Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum, Pertahanan & Keamanan » LBH Yogyakarta Ungkap Kekerasan Polisi di Magelang

LBH Yogyakarta Ungkap Kekerasan Polisi di Magelang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta meluncurkan laporan hasil investigasi kasus salah tangkap, penyiksaan, dan penyebaran data pribadi terhadap enam anak yang diduga dilakukan oleh anggota Polres Magelang Kota. Laporan itu disebut sebagai bukti bahwa reformasi kepolisian masih jauh dari kenyataan.

Konferensi pers berlangsung di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, pada Kamis (16/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan LBH Yogyakarta, YLBHI, LBH Jakarta, dan KontraS.

Acara diawali dengan pemutaran video testimoni dari orang tua dua korban, Dita (orang tua DRP, 15 tahun) dan Sumiati (orang tua MDP, 17 tahun). Dalam video tersebut, keduanya menuntut keadilan atas penyiksaan yang dialami anak-anak mereka.
“Anak kami disiksa, disebar data pribadinya, padahal mereka tidak bersalah sama sekali. Kami akan perjuangkan terus hak anak kami,” ujar Dita dan Sumiati sambil terisak.

Temuan LBH: Polisi Gunakan Selang dan Kencur untuk Menyiksa

Dalam pemaparan laporan, Royan Juliazka Chandrajaya, Staf Divisi Advokasi LBH Yogyakarta, mengungkap bahwa terdapat 26 anak korban salah tangkap, namun hanya enam anak yang melanjutkan proses hukum.

Ia menjelaskan bahwa para korban mengalami penyiksaan selama hampir 20 jam menggunakan berbagai alat seperti selang, helm, sandal bersol keras, keling, dan pentungan.

“Para korban dipiting, diseret, dipukul di kepala dan perut, dicambuk menggunakan selang, bahkan dipaksa mengunyah kencur secara bergiliran,” ungkap Royan.

Setelah disiksa, para korban dibebaskan dengan luka di sekujur tubuh dan diancam agar tidak menceritakan apa yang mereka alami. Data pribadi mereka juga disebarkan ke media sosial disertai tuduhan palsu sebagai pelaku kerusuhan.

Direktur LBH Jakarta, Fadhil Alfathan, menilai peristiwa di Magelang merupakan cerminan dari pola kekerasan yang juga terjadi di daerah lain.

“Siksaan hari ini tidak hanya fisik, tetapi juga digital. Penyebaran data pribadi adalah bentuk digital torture,” ujarnya.

Sementara itu, Andri Yunus, Wakil Koordinator Eksternal KontraS, menilai penyiksaan oleh aparat kini telah menjadi momok serius di tubuh kepolisian.

“Indonesia sudah meratifikasi konvensi internasional anti-penyiksaan, tapi praktiknya masih terus terjadi. Saya bahkan heran, kenapa bisa ada bumbu dapur, kencur, di kantor polisi? Itu sangat tidak manusiawi,” tegas Andri.

YLBHI: Polri Harus Direformasi Total

Arif Maulana, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan YLBHI, menegaskan bahwa tindakan represif oleh aparat kepolisian bukan hanya terjadi di Magelang. Berdasarkan data YLBHI dan jaringan LBH di seluruh Indonesia, pada 2022–2023 terdapat 46 kasus penyiksaan dengan 294 korban, serta 24 kasus pembunuhan di luar proses hukum (extra judicial killing) dalam rentang 2020–2023.

“Penyiksaan masih menjadi pola aparat dalam mencari pengakuan. Ini bukti lemahnya reformasi kepolisian,” katanya.

Berdasarkan hasil investigasi dan temuan di lapangan, LBH Yogyakarta bersama YLBHI, LBH Jakarta, dan KontraS menyampaikan lima tuntutan:

  1. Kapolri diminta mundur karena gagal memberantas praktik penyiksaan dan pelanggaran HAM di tubuh Polri.

  2. Presiden diminta segera melakukan reformasi kepolisian.

  3. Pengawasan terhadap Polri diperkuat, serta membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan.

  4. Kasus penyiksaan harus diusut tuntas, agar tidak terjadi impunitas.

  5. Polres Magelang Kota diminta menghentikan intimidasi terhadap korban dan keluarga korban.

Laporan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan kepolisian untuk memperbaiki sistem penegakan hukum dan perlindungan HAM, terutama terhadap anak-anak yang menjadi korban salah tangkap dan kekerasan aparat (RED).

