Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Prabowonomics Dinilai Kunci Perombakan Total Arsitektur Ekonomi Nasional

Prabowonomics Dinilai Kunci Perombakan Total Arsitektur Ekonomi Nasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Konsep Prabowonomics kembali menjadi sorotan dalam diskusi bertajuk “Prabowonomics dan Tantangan Terbesar di Era Perang Global” yang digelar oleh GREAT Institute, Jumat (20/6). Dalam forum ini, para tokoh lintas bidang menilai bahwa Prabowonomics bukan sekadar kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, melainkan peluang penting untuk menata ulang sistem perekonomian nasional dari akar hingga struktur terluarnya.

Dr. Fuad Bawazier, mantan Menteri Keuangan, menyampaikan kritik tajam terhadap tata kelola sumber daya alam yang dinilainya menyimpang dari semangat Pasal 33 UUD 1945. Ia menekankan bahwa selama ini banyak kebijakan pascareformasi hanya menguntungkan segelintir pihak. “Kalau Pasal 33 tidak dijalankan serius, lebih baik kita hapus saja. Jangan terus menjadi bangsa hipokrit,” tegasnya.

Fuad menyebut pentingnya best practices dalam industri strategis, dengan mencontohkan model Vale Indonesia yang telah menunjukkan keberhasilan dalam reklamasi tambang dan penggunaan energi bersih.

Dari sisi politik pembangunan, Bursah Zarnubi menyebut Prabowonomics sebagai wujud reformulasi ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada ekonomi komando. Ia mendorong transformasi struktural: “Sudah saatnya koperasi menggantikan dominasi PT. Koperasi harus menjadi tulang punggung ekonomi nasional.”

Peneliti GREAT Institute, Adhamaski Pangeran, menggarisbawahi bahwa Prabowonomics harus dimaknai sebagai kesempatan emas untuk mengoreksi kekeliruan sistemik. Ia menyebut salah kaprah dalam konsep efisiensi birokrasi yang sering kali malah memperlemah peran negara dalam melindungi rakyat kecil. Sementara itu, Adhie Massardi mendorong adanya “alokasi dana wajib” yang harus disisihkan sebelum APBN, khusus untuk sektor vital seperti pertanian, pendidikan, dan penciptaan lapangan kerja.

Moh Jumhur Hidayat, Ketua KSPSI, memperingatkan bahwa tanpa arah ekonomi yang jelas dan berpihak pada rakyat, Indonesia bisa terjebak dalam bencana demografi. Ia menyerukan agar segera dirancang Undang-Undang Sistem Perekonomian Nasional yang memosisikan koperasi, BUMN, dan swasta sebagai tiga pilar seimbang dalam struktur ekonomi.

Musa Rajekshah, anggota DPR RI, menyoroti sembilan Instruksi Presiden yang telah diterbitkan sejak awal masa pemerintahan Prabowo. Menurutnya, langkah-langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengejar kemandirian pangan, energi, dan reformasi birokrasi, tetapi butuh dukungan struktur hukum dan eksekusi yang konsisten.

Diskusi yang dibuka oleh Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, juga menyentuh dimensi geopolitik. Ia menyatakan bahwa dunia sedang bergerak menuju realitas perang global. Dalam konteks itu, Prabowonomics harus dilihat sebagai strategi bertahan hidup bangsa, bukan hanya kebijakan ekonomi biasa.

Forum ini dihadiri tokoh-tokoh nasional dari berbagai latar belakang seperti