Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kudeta Nepal Memicu Kecurigaan Keterlibatan AS, Arsip Mengejutkan Terkuak

Kudeta Nepal Memicu Kecurigaan Keterlibatan AS, Arsip Mengejutkan Terkuak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NEPAL, CUPLIKAN.CO.ID – Kekacauan politik di Nepal kembali menimbulkan kecurigaan bahwa pembubaran pemerintahan terpilih kali ini mungkin mendapat dukungan diam-diam dari Amerika Serikat. Tuduhan itu bukan sekadar spekulasi: catatan-catatan yang telah dinyatakan deklasifikasi dan kesaksian sejarah menunjukkan jejak panjang keterlibatan AS di Nepal, dari operasi rahasia era Perang Dingin melawan Tiongkok hingga langkah-langkah selama masa “perang melawan teror”.

Dokumen-dokumen yang diperiksa oleh beberapa laporan internasional menyingkap hal-hal mengejutkan. Memo rahasia yang disiapkan untuk komite aksi gelap Presiden Nixon pada Januari 1971 merinci operasi CIA terkait Tibet yang dijalankan dari India dan Nepal, meliputi propaganda, intelijen, hingga aktivitas paramiliter. Memo itu secara terbuka menyebut tim radio Tibet yang dilatih CIA beroperasi di perbatasan utara Nepal dan berhubungan dengan pasukan paramiliter di Mustang Valley yang sejak 1960-an diberi dukungan, latihan, dan persenjataan oleh agen AS. Program ini bahkan mendapat restu sejumlah pejabat tinggi AS pada 31 Maret 1971.

Kesaksian mereka yang hidup pada masa itu memperkuat bukti arsip: bekas anggota gerilya Mustang menceritakan bagaimana ratusan warga Tibet dipersenjatai dan dilatih di tanah Nepal, sebagaimana didokumentasikan dalam film dan laporan tentang peranan CIA di kawasan Tibet. Ketika kebijakan Washington bergeser untuk menjalin hubungan dengan Beijing pada awal 1970-an, para pejuang itu ditinggalkan, meninggalkan Nepal menghadapi dampak diplomatik dan keamanan.

Jejak pengaruh Washington tidak berhenti di situ. Setelah serangan 11 September 2001, AS memasukkan pemberontak Maois Nepal dalam daftar organisasi yang dicap “teroris” dan pada 2003 menempatkan mereka di bawah Executive Order 13224. Bantuan militer AS ke Kathmandu meningkat: ribuan senapan M-16 dikirim, kantor kerja sama pertahanan dibuka di kedutaan, dan perwira Nepal menjalani pendidikan di lembaga-lembaga militer Amerika. Pada puncaknya, ukuran Angkatan Darat Kerajaan Nepal membengkak dengan dukungan AS.

Kunjungan pejabat tinggi AS juga menandai keterlibatan politik: antara lain kedatangan Menteri Luar Negeri Colin Powell bersama delegasi senior pada Januari 2002, serta penempatan diplomat tingkat tinggi seperti James F. Moriarty sebagai duta besar, langkah yang dipandang pengamat sebagai sinyal keterlibatan kebijakan Nepal di level tertinggi pemerintahan AS.

Mengapa Kecurigaan Muncul Lagi Sekarang?

Dengan bergulirnya peristiwa yang menyebabkan runtuhnya pemerintahan terpilih, suara-suara dari jurnalis, aparat penegak hukum, dan sumber militer di Kathmandu menyatakan keraguan: gerakan dengan skala dan disiplin tinggi sulit berdiri sendiri tanpa “pengarah” di belakang layar. Mereka yang diwawancarai tidak menegaskan bukti konkret, tetapi mengingat pola historis ketika gangguan politik di Nepal kerap bertepatan dengan aktivitas dan pengaruh asing. “Amerika cenderung bergerak di sini tanpa menampakkan tangannya,” kata seorang wartawan veteran sebagaimana dilansir dari The Sunday Guadian,.

Seorang pejabat Nepal bahkan menilai nama-nama politik yang kini muncul sebagai calon pengganti cenderung mengikuti pola yang sudah diatur sebelumnya, dan menyatakan keyakinan pribadi bahwa gangguan besar seperti ini sulit terjadi tanpa bantuan luar. Pernyataan semacam ini, bila dikombinasikan dengan arsip sejarah, menimbulkan narasi berulang: Nepal kerap menjadi medan persaingan geopolitik antara kekuatan besar, terutama untuk menahan pengaruh Beijing, dan Washington pernah memanfaatkan ranah itu untuk kepentingan strategisnya.

