Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Anggaran Pendidikan Keagamaan Hanya Rp36 Triliun, DPR Soroti Ketimpangan

Anggaran Pendidikan Keagamaan Hanya Rp36 Triliun, DPR Soroti Ketimpangan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Badan Legislasi DPR RI Fraksi PDIP, Selly Andriani Gantina, menyoroti minimnya alokasi anggaran untuk pendidikan keagamaan di Indonesia. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Selly mengungkapkan bahwa dari total Rp86 triliun anggaran Kementerian Agama, hanya Rp36 triliun yang dialokasikan untuk sektor pendidikan.

“Jumlah itu harus menanggung seluruh jenjang pendidikan, mulai dari RA, MI, MTs, MA, hingga pendidikan tinggi berbasis keagamaan. Wajar jika para guru madrasah menjerit,” tegas Selly di Gedung DPR, Selasa (30/9/2025).

Menurut Selly, salah satu akar masalah adalah cara pandang pemerintah yang masih menganggap madrasah sebagai lembaga keagamaan, bukan lembaga pendidikan.

“Kalau SD, SMP ditanggung kabupaten/kota, SMA ditanggung provinsi, perguruan tinggi ditanggung pusat. Sementara madrasah semua jenjang harus ditanggung Kementerian Agama. Itu tidak adil,” ujarnya.

Selly juga menegaskan diskriminasi anggaran bukan hanya menimpa madrasah, tetapi juga pendidikan berbasis agama lain.

“Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Protestan, semua menghadapi persoalan serupa. Ini masalah nasional, bukan hanya satu agama,” imbuhnya.

Ia menegaskan perlunya regulasi baru untuk memperkuat kedudukan pendidikan keagamaan dalam sistem pendidikan nasional agar tidak terus termarjinalkan.

“Kalau diskriminasi ini dibiarkan, sampai kapanpun pendidikan keagamaan akan tertinggal. DPR harus hadir dengan regulasi yang lebih adil,” tutup Selly (RED),

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Subianto Dan Presiden Prancis Emmenuel Macron Serta Istri Brigitte Macron Foto Bersama Usai Mengunjungi Candi Borobudur. Sumber foto : DETIK.COM

    Candi Borobudur Bikin Macron Terpana, Sebut Simbol Peradaban Hebat

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MAGELANG, CUPLIKAN.CO.ID – Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur menyisakan kekaguman mendalam. Didampingi Presiden Prabowo Subianto dan Ibu Negara Brigitte Macron, Macron menyebut Borobudur sebagai simbol keunggulan peradaban Indonesia yang luar biasa. Dalam kunjungan itu, Presiden Macron tidak hanya berjalan-jalan menikmati relief dan struktur megah candi, tetapi juga menyempatkan diri menaiki stupa tertinggi. […]

  • Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, Abdul Kadir Karding, pada Kamis (06/03/2025), di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Gedung KPPMI/BP2MI Lt 1, Jl MT. Haryono Kav 52, Pancoran, Jakarta Selatan.

    Sinergi Kemendukbangga dan KPPMI Perkuat Keluarga Pekerja Migran Indonesia

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KPPMI)/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) dalam upaya memperkuat program pembangunan dan penguatan keluarga bagi pekerja migran Indonesia serta keluarganya. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Menteri […]

  • Tercerabutnya Ahlak Manusia Atas Lingkungan

    Tercerabutnya Ahlak Manusia Atas Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Oleh: Rozi, Dosen Universitas Bangka Belitung dan Mahasiswa S3 Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta “Diajek bekisah, malah ngelawak. Ngelawak e ge  garing. Yuuulah sepradik, same-same kite jage Kelekak. Dak kawe kelak banyek aik sungai kering” Pangkal Pinang – Ada sesuatu yang perlahan-lahan hilang dari kehidupan kite orang Bangka. Bukan hanya hutan, tanah, dan air, […]

  • Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani

    Isu Pulau, Ahmad Muzani Dorong Reformasi Tata Pemerintahan

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua MPR RI dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyuarakan urgensi reformasi dalam tata kelola pemerintahan, terutama di lingkup kementerian yang menangani isu kedaulatan wilayah. Pernyataannya muncul setelah polemik keputusan Mendagri Tito Karnavian soal status empat pulau di Aceh yang sempat dialihkan ke Sumatera Utara dan kemudian dikoreksi oleh Presiden Prabowo […]

  • Nilam Sari Lawira Pertanyakan Anggaran Kemendikdasmen, Rp1,25 Triliun Belum Dapat Digunakan

    Nilam Sari Lawira Pertanyakan Anggaran Kemendikdasmen, Rp1,25 Triliun Belum Dapat Digunakan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle MA
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Nasdem Nilam Sari Lawira (NSL) menyoroti masih adanya anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diblokir hingga akhir Tahun Anggaran 2025. “Kami mencatat anggaran yang masih diblokir per 31 Desember 2025 mencapai Rp1,25 triliun, dengan sekitar 98 persen di antaranya merupakan belanja barang,” kata Nilam saat […]

  • Diskusi publik bertajuk “Perkosaan Mei 1998 adalah Luka Kita” di Langgeng Gallery, Yogyakarta, Jumat (25/7/2025).

    Sejarah Versi Negara Dikecam: Abaikan Kekerasan terhadap Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Upaya pemerintah menulis ulang sejarah nasional tanpa mencantumkan tragedi kekerasan seksual Mei 1998 menuai kritik keras dari sejumlah akademisi, aktivis, dan korban yang tergabung dalam Gerakan Perempuan untuk Keadilan Sejarah (GPKS). Kritik itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Perkosaan Mei 1998 adalah Luka Kita” di Langgeng Gallery, Yogyakarta, Jumat (25/7/2025). Diskusi ini menghadirkan […]

expand_less