Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tantangan Humas di Era Post Truth, Algoritma dan AI

Tantangan Humas di Era Post Truth, Algoritma dan AI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Chamad Hojin*

Saat ini semua praktisi hubungan masyarakat atau public relations (Humas/PR) menghadapi tantangan dan dinamika yang luar biasa dalam mengelola reputasi kelembagaan atau perusahaan. Apalagi mereka yang menjaga dan mengelola reputasi kelembagaan pemerintahan dan politik. Sangat keras dan cepat pertarungannya dalam merebut simpati publik atau sebaliknya dalam merusak sebuah kepercayaan publik. Semua hal bisa menjadi titik serangan dan sebaliknya bisa juga menjadi titik simpul keunggulan.

Praktisi Humas harus mampu dan menyiapkan untuk menghadapi dinamika komunikasi publik di era digital yang penuh tantangan, terutama berkaitan dengan fenomena post-truth, disinformasi, fitnah, kebencian dan serangan siber.

Selain itu yang harus diperhatikan juga bagi pengelola humas adalah pengelolaan jejak digital. Saat ini dampak jejak digital itu sangat kejam. Bisa saja reputasi institusi hancur hanya dalam hitungan menit, apalagi di era media sosial yang ganas dan masif. Banyak kasus yang bisa menjadi pembelajaran dan telah menimpa para tokoh publik seperti apa yang dialami Gus Miftah. Peristiwa lama muncul lagi dengan framing yang sangat kejam yakni tokoh agama mengolok-olok seorang warga biasa penjual es teh.

Dalam waktu sekejap peristiwa itu menjadi viral dengan komentar negatif dari berbagai arah. Reputasi dan persepsi terhadap Gus Miftah yang dikenal pendakwah pluralis, santun, langsung ambles, beralih dengan persepsi pendakwah yang dicap sombong dan merendahkan profesi penjual es teh.

Pada saat ini peran dan fungsi humas tak sekadar hanya menyampaikan informasi, sekedar berbicara, atau gathering dan visit media namun juga harus cerdas, cermat dalam mengelola opini publik. Selain itu seorang praktisi humas juga pintar dan mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi mana serangan digital yang bersifat organik dan mana yang direkayasa atau tidak organik. Karena itu, humas dalam mengidentifikasi serangan memerlukan data yang valid dengan memanfaatkan sarana teknologi yang semakin canggih.

Pada saat praktisi humas akan menyusun strategi untuk mengcounter maupun merecovery sebuah serangan maka perlu mengidentifikasi dan mengklasifikasinya. Perhatikan ragam serangan tersebut apakah hanya berasal pada satu titik dan bisa saja hal itu merupakan serangan organik.

Namun, jika serangan tersebut bersifat serentak dari berbagai titik dalam waktu bersamaan, patut dicurigai. Bisa jadi itu difabrikasi, bahkan mungkin dijalankan oleh bot atau AI yang saat ini sangat mudah dilakukan.

Sisi lain yang perlu diperhatikan oleh praktisi humas di era post truth adalah pemilihan diksi dalam menyampaikan pendapat dan pandangan tentang suatu hal. Di era digital, audiens sangat beragam dan berjenjang baik secara kultural, adat istiadat, maupun strata ekonomi dan pendidikannya.

Ditambah lagi keragaman karakter generasinya, antara yang native digital dan imigran digital, antara generasi baby boomers dengan generasi X serta Gen Z. Mereka ada yang tumbuh dengan kultur sangat egaliter -liberal dan ada pula yang besar dalam lingkungan feodal dan paternalistik.

Seringkali diksi, kata dan kalimat yang disampaikan seseorang di komunitasnya cukup dimaklumi dan dipahami bahkan suatu hal yang lumrah, namun saat diposting di sosial media mendapatkan respon dan pemahaman yang berbeda lantaran audiensnya beragam dan berjenjang.

Sejumlah praktisi humas pernah mengalami blunder terkait pemilihan diksi dalam menyampaikan pandangan atau pendapat. Misalnya dengan menyebut “Rakyat jelata”, “Dimasak aja”, “Ndasmu”, dan lainnya. Karena itu, pilihan diksi pada saat menyampaikan pernyataan, pandangan atau pendapat terhadap suatu hal sangat penting dalam strategi komunikasi.

*Penulis adalah Direktur Eksekutif PUSPOLL Indonesia

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono,

    Jaga Kekhidmatan Takbiran, Polres Bondowoso Larang Penggunaan Sound Horeg

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Polres Bondowoso mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan sound horeg dalam takbir keliling. Keputusan ini diambil untuk menjaga kekhidmatan malam takbiran sekaligus menghindari gangguan yang kerap ditimbulkan oleh suara bising dari pengeras suara berdaya tinggi. Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono, menjelaskan bahwa larangan ini […]

  • Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, saat memberikan arahan pada hari pertama kerja usai cuti Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Selasa (8/4/2025).

    Usai Libur, ASN Bondowoso Tancap Gas Layani Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Libur panjang Lebaran bukan alasan untuk bermalas-malasan. Begitu pesan tegas yang disampaikan Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, saat memberikan arahan pada hari pertama kerja usai cuti Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Selasa (8/4/2025). Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bondowoso, Bupati menekankan pentingnya langsung “tancap gas” demi memastikan […]

  • Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

    Khamenei Siapkan Suksesor, Iran Antisipasi Situasi Terburuk

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah Iran dilaporkan tengah menyiapkan skenario suksesi jika Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam konflik bersenjata yang kian membara dengan Israel. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran serius di internal Iran atas potensi memburuknya eskalasi yang dapat mengguncang stabilitas negara. Laporan The New York Times, Sabtu (22/6), menyebut bahwa Khamenei telah menunjuk tiga […]

  • Tangkapan layar saat Hasto Kristiyanto menjadi narasumber di acara podcast Akbar Faisal Uncensored pada Jum'at (22/11/2024) malam.

    Geger! Hasto Kristiyanto : Kriminalisasi Anies Baswedan itu Perintah Jokowi

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan tudingan serius terhadap mantan Presiden Joko Widodo terkait dugaan kriminalisasi Anies Baswedan. Dalam podcast Akbar Faisal Uncensored pada Jumat (22/11/2024), Hasto menyatakan bahwa kasus Formula E yang menyeret nama Anies merupakan instruksi langsung dari Presiden Jokowi. “Saya bersaksi, kasus Formula E itu adalah perintah langsung dari Pak […]

  • Jubir KPK Tessa Mahardhika Sugiarto

    KPK: Endorsement Pejabat Artis Berisiko Jadi Konflik Kepentingan

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan para pejabat publik dengan latar belakang artis untuk memahami aturan terkait gratifikasi, terutama dalam menerima endorsement. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menegaskan bahwa menerima endorsement tanpa pengawasan yang tepat dapat dikategorikan sebagai gratifikasi, yang berisiko memicu konflik kepentingan. “Jika endorsement itu diterima tanpa pelaporan, ada potensi menjadi […]

  • Mensos RI Syaifullah Yusuf dalam sebuah acara PCNU Kendal pada Minggu (27/4/2025).

    Soeharto dan Gus Dur Berpeluang Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dua tokoh besar dalam sejarah Indonesia, Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berpeluang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kabar ini saat menghadiri acara di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Rabu (23/4). “Tahun ini ada beberapa nama yang berpeluang, […]

expand_less