Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Kebijakan Kenaikan Pajak Dinilai Kontraproduktif bagi Ekonomi Desa

Kebijakan Kenaikan Pajak Dinilai Kontraproduktif bagi Ekonomi Desa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEMARANG, CUPLIKAN.CO.ID –  Kebijakan pemerintah terkait kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan pungutan sektor kelautan perikanan menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, menyebut kebijakan ini tidak hanya membebani masyarakat desa, tetapi juga berpotensi memperburuk angka kemiskinan di wilayah pedesaan.

“Data menunjukkan bahwa kemiskinan di pedesaan naik dari 12,60% pada 2019 menjadi 13,20% pada 2020. Kebijakan seperti kenaikan PPN justru membuat petani, nelayan, dan peternak semakin sulit bertahan,” ujar Riyono, di Semarang, Sekasa (19/11/2024).

Riyono mengingatkan bahwa PPN yang naik menjadi 11% pada 2022 dan akan menjadi 12% pada 2025 berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Dampaknya dirasakan terutama oleh petani dan nelayan yang berpenghasilan rendah.

“Kenaikan PPN akan menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok, termasuk pakan ternak. Petani, nelayan, dan peternak yang sudah terbebani harus menanggung biaya produksi yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Riyono menyoroti Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2021 yang mewajibkan nelayan kecil dengan kapal di bawah 5 GT membayar pungutan 5% dari hasil tangkapan. “Nelayan kecil sudah harus menghadapi PPN 11% saat membeli kebutuhan, dan kini ditambah lagi dengan pungutan 5%. Ini pukulan berat bagi mereka,” tambahnya.

Kebijakan perpajakan ini, menurut Riyono, bertentangan dengan semangat pembangunan yang inklusif dan adil. “Semestinya pemerintah memberikan insentif untuk mendorong usaha kecil, bukan menambah beban mereka dengan pajak yang tidak proporsional,” katanya.

Riyono juga mengingatkan bahwa sektor pertanian, peternakan, dan perikanan adalah penopang utama ekonomi desa. Jika beban mereka terus bertambah, dampaknya akan terasa pada perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kebijakan seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat desa, tetapi juga menghambat pemulihan ekonomi nasional. Padahal, desa adalah tulang punggung ekonomi kita,” tegas Riyono.

Ia meminta pemerintah segera mengevaluasi kebijakan pajak yang membebani masyarakat kecil dan menggantinya dengan program yang lebih mendukung kesejahteraan rakyat. “Pemerintah perlu menyadari bahwa kebijakan ini tidak selaras dengan semangat keadilan sosial yang menjadi dasar negara kita,” pungkasnya.

Sebagai langkah solusi, Riyono mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif fiskal untuk kelompok petani, nelayan, dan peternak. Dengan demikian, sektor ini dapat berkembang lebih baik tanpa terbebani oleh pajak yang tidak seimbang (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas

    Menteri Hukum Supratman Teken SK PPP Kubu Mardiono Usai Muktamar X

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID– Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengumumkan telah menandatangani Surat Keputusan (SK) kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Ketua Umum Muhammad Mardiono. Supratman mengungkapkan SK itu ditandatangani pada Rabu (1/10/2025) pagi. “Kemarin pagi saya sudah menandatangani SK pengesahan kepengurusan Bapak Mardiono,” kata Supratman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2025). Ia menjelaskan, Direktorat Jenderal […]

  • Voicer M. Shoim Haris (Wakil Sekjend DPP Partai Golkar)

    Urgensi Koalisi Permanen

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Oleh : M Shoim Haris* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Telah menjadi adagium dalam governance studies bahwa sebuah pemerintahan membutuhkan dukungan politik yang kuat—baik dari masyarakat maupun dari partai-partai politik pendukungnya. Dukungan ini merupakan political energy yang menggerakkan mesin pemerintahan, sehingga kebijakan dapat dijalankan secara efektif dan efisien. Di Indonesia, dimana political configuration bersifat sangat beragam, kebutuhan […]

  • Kampanye PPP di tahun 2009. Sumber foto ANTARA.

    Muktamar X PPP Digelar di Ancol, Bahas Tiga Agenda Penting

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Muktamar X mulai Sabtu (27/9/2025) hingga Senin (29/9/2025) di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Forum tertinggi partai berlambang Kakbah ini menjadi ajang konsolidasi penting sekaligus penentuan arah kepemimpinan lima tahun ke depan. Ada tiga agenda utama yang dibahas dalam muktamar. Pertama, mendengarkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya. Kedua, […]

  • Iyeth Bustami Soroti Sulitnya Nelayan Pesisir Mendapatkan Solar

    Iyeth Bustami Soroti Sulitnya Nelayan Pesisir Mendapatkan Solar

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle MA
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Iyeth Bustami, mendesak pemerintah dan badan usaha penyalur BBM mencari solusi konkret untuk mengatasi panjangnya antrean solar bersubsidi yang menyulitkan nelayan di wilayah pesisir. Ia menegaskan, akses terhadap bahan bakar harus lebih mudah, terutama bagi nelayan di pulau-pulau kecil yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan solar. Persoalan […]

  • Ketua DPP PKS Bidang Tani dan Nelayan, Riyono Caping dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam aksi berbagi 1.000 paket sayuran dan 300 paket ikan asin kepada masyarakat di sekitar kantor DPTP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2025).

    Dorong Ketahanan Pangan, Riyono Caping : Pangan Lokal Lebih Sehat dan Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam upaya mendorong ketahanan pangan nasional, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar aksi berbagi 1.000 paket sayuran dan 300 paket ikan asin kepada masyarakat di sekitar kantor DPTP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye PKS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal sebagai langkah strategis menuju […]

  • Dukung Petani Lokal, Ketua Umum SPKS Fokus Peningkatan Produktivitas Petani Sawit di Sultra

    Dukung Petani Lokal, Ketua Umum SPKS Fokus Peningkatan Produktivitas Petani Sawit di Sultra

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KENDARI, CUPLIKAN.CO.ID– Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan penghasil perkebunan sawit terbesar ke-3 di wilayah sulawesi dengan luas sekitar 59 ribu hektar berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Sultra 2023, perkebunan sawit tersebut tersebar di beberapa Kabupaten antara lain yaitu Kabupaten 1) Konawe, 2) Kolaka, 3) Muna, 3) Konawe Utara, 4) Muna Barat, 5) Bombana, 6) Kolaka […]

expand_less