Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Zulkifli Hasan Bongkar Fakta Izin Tambang, : “Bukan Bahlil!”

Zulkifli Hasan Bongkar Fakta Izin Tambang, : “Bukan Bahlil!”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan (Zulhas) buka suara soal sorotan publik terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait tambang nikel di Raja Ampat. Zulhas secara blak-blakan menyatakan bahwa Bahlil tak terlibat dalam penerbitan izin tambang tersebut.

Pernyataan Zulhas disampaikan dalam forum Hari Kewirausahaan Nasional di Jakarta, Selasa (10/6), saat isu eksplorasi dan operasi lima perusahaan tambang di Raja Ampat, Papua Barat Daya, sedang menjadi perbincangan hangat.

“Terutama Pak Bahlil, ramai tadi saya dengar. Padahal izin-izin itu bukan Pak Bahlil yang keluarkan, beliau ini sebenarnya tidak salah,” tegas Zulhas di hadapan peserta acara.

Zulhas juga menyebut Bahlil sebagai sosok yang layak dibela karena integritasnya.

“Loh betul memang bukan Pak Bahlil (yang keluarkan izin tambang) kok, cuma Pak Bahlil orang baik, semua dibela,” tambahnya.

Sebelumnya, masyarakat dan aktivis lingkungan menyoroti keberadaan lima perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah konservasi Raja Ampat. Mereka khawatir eksplorasi nikel bakal merusak keindahan alam dan mengancam biodiversitas laut serta darat yang luar biasa.

Adapun kelima perusahaan tambang yang dimaksud antara lain:

  • PT Gag Nikel – izin produksi dari pemerintah pusat sejak 2017

  • PT Anugerah Surya Pratama (ASP) – izin sejak 2013

  • PT Mulia Raymond Perkasa (MRP) – izin dari Bupati Raja Ampat tahun 2013

  • PT Kawei Sejahtera Mining (KSM) – izin 2013

  • PT Nurham – izin terbit pada 2025

Dari kelima izin tersebut, sebagian besar dikeluarkan jauh sebelum Bahlil menjabat sebagai Menteri ESDM.

Isu ini memuncak setelah aktivis lingkungan menggelar aksi damai dalam acara Indonesia Critical Mineral Conference & Expo 2025, menyoroti dampak tambang terhadap kawasan yang dijuluki “surga terakhir di Bumi”.

Meski dibela Zulhas, tekanan terhadap pemerintah untuk menghentikan tambang di wilayah konservasi tetap tinggi. Publik kini menanti langkah tegas Presiden dan jajaran menteri terkait—antara melindungi alam atau melanjutkan ambisi hilirisasi nikel demi industri kendaraan listrik (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka

    103 Jenderal Desak Gibran Dimakzulkan, DPR Akui Terima Surat!

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka makin memanas. Kali ini, Forum Purnawirawan Prajurit TNI resmi mengirim surat ke DPR dan MPR untuk segera memproses usulan tersebut secara hukum. DPR pun mengonfirmasi telah menerima surat yang ditandatangani oleh sederet jenderal purnawirawan. “Iya benar, kami sudah terima suratnya dan telah kami teruskan ke […]

  • Logo Muhammadiyah

    Muhammadiyah Ingatkan Elit Politik, “Jangan Sakiti Rakyat!”

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Gelombang aksi massa yang memanas di Jakarta dan sejumlah daerah beberapa hari terakhir, ikut mendapat perhatian serius dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dalam pernyataan resminya, Muhammadiyah tidak hanya menyoroti korban jiwa, tetapi juga memberikan kritik keras kepada elit politik dan pejabat negara. “Semua pihak hendaknya menahan diri, menghentikan kekerasan, dan mengutamakan kepentingan […]

  • Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Duren Tiga, Marwan Aziz

    Pengurus Nilai Anggaran Gerai Koperasi Tidak Realistis

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Usulan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih (KMP) yang dipatok hingga Rp 1,6 miliar per unit menuai sorotan dari pengurus koperasi di tingkat kelurahan. Mereka menilai pendekatan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan koperasi yang baru dibentuk dan justru berpotensi menghambat pengembangan usaha. Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Direktur Utama PT Agrinas […]

  • Ari Sutrisno, saat bergabung ke Partai Golkar.

    Ari Sutrisno, Anak Kampung dari Jepara Menuju Rumah Besar Partai Golkar

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Jakarta menyimpan banyak wajah, tapi hari menjelang maghrib itu ia menampakkan wajahnya yang paling hening. Di langit, lampu-lampu kota mulai bersinar pelan, menunggu pertandingan final Piala AFF U23 antara Indonesia dan Vietnam yang akan segera dimulai dalam hitungan jam. Namun, di sebuah sudut di Bilangan Menteng Jakarta, tepatnya di Sekretariat AMPI Media […]

  • Ladies Operation Forum

    Ladies Operations Forum Dorong Peningkatan Kompetensi Perempuan di Pelindo

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MAKASSAR, CUPLIKAN.CO.ID – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mengadakan Ladies Operations Forum di Terminal Petikemas New Makassar dari 26 hingga 29 September 2024. Forum ini melibatkan 35 perempuan dari 32 terminal di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus utama pada peningkatan kompetensi teknis dan manajerial perempuan dalam operasional terminal petikemas. Ady Sutrisno, Direktur Sumber Daya Manusia […]

  • Ilustrasi kekerasan pada anak

    Polisi Dinilai Lalai Tangani Kasus Penganiayaan Bocah di Bluto Sumenep

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    SUMENEP, CUPLIKAN.CO.ID – Penanganan kasus penganiayaan terhadap bocah berinisial MG (12) di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan. Tiga bulan sejak dilaporkan pada Agustus 2025, keluarga korban menyebut tidak ada perkembangan berarti dari pihak kepolisian. Pelaku, SM (21), yang diketahui pernah menempuh pendidikan taruna di Malang, belum ditangkap dan diduga berada di luar kota. […]

expand_less