Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Loncatan Besar! Petani Untung, Kolaborasi Nasional Jaga Stok Beras

Loncatan Besar! Petani Untung, Kolaborasi Nasional Jaga Stok Beras

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah meraih capaian monumental dalam sejarah ketahanan pangan nasional. Untuk pertama kalinya, cadangan beras pemerintah (CBP) melampaui angka 4 juta ton—rekor tertinggi sejak Perum Bulog berdiri pada 1969. Namun lebih dari sekadar angka, keberhasilan ini dinilai sebagai buah manis dari kolaborasi lintas sektor yang berpihak pada kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti konkret efektivitas kebijakan pertanian yang dirancang untuk memperkuat produksi dan serapan lokal. Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen negara menjadi kunci sukses menjaga stabilitas pangan.

“Mulai dari petani, Komisi IV DPR, TNI, Polri, Kejaksaan, kepala daerah, penyuluh, penggilingan, akademisi hingga media, semua berperan. Ini bukan kerja satu kementerian, ini kerja bangsa,” ujar Amran dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).

Lebih jauh, Amran menyoroti bahwa kebijakan yang konsisten dari Presiden Prabowo Subianto telah membuka ruang besar bagi pertanian nasional untuk tumbuh. Terobosan ini juga berdampak langsung bagi petani.

“Kini petani bukan hanya panen lebih banyak, tapi juga menikmati harga jual gabah yang menguntungkan. Ini perubahan yang sangat signifikan,” tegasnya.

Perum Bulog mencatat total cadangan beras pada Kamis (29/5) malam mencapai 4.001.059 ton, termasuk serapan beras lokal sebanyak 2.407.257 ton. Angka ini mencerminkan solidnya sistem logistik pangan nasional, di tengah ketidakpastian iklim dan ekonomi global.

Pemerintah berharap keberhasilan ini menjadi fondasi bagi lompatan menuju kemandirian pangan yang sesungguhnya di mana petani menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek bantuan (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan DPP Pengajian Al Hidayah

    Pengajian Al Hidayah Perkuat Dakwah Melalui Akselerasi Digital Nasional

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Upaya Pengajian Al Hidayah dalam memasuki era digital semakin ditegaskan melalui pelantikan pengurus pusat periode 2025–2030 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum akselerasi digital dalam model dakwah dan pemberdayaan perempuan. Ketua Dewan Penasehat Pengajian Al Hidayah, Sri Suparni Bahlil, menyebut bahwa organisasi perempuan tak bisa lagi hanya […]

  • Kerusuhan Nepal membakar Gedung-gedung pemerintahan termasuk Gedung DPR Nepal.

    Kudeta Nepal Memicu Kecurigaan Keterlibatan AS, Arsip Mengejutkan Terkuak

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    NEPAL, CUPLIKAN.CO.ID – Kekacauan politik di Nepal kembali menimbulkan kecurigaan bahwa pembubaran pemerintahan terpilih kali ini mungkin mendapat dukungan diam-diam dari Amerika Serikat. Tuduhan itu bukan sekadar spekulasi: catatan-catatan yang telah dinyatakan deklasifikasi dan kesaksian sejarah menunjukkan jejak panjang keterlibatan AS di Nepal, dari operasi rahasia era Perang Dingin melawan Tiongkok hingga langkah-langkah selama masa […]

  • Selly Andriani Gantina

    Anggaran Pendidikan Keagamaan Hanya Rp36 Triliun, DPR Soroti Ketimpangan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Badan Legislasi DPR RI Fraksi PDIP, Selly Andriani Gantina, menyoroti minimnya alokasi anggaran untuk pendidikan keagamaan di Indonesia. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Selly mengungkapkan bahwa dari total Rp86 triliun anggaran Kementerian Agama, hanya Rp36 triliun yang dialokasikan untuk sektor pendidikan. “Jumlah itu harus […]

  • Pemprov DKI Fokus Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Idul Adha

    Pemprov DKI Fokus Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Idul Adha

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah pengendalian inflasi pangan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah di tengah meningkatnya permintaan masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok dan hewan kurban. Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan lonjakan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga […]

  • Audiensi VISI yang dipimpin Armand Maulana ke Fraksi Partai Golkar

    Armand Maulana Soroti Ketidaktransparanan LMKN yang Rugikan Musisi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, RADIANRVOICE.ID – Kritik tajam terhadap tata kelola royalti kembali mengemuka dalam audiensi Vibrasi Suara Indonesia (VISI) bersama Fraksi Partai Golkar DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Senin (3/11/2025). Dalam forum tersebut, Ketua Umum VISI Armand Maulana menegaskan bahwa akar persoalan utama industri musik Indonesia terletak pada ketidaksempurnaan kerja, ketidakkompetenan, dan ketidaktransparanan lembaga pengelola […]

  • Gubernur Bali I Wayan Koster dan Pecalang Bali.

    Koster Tegaskan Keamanan Bali Cukup dengan Pecalang dan TNI-Polri

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, CUPLIKAN.CO.ID — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa sistem keamanan Pulau Dewata telah kokoh dengan keberadaan institusi negara dan lembaga adat. Ia menyatakan Bali tidak membutuhkan organisasi masyarakat (ormas) yang justru membawa keresahan dan merusak ketertiban. “Keamanan Bali sudah ditangani secara utuh oleh Polri, TNI, serta sistem berbasis adat seperti Sipanduberadat dan Bankamda. Tak […]

expand_less