Gabungan antara rekam jejak sejarah dan bisik-bisik politik kini memperkuat tuntutan agar ada investigasi menyeluruh: apakah ada keterlibatan aktor asing dalam peristiwa terbaru, bagaimana peran diplomasi AS-Nepal selama dekade terakhir, dan apa dampaknya bagi kedaulatan serta stabilitas Nepal. Bagi banyak warga Nepal, kecurigaan itu bukan sekadar paranoid, melainkan pola historis yang terdokumentasi dan masih hidup dalam ingatan desa-desa yang pernah menjadi lokasi kamp CIA maupun front Maois.

Sementara itu, para pengamat regional memperingatkan bahwa jika ada campur tangan asing yang terbukti — nyata atau persepsional, konsekuensinya akan meluas: memperkeruh hubungan Kathmandu dengan Beijing dan New Delhi, serta menimbulkan ketegangan baru dalam politik domestik Nepal yang rapuh. Pemerintah internasional, kata pengamat, harus mendukung proses transparan dan akuntabel untuk menjernihkan fakta dan mencegah spekulasi yang bisa memicu konflik lebih luas (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Bapak Budi Gunawan, beserta para menteri dan pejabat di bawah koordinasi Menko Polkam, di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber Foto : Sekretariat Kabinet.

    Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Ancaman Global dan SDM Unggul

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dari bidang politik, keamanan, dan pendidikan ke kediaman pribadinya di Hambalang, Senin (23/6/2025). Pertemuan terbatas ini membahas kondisi global yang memanas dan berbagai dampaknya terhadap Indonesia, termasuk upaya mempercepat penguatan sumber daya manusia nasional. Rapat pertama dihadiri para pejabat di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik […]

  • Direktur Eksekutif Indonesia Development Research (IDR), Fathorrahman Fadli

    Fathorrahman Fadli: Intelektual Perlu Ambil Bagian Berantas Korupsi

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Direktur Eksekutif Indonesia Development Research (IDR), Fathorrahman Fadli, menyambut baik tekad Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa upaya tersebut akan sulit berhasil tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peran aktif dari kelompok intelektual. “Membasmi korupsi tidak cukup hanya berhenti pada keinginan Presiden Prabowo, namun harus menjadi […]

  • Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono

    BHS Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    PALEMBANG, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Banyuasin, Sumatera Selatan, guna menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Carat yang menggantikan KEK Tanjung Api-Api. Menurutnya, lahan seluas 59,95 hektar yang telah tersedia cukup untuk memulai pembangunan. “Lahan yang ada sekarang sudah lebih dari cukup […]

  • Eks Politisi Nasdem, Ahmad Ali, saat diwawancara awak media seusai pelantikan pengurus DPP PSI Periode 2025-2030 kemarin di Jakarta (26/9)

    Ahmad Ali Nasdem Resmi Gabung PSI, Jadi Ketua Harian DPP

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Mantan politikus Partai NasDem, Ahmad Ali, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan langsung dipercaya menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pengumuman itu dilakukan saat pelantikan pengurus PSI periode 2025–2030 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025). Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali menekankan pentingnya kehadiran PSI sebagai solusi di […]

  • Timnas Futsal Indonesia Bidik Uji Coba Lawan Tim Eropa pada FIFA Matchday November 2026

    Timnas Futsal Indonesia Bidik Uji Coba Lawan Tim Eropa pada FIFA Matchday November 2026

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta, editorial.co.id – Tim nasional futsal Indonesia menargetkan menghadapi salah satu tim nasional asal Eropa dalam agenda FIFA Matchday November 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju persaingan di level dunia dan kualifikasi Piala Dunia Futsal FIFA. Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan bahwa komunikasi awal dengan sejumlah negara Eropa telah dilakukan. Namun, hingga saat […]

  • Prof.Siti Zuhro

    Guru Besar Insan Cita Serukan Supremasi Hukum dan Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Forum Guru Besar Insan Cita yang beranggotakan para akademisi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyampaikan pernyataan sikap kepada Presiden Prabowo Subianto. Mereka mendesak pemerintah segera menegakkan supremasi hukum, memberantas korupsi, memperluas lapangan kerja, serta memastikan demokrasi berjalan sesuai konstitusi. Pernyataan sikap tersebut dibacakan pada Minggu (31/8/2025) di Jakarta, di tengah gelombang aksi […]

expand_less