Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Siapa Hashem Safieddine, Calon Pemimpin Baru Hezbollah?

Siapa Hashem Safieddine, Calon Pemimpin Baru Hezbollah?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEIRUT, CUPLIKAN.CO.ID – Kematian pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, dalam serangan udara di pinggiran Beirut telah menyorot perhatian pada sosok yang dipandang sebagai pewarisnya, Hashem Safieddine. Nasrallah, yang telah memimpin kelompok tersebut selama 32 tahun, tewas dalam serangan pada Jumat lalu, menurut konfirmasi dari kelompok yang didukung Iran itu. Hezbollah kini menghadapi tantangan besar untuk memilih pemimpin baru di tengah serangan terbesar dalam sejarah kelompok yang telah berdiri selama 42 tahun ini.

Hashem Safieddine, yang dilaporkan selamat dari serangan Israel, menurut sumber dari kelompok tersebut, merupakan salah satu kandidat kuat untuk menggantikan Nasrallah.

“Dia adalah sosok penting dalam struktur kepemimpinan kami,” ujar sumber tersebut, menambahkan bahwa Safieddine telah memegang berbagai posisi strategis di tubuh Hezbollah.

Safieddine saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Eksekutif, di mana ia bertanggung jawab atas urusan politik Hezbollah. Selain itu, ia juga duduk di Dewan Jihad, yang mengawasi operasi militer kelompok tersebut. Safieddine juga dikenal sebagai sepupu Nasrallah, dan seperti pendahulunya, ia adalah seorang ulama yang memakai sorban hitam sebagai tanda keturunan dari Nabi Muhammad.

“Keduanya sangat mirip, baik secara fisik maupun dalam pemikiran religius,” kata seorang analis lokal sebagaimana dilansir dari Reuters.

Pada 2017, Departemen Luar Negeri AS telah memasukkan Safieddine ke dalam daftar teroris, dan pada bulan Juni lalu, ia sempat mengancam akan melakukan eskalasi besar-besaran terhadap Israel setelah terbunuhnya salah satu komandan Hezbollah lainnya.

“Biarkan musuh bersiap-siap untuk menangis dan meratap,” tegasnya dalam sebuah pidato pemakaman yang dihadiri oleh para pendukung kelompok tersebut.

Pernyataan-pernyataan publik Safieddine sering kali mencerminkan sikap militan Hezbollah dan keterkaitan eratnya dengan perjuangan Palestina. Dalam sebuah acara di Dahiyeh, wilayah kekuasaan Hezbollah di pinggiran selatan Beirut, ia menyatakan solidaritas penuh kepada para pejuang Palestina. “Sejarah kami, senjata kami, dan roket-roket kami ada bersama kalian,” ungkapnya, disambut sorak sorai massa.

Menurut Phillip Smyth, seorang ahli yang mempelajari milisi Syiah yang didukung Iran, Nasrallah secara strategis telah menempatkan Safieddine dalam posisi-posisi kunci di berbagai dewan dalam Hezbollah.

“Nasrallah mulai menjahitkan posisi-posisi untuknya dalam berbagai dewan yang kadang-kadang lebih sulit dipahami daripada yang lain. Mereka telah membiarkan dia tampil dan berbicara di depan publik,” jelas Smyth sebagaimana dipetik dari Reuters.

Selain itu, hubungan keluarga dan kemiripan fisik Safieddine dengan Nasrallah, serta statusnya sebagai keturunan Nabi Muhammad, semuanya menjadi faktor penting yang menguntungkan Safieddine dalam persaingan kepemimpinan.

“Kedekatannya dengan Nasrallah adalah aset politik yang kuat,” ujar seorang pengamat politik Timur Tengah.

Safieddine juga dikenal vokal dalam mengkritik kebijakan Amerika Serikat. Dalam menanggapi tekanan AS terhadap Hezbollah pada tahun 2017, ia menyatakan bahwa pemerintahan AS yang “gila dan terbelakang secara mental” di bawah kepemimpinan Donald Trump tidak akan mampu melemahkan perlawanan. “Tindakan mereka hanya akan membuat kami semakin kuat,” tegasnya dalam sebuah pidato yang ditujukan kepada para pendukung Hezbollah.

Kini, di tengah guncangan besar akibat serangan Israel dan kematian Nasrallah, Safieddine menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan soliditas Hezbollah dan memimpin kelompok tersebut dalam perjuangan yang lebih keras melawan Israel. Para analis memperkirakan bahwa dia akan terus mengusung garis keras dalam perlawanan, sejalan dengan sikap militan yang telah menjadi ciri khas Hezbollah selama puluhan tahun (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, pertemuan dengan Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi

    Transmigrasi Bangun Desa, Bupati Tanjab Timur Minta Dukungan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TANJAB TIMUR, CUPLIKAN.CO.ID – Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, memanfaatkan kunjungan kerja Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi untuk menyampaikan berbagai kebutuhan strategis daerahnya, termasuk penguatan kawasan transmigrasi yang selama ini telah berkontribusi besar bagi pembangunan lokal. Berbicara di hadapan Wamen Viva, Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Bupati Muslimin Tanja, dan jajaran […]

  • Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri

    Megawati Siap Evaluasi Internal PDIP Usai Pemilu 2024: “Yang Harusnya Jadi, Kok Enggak Jadi?”

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi secara serius hasil buruk yang dialami partainya dalam Pemilu Serentak 2024. Hal ini ia sampaikan dalam pidato penuh emosi di acara Trisakti Tourism Award 2025 yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (8/5) malam. Megawati menyebut secara terbuka bahwa PDIP telah mengalami […]

  • Ilustrasi 13 pulau

    Sengketa 13 Pulau Picu Polemik Antar Dua Kabupaten di Jatim

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Perselisihan batas wilayah kembali mencuat, kali ini terjadi antara Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Sebanyak 13 pulau kecil di perairan selatan Jawa Timur kini menjadi objek perebutan administratif antara dua daerah tersebut. Pulau-pulau tersebut antara lain Pulau Anak Tamengan, Anakan, Boyolangu, Jewuwur, Karangpegat, Solimo, Solimo Kulon, Solimo Lor, Solimo Tengah, […]

  • Ali Khamenei, Donald Trump, dan Benjamin Netanyahu

    Trump Beri Waktu Dua Pekan untuk Tentukan Sikap Perang Iran-Israel

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    WASHINGTON, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tenggat waktu dua pekan untuk memutuskan apakah Washington akan bergabung dalam perang Israel melawan Iran. Gedung Putih menyebut keputusan ini memberi ruang bagi upaya negosiasi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Langkah ini diumumkan setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyatakan tujuan […]

  • Hotman Paris Siap Dampingi Raffi Ahmad, Bantah Keterlibatan dalam Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai

    Hotman Paris Siap Dampingi Raffi Ahmad, Bantah Keterlibatan dalam Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, editorial.co.id  – Advokat senior Hotman Paris Hutapea menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, setelah namanya disebut dalam persidangan perkara dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Hotman mengungkapkan bahwa dirinya telah dihubungi langsung […]

  • Muhammad Khozin, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB

    MK Putuskan Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah, Anggota DPR PKB: Ini Paradoks Konstitusional

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemilihan umum nasional dan daerah harus diselenggarakan secara terpisah, dengan jeda waktu minimal dua tahun dan maksimal dua tahun enam bulan. Putusan ini dinilai mengubah arah keserentakan pemilu yang selama ini berlaku. Dalam putusan tersebut, pemilu nasional mencakup pemilihan anggota DPR, DPD, serta presiden dan wakil presiden. Sementara […]

expand_less