. Tahun ini genap umurnya 40 tahun. Untuk sebuah forum studi yang setiap tahun hanya punya maksimal 10 aktivis, usia ini terbilang mengagumkan. Usia 40 adalah usia kenabian! Karena ini setidaknya patut dirayakan–juga direnungkan.

Selama 40 tahun itu para aktivis menghuni asrama–biasanya rumah yang disewa. Di asrama itu mereka makan, minum, tinggal dan yang terpenting diskudi dan belajar. Selama 40 tahun itu juga perpustakaan Formaci yang lumayan bagus berpindah-pindah menemani para penghuninya. Koleksinya terus bertambah, dari fotokopian Das Kapital sampai buku berjudul “Dua Tongkol Jagung”, sebuah buku pedoman pertanian yang entah oleh siapa dibawa ke perpustakaan itu.

Selama 40 tahun juga para dosen dan senior sabar menemani adik-adik tumbuh dan belajar. Mereka, para senior, datang untuk memberi pelatihan menulis, memotifasi biar semangat sekolah ke luar negeri, atau sekedar mengajak nonton ke bioskop. Sesekali mentraktir makan pecel lele di pinggir jalan raya Ciputat yang semakin semrawut.

Singkat kata, jika direnungkan, Formaci telah menjelma menjadi seperti college dalam cerita saya tentang Oxford itu. Tentu bedanya jauh: di Formaci, asrama berdiri seadanya, dengan uang patungan senior dan junior yang diminta setiap tahun. Di Formaci para aktvis harus makan di warteg dengan uang sendiri, bukan di dapur dan hal ruang makan ala Harry Potter yang terkenal itu. Tapi substansinya sama: Formaci adalah ruang tempat anak-anak aktivis tinggal, dan tumbuh secara akademik-intelektuil.

Mentoring selama 40 tahun ini juga berjalan dengan cukup baik. Saya bisa sekolah ke kampus bagus di Australia dan Amerika, karena mendapat mentoring dari komunitas yang kecil dan ‘intimate’ ini. Banyak sarjana dan pemikir yang lahir dari proses mentoring di Formaci ini. Sebut saja Saiful Mujani, Ihsan Ali-Fauzi, Budhi Munawar Rahman, Ali Munhanif, Hendro Prasetyo, Yunianti Khuzaifah, Neng Dara, Nong Darol, Ace Hasan Sadzili, Burhanuddin Muhtadi, Ayang Utriza Yakin, Saidiman Ahmad dan lain-lain–terlampau panjang untuk disebutkan semuanya.

Bedanya Formaci dengan ‘college’ lain di Ciputat seperti asrama mahasiswa kedaerahan (seperti KMSGD misalnya) adalah dalam hal mentoring akademik. Banyak asrama berdiri tapi lebih banyak menjadi sekedar tempat tinggal. Aspek mentoring intelektualnya sangat lemah. Mungkin karena dari awal mereka berkumpul semata-mata karena alasan primordial. Formaci, sejak awal, berkumpul dan berdiri karena kesamaan spirit intlektual.

Ke depan, jika kaderisasi intelektual di Ciputat, dan juga kampus lain, ingin lebih solid kita harus berfikir untuk menciptakan asrama yang lebih nyaman dengan mentoring akademik yang ketat dan serius. Itulah cita-cita kecil Formaci sekarang: memiliki asrama permanen yang nyaman dengan mentoring akademik yang ketat dan serius.

*Penulis adalah Pengajar di Fakultas Islam Studies UIII Depok

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temu Regional KAHMI se-Sumatera

    Temu Regional Kahmi Sumatera Perkuat Asta Cita dan Indonesia Emas

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BATAM, CUPLIKAN.CO.ID – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar Temu Regional se-Sumatera di Batam sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan mempercepat kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional. Agenda ini juga diarahkan untuk mengawal implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta visi besar Indonesia Emas 2045. Pertemuan strategis ini dibuka langsung oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional […]

  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sumber foto : KOMPAS.COM

    Tambang Longsor Tewaskan 14 Orang, Dedi Mulyadi Langsung Copot Izin Operasinya!

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BANDUNG, CUPLIKAN.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas dengan menutup lokasi tambang Galian C Gunung Kuda yang berada di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Penutupan ini dilakukan menyusul longsornya tambang yang menewaskan 14 orang pekerja pada kejadian tragis yang mengguncang daerah tersebut. Dedi mengungkapkan bahwa izin pengelolaan tambang yang dipegang oleh […]

  • Mensesneg Prasetyo Hadi. Sumber foto : Instagram @prasetyo_hadi28

    Mensesneg Bongkar Alasan Prabowo Belum Mau Reshuffle Kabinet!

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah dinamika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dengan tegas menepis spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada rencana maupun wacana resmi terkait reshuffle kabinet. “Reshuffle? Sampai hari ini belum ada. Jangan ditanya terus, nanti dikira kita bohong. […]

  • Andy Budiman (tengah)

    Pendaftaran Ketum PSI Diperpanjang, Jokowi Mau Bikin Kejutan?

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi memperpanjang masa pendaftaran calon ketua umum hingga 23 Juni 2025. Keputusan ini membuka spekulasi baru: benarkah Presiden Joko Widodo akan ikut Pemilihan Raya PSI? Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menjelaskan bahwa perpanjangan ini dilakukan agar para tokoh, termasuk yang berasal dari luar partai, memiliki cukup waktu […]

  • Presiden Prabowo, Wapres Gibran, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati di Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin (2/6/2025). Sumber foto : Instagram Presiden Republik Indonesia

    Megawati dan Gibran Saling Sapa, Tapi Dingin? Begini Faktanya

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sebuah momen langka terjadi dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6). Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat dalam satu ruangan. Keduanya bahkan disebut sempat berbincang ringan. Namun benarkah hubungan mereka sudah mencair? Sekjen Partai Gerindra yang juga Ketua MPR RI, Ahmad […]

  • Kondang Kusumaning Ayu dalam Acara Sosisalisasi Empat Pilar Kebangsaan di Surabaya, Sabtu (30/11/2024).

    Mbak Kondang Serukan Pentingnya Pancasila dan Persatuan Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur, Kondang Kusumaning Ayu, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Surabaya, pada Sabtu (30/11/2024). Dalam kegiatan ini, Mbak Kondang, sapaan akrabnya, menyerukan pentingnya Pancasila dan persatuan bangsa. Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai organisasi, seperti PKBB (Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB), PEPABRI, dan Persatuan Istri […]

expand_less