Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Waketum PSI: Reformasi Sistem Pemilu Kunci Stabilitas Politik dan Indonesia Emas

Waketum PSI: Reformasi Sistem Pemilu Kunci Stabilitas Politik dan Indonesia Emas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman menegaskan bahwa reformasi sistem pemilu, termasuk revisi aturan presidential threshold, adalah langkah penting untuk memperkuat sistem presidensial di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Mencari Format Pemilu Terbaik 2029 Melalui Revisi Paket UU Politik: Menakar Tantangan Partai Politik Non-Parlemen”, yang digelar di Gedung Joeang 45, Jakarta, Jumat (17/1/2025).

Menurutnya, Indonesia memiliki sistem unik dengan kombinasi presidensial dan multi-partai. “Sistem presidensial kita berbeda dengan Amerika yang hanya punya dua partai. Di sini, partai yang menang pemilu tidak pernah mendapatkan suara lebih dari 25 persen,” ungkapnya. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan besar karena presiden terpilih membutuhkan dukungan kuat di parlemen untuk menciptakan stabilitas politik.

Ia mengingatkan potensi bahaya jika presidential threshold dihapus tanpa pengaturan lebih lanjut.

“Jika presiden terpilih hanya didukung 3–5 persen suara, akan sulit baginya membangun koalisi. Akibatnya, pemerintahan bisa tidak stabil, program terhambat, atau bahkan ada potensi presiden dijatuhkan di tengah jalan,” katanya.

Stabilitas politik disebut menjadi syarat mutlak untuk mencapai target besar seperti Indonesia Emas. “Tanpa stabilitas, program-program strategis tidak akan berjalan efektif. Pengambilan keputusan strategis membutuhkan persetujuan parlemen. Jika dukungan parlemen minim, efektivitas pemerintah akan terganggu,” jelasnya.

Andy Budiman juga menyoroti urgensi menghindari praktik politik transaksional yang sering terjadi saat membangun koalisi setelah pemilu. “Penghapusan presidential threshold harus dirancang dengan hati-hati agar tidak memperbesar ruang untuk transaksi politik yang merugikan,” ujarnya.

Ia mendorong DPR RI untuk merumuskan kebijakan yang tetap memperkuat sistem presidensial. “Revisi ini adalah kewenangan DPR, bukan Mahkamah Konstitusi. PSI mendukung langkah yang mengatur agar presiden terpilih memiliki dukungan politik yang memadai dari awal,” tambahnya.

Andy Budiman juga menekankan pentingnya menjaga kualitas demokrasi di tengah tantangan global. “Meski ada kekhawatiran tentang regresi demokrasi, indikator demokrasi Indonesia seperti kebebasan berbicara dan pemilu langsung masih cukup kuat. Kita harus fokus pada bagaimana memperbaiki sistem agar lebih efektif,” ujarnya.

Dalam pandangannya, tujuan utama bernegara adalah mencapai kesejahteraan rakyat.

“Demokrasi adalah alat, bukan tujuan. Kita harus memastikan bahwa sistem politik kita mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengajak publik untuk belajar dari negara lain dalam mengelola pemerintahan yang efektif.

“China, misalnya, meskipun tanpa demokrasi, bisa mengambil keputusan strategis dengan cepat. Bukan berarti kita meniru, tetapi penting untuk mengevaluasi kelemahan dalam sistem demokrasi kita,” katanya.

Andy Budiman juga mengkritik waktu panjang yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan dalam sistem demokrasi.

“Kadang, keputusan bukan didasarkan pada kualitas, tetapi pada mayoritas di parlemen. Hal ini bisa menjadi tantangan serius dalam mencapai target Indonesia Emas,” jelasnya.

Ia menutup dengan mengajak seluruh pihak untuk fokus pada agenda besar nasional. “Diskusi revisi UU Pemilu harus diarahkan pada bagaimana memperkuat sistem politik kita untuk mencapai Indonesia Emas. Demokrasi penting, tetapi kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama,” pungkasnya.

PSI berharap revisi ini menghasilkan sistem politik yang tidak hanya demokratis, tetapi juga efektif dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita perlu alat hukum yang mampu mengarahkan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang pelayat bereaksi saat pemakaman tentara Israel Kapten Eitan Itzhak Oster, yang tewas dalam pertempuran di Lebanon, di tengah permusuhan antara Hezbollah dan Israel, di pemakaman militer Gunung Herzl di Yerusalem, 2 Oktober 2024. Sumber foto : REUTERS

    Delapan Tentara Israel Tewas dalam Pertempuran di Lebanon Selatan

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JERUSALEM, CUPLIKAN.CO.ID – Israel pada hari Rabu melaporkan bahwa delapan tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan saat pasukan Israel memasuki wilayah utara tetangganya dalam kampanye melawan kelompok bersenjata Hezbollah. Kehilangan tersebut menjadi yang paling mematikan bagi militer Israel di front Lebanon dalam setahun terakhir setelah serangkaian bentrokan di daerah perbatasan antara Israel dan Hezbollah yang […]

  • Kepala PCO, Hasan Nasbi

    Indonesia Tegaskan Konsistensi Sikap dalam Konflik Iran-Israel

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah Indonesia menyatakan sikap tegas dan konsisten dalam merespons konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang kembali memanas pekan lalu. Prinsip penolakan terhadap agresi militer dan penekanan pada jalur diplomatik tetap menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah bergeser […]

  • Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, Ahmad Basarah. Sumber foto : Istimewa.

    “Saya Pengagum Bung Karno”, Jadi Alasan Megawati Siap Bertemu Prabowo

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI Prabowo Subianto bukan sekadar silaturahmi. Faktor pemulihan nama baik Bung Karno menjadi salah satu alasan utama yang mendorong keduanya untuk bertemu. Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI Perjuangan, mengungkapkan bahwa Megawati telah memberikan sinyal positif untuk merencanakan pertemuan dengan Prabowo sejak Oktober […]

  • Penandatanganan MOU antara Pengajian Al Hidayah dengan LEMHANAS.

    Pengajian Al Hidayah dan Lemhannas Teken MoU Ketahanan Nasional

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam rangkaian Muktamar ke-IX DPP Pengajian Al-Hidayah, digelar Seminar Nasional dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPP Pengajian Al-Hidayah dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (21/10). Kegiatan bertajuk “Memperkuat Ketahanan Sosial dan Nasional di Tengah Disrupsi Digital” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara […]

  • Presiden memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila Kemenlu pada Senin (2/6/2025). Sumber foto : Sekretariat Presiden.

    Prabowo Ancam Pecat Pejabat Korup, Bongkar Permainan Asing!

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tegas saat memperingati Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (2/6). Dalam pidato bernada keras dan penuh peringatan, Prabowo menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau mantra kosong. Ia menuntut agar nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama oleh para pejabat publik. “Semua penyelewengan, semua kebocoran […]

  • Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim.

    Skandal Chromebook Makin Panas! Lima Pejabat Era Nadiem Diseret Kejagung

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Kasus dugaan korupsi di tubuh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) era Menteri Nadiem Makarim mulai menyeret sejumlah nama. Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi memeriksa lima mantan pejabat kementerian terkait proyek ambisius digitalisasi pendidikan. Kelima orang tersebut diperiksa sebagai saksi pada Selasa, 3 Juni 2025, dalam rangka pendalaman kasus pengadaan laptop […]

expand_less