Tags
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesawat haji Yaman yang dihantam rudal Israel, Rabu Pagi (28/5/2025).

    Rudal Israel Hantam Pesawat Haji Yaman, Dunia Geger Murka!

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    YAMAN, RADIANTVOICE – Israel kembali menuai kecaman dunia setelah menyerang Bandara Internasional Sana’a, Yaman, pada Rabu pagi (28/5). Serangan udara tersebut menghancurkan satu-satunya pesawat yang masih beroperasi di bandara itu, yang rencananya akan digunakan untuk menerbangkan jemaah haji ke Makkah. Menurut laporan Quds News Network dan The Cradle yang dikutip Kamis (29/5), pesawat sipil jenis […]

  • Ilustrasi Transisi Energi

    Transisi Energi Harus Adil: Jangan Biarkan Rakyat Hanya Jadi Penonton

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Oleh : Akril Abdillah* JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Transisi energi kerap dibicarakan dalam forum internasional, konferensi iklim, atau seminar akademis. Namun, sering kali pembicaraan itu berhenti pada ruang elite, tanpa menjelaskan bagaimana rakyat akan terlibat secara nyata. Padahal, energi bukan sekadar komoditas bisnis; energi adalah hak dasar warga negara. Akses terhadap energi bersih dan terjangkau adalah […]

  • Seorang tentara Amerika membawa peluncur Javelin saat latihan militer antara Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces) dan koalisi internasional pimpinan AS melawan kelompok Daesh, di wilayah pedesaan Deir Ezzor, timur laut Suriah, pada 7 Desember 2021. Sumber foto : AFP.

    Harga Perang Dengan Iran Jauh Lebih Mahal Bagi AS Dibandingkan Bagi Israel.

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Oleh : Emad Abshenas* Dunia saat ini lebih menyerupai hutan rimba daripada sebuah tatanan internasional berbasis aturan. Di tengah kekacauan itu, standar ganda yang diterapkan oleh sebagian negara Barat terlihat sangat jelas. Contoh nyata adalah pernyataan terbaru para pemimpin G7 yang menyebut bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri dari Iran. Namun, yang sengaja diabaikan […]

  • Prabowo Subianto—menyaksikan langsung demo laut dan sailing pass dalam acara Presidential Inspection dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW-992).

    Prabowo Saksikan Demo Laut Spektakuler Armada TNI AL di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Suasana Teluk Jakarta pada Kamis (2/10/2025) berubah menjadi panggung megah kekuatan maritim Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung demo laut dan sailing pass dalam acara Presidential Inspection dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW-992). Atraksi akbar ini dipimpin oleh Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Nurlan, yang bertindak sebagai […]

  • Tragis! Indonesia U-17 Jadi Juru Kunci, Kurniawan: Ini Kesalahan Saya

    Tragis! Indonesia U-17 Jadi Juru Kunci, Kurniawan: Ini Kesalahan Saya

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, Editoria.co.id – Kegagalan Timnas Indonesia U-17 melangkah ke Piala Dunia U-17 2026 meninggalkan kekecewaan besar bagi publik sepak bola Tanah Air. Pelatih Garuda Muda, Kurniawan Dwi Yulianto, pun akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. Indonesia dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia U-17 setelah kalah 1-3 dari Jepang pada […]

  • Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, dalam RDP dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta kemarin Kamis (27/2/2025).

    Deddy Sitorus: 60% Pilkada Bermasalah, KPU Harus Bertanggung Jawab

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang dianggap penuh dengan permasalahan. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP di Gedung Parlemen Senayan, Kamis (27/2/2025), ia menyoroti banyaknya pelanggaran dalam proses demokrasi di Indonesia. Deddy mengungkapkan bahwa hampir […]

expand_less