Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » BPOM Targetkan Masuk WHO Listed Authority (WLA) untuk Tingkatkan Reputasi Global

BPOM Targetkan Masuk WHO Listed Authority (WLA) untuk Tingkatkan Reputasi Global

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang menargetkan untuk masuk dalam daftar WHO Listed Authority, sebuah pengakuan bergengsi di dunia internasional bagi lembaga pengawas obat dan makanan. Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., menegaskan bahwa upaya ini merupakan prioritas utama untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Dalam wawancara dengan Radiant Voice di Kantor BPOM di Jakarta, Taruna menyebutkan bahwa saat ini BPOM berada di level 3 dari 4 level otoritas pengawas menurut standar WHO. “Kami menargetkan agar pada tahun depan, BPOM bisa masuk ke dalam WHO Listed Authority, yang saat ini hanya terdiri dari 30 negara dari total 194 negara anggota WHO,” ungkapnya di BPOM Jakarta, pada Selasa (24/9/24)

Upaya ini bukan sekadar untuk meningkatkan reputasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi industri farmasi Indonesia. Menurut Taruna, jika Indonesia masuk ke dalam daftar WHO tersebut, produk-produk obat yang diproduksi di Indonesia tidak perlu lagi melalui proses inspeksi yang berulang ketika akan diekspor ke negara-negara anggota WHO Listed Authority.

“Ini akan mempercepat ekspor obat-obatan ke pasar internasional. Misalnya, perusahaan farmasi besar seperti Kalbe Farma atau Bio Farma tidak perlu lagi menunggu kedatangan tim inspeksi dari negara tujuan ekspor karena BPOM sudah diakui,” jelas Taruna. Hal ini tentu akan mengurangi biaya dan mempercepat proses pemasaran produk farmasi Indonesia ke luar negeri.

Taruna juga menjelaskan bahwa salah satu syarat untuk masuk dalam daftar WHO adalah adanya penilaian ketat terhadap laboratorium BPOM.

“Tim penilai dari Singapura, Thailand, serta Geneva sudah datang untuk melakukan asesmen. Kami optimis bahwa BPOM memenuhi syarat dan bisa masuk daftar WHO pada bulan Mei atau Juni tahun depan,”ujar Taruna.

Selain laboratorium, BPOM juga harus memenuhi berbagai standar lain terkait pengawasan obat dan makanan.

“Ada banyak aspek yang dinilai, mulai dari kualitas pengawasan, kapasitas laboratorium, hingga efisiensi dalam menanggapi isu-isu terkait keamanan produk,” lanjut Taruna. Proses penilaian ini akan terus berjalan hingga akhir tahun dengan beberapa tahap penyesuaian yang masih harus diselesaikan.

Masuknya BPOM ke WHO Listed Authority juga akan membawa dampak pada peningkatan kepercayaan industri farmasi dunia terhadap Indonesia. Taruna berharap hal ini dapat mendorong perusahaan farmasi global untuk lebih berinvestasi di Indonesia.

“Ini adalah langkah strategis untuk menarik investasi dan meningkatkan kapasitas produksi obat dalam negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, BPOM juga akan memperkuat regulasi terkait obat-obatan inovatif dan bioteknologi. “Kami melihat bahwa ada banyak teknologi baru yang belum diatur dengan baik dalam regulasi, seperti pengembangan sel bioteknologi untuk makanan. Ini menjadi tantangan baru yang harus dihadapi BPOM,” jelasnya.

Saat ini, BPOM sedang bekerja keras untuk mempercepat reformasi di bidang regulasi, baik dalam hal makanan, minuman, kosmetik, hingga suplemen.

“Kami tidak bisa lagi terpaku pada aturan lama yang tidak relevan dengan perkembangan teknologi. Perlu ada inovasi dalam regulasi agar bisa mengikuti perkembangan zaman,” lanjut Taruna.

BPOM juga tengah melakukan restrukturisasi internal untuk mendukung pencapaian target-target besar ini. Prof. Taruna menjelaskan bahwa struktur BPOM akan diperluas dengan menambah jumlah deputi dari empat menjadi enam, serta meningkatkan jumlah direktur. “Restrukturisasi ini penting agar BPOM lebih efektif dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menghadapi tantangan global,” paparnya.

Dengan restrukturisasi ini, Taruna berharap BPOM dapat lebih fokus dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawas, baik di bidang obat-obatan, makanan, hingga tindakan penegakan hukum.

“Kita juga akan memperkuat tim penindakan untuk memastikan bahwa produk yang beredar di Indonesia memenuhi standar keamanan yang tinggi,” tambahnya.

Langkah BPOM untuk masuk dalam daftar WHO Listed Authority bukan hanya untuk kepentingan internal lembaga, tetapi juga sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk bersaing secara global. Dengan pengakuan ini, produk-produk Indonesia diharapkan bisa lebih kompetitif di pasar internasional.

Sebelumnya, seusai dilantik menjadi Kepala Badan POM, Taruna menyampaikan 5 konsep penting dalam hal pengelolaan obat dan makanan. Pertama, harga obat di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga. Kedua, koordinasi antar-lembaga dengan BPJS, Kementerian Kesehatan, serta berbagai asosiasi terkait, seperti asosiasi farmasi dan perusahaan obat menjadi kunci penting. Ketiga, perlunya perbaikan dalam proses regulasi agar obat-obat baru bisa lebih cepat masuk ke pasar Indonesia. Keempat, perlunya inovasi dalam regulasi untuk mengikuti perkembangan teknologi. Kelima, meningkatkan standar dan reputasi BPOM untuk bersaing secara global (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yaman

    Misil Houthi Hantam Israel, Picu Kebakaran di Tel Aviv

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Israel dikejutkan oleh serangan misil balistik jarak jauh yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman pada Minggu, (15/9/2024). Misil tersebut menghantam wilayah tengah Israel, menyebabkan kebakaran di beberapa titik. Militer Israel mengonfirmasi bahwa misil ini berhasil melintasi sistem pertahanan udara mereka. Sirene serangan udara berbunyi di berbagai wilayah, termasuk Tel Aviv dan bandara internasional […]

  • Adhiyaksa Watch Soroti Kasus Nikel CNI: Mana Tersangkanya?

    Adhiyaksa Watch Soroti Kasus Nikel CNI: Mana Tersangkanya?

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle IP
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Ilustrasi Jakarta — Adhiyaksa Watch Indonesia mempertanyakan arah penanganan perkara dugaan korupsi tata kelola pertambangan dan ekspor bijih nikel yang melibatkan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI). Pengembalian uang sebesar Rp401,65 miliar kepada negara dinilai tidak boleh menjadi alasan untuk mengakhiri pertanggungjawaban pidana dalam perkara tersebut. Direktur Eksekutif Nasional Adhiyaksa Watch Indonesia, Muhamad Ikram Pelesa, menegaskan […]

  • Sekretariat YLBHI

    Koalisi Masyarakat Sipil Desak Hentikan Pelibatan TNI dalam Proyek Rempang Eco City

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menyoroti keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam proyek Rempang Eco City yang dianggap bertentangan dengan konstitusi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Undang-Undang TNI. Dalam siaran pers yang dirilis pada Rabu (15/01/2024), koalisi tersebut mengecam keterlibatan TNI dalam proyek ini, yang dinilai mengabaikan prinsip profesionalisme tentara. […]

  • Tercerabutnya Ahlak Manusia Atas Lingkungan

    Tercerabutnya Ahlak Manusia Atas Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Oleh: Rozi, Dosen Universitas Bangka Belitung dan Mahasiswa S3 Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta “Diajek bekisah, malah ngelawak. Ngelawak e ge  garing. Yuuulah sepradik, same-same kite jage Kelekak. Dak kawe kelak banyek aik sungai kering” Pangkal Pinang – Ada sesuatu yang perlahan-lahan hilang dari kehidupan kite orang Bangka. Bukan hanya hutan, tanah, dan air, […]

  • IHSG Terkoreksi, Rupiah Melemah Mengindikasikan Pasar dalam Fase Wait-and-See

    IHSG Terkoreksi, Rupiah Melemah Mengindikasikan Pasar dalam Fase Wait-and-See

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle ARD
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Arya I.P. Palguna (Institute of Economic & Political Resources) Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada perdagangan hari ini memperlihatkan pola yang konsisten dengan fase risk-off yang bersifat temporer, di mana IHSG terkoreksi dan nilai tukar rupiah melemah secara simultan. Fenomena ini tidak semata-mata mencerminkan pelemahan fundamental, melainkan lebih merefleksikan penyesuaian ekspektasi (expectation adjustment) investor […]

  • Pemimpin Hezbollah, Hasan Nasrallah

    Serangan Israel Guncang Beirut, Nasrallah Kutuk Keras

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BEIRUT/JERUSSALEM, CUPLIKAN.CO.ID – Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, mengecam keras serangan mematikan Israel yang menghancurkan peralatan komunikasi milik kelompok tersebut. Dalam pidato yang disiarkan pada Kamis, Nasrallah mengatakan bahwa serangan itu telah “melewati semua batas” dan dianggap sebagai “kejahatan perang” atau bahkan “deklarasi perang”. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ledakan sonik dari pesawat Israel mengguncang bangunan di […]

expand_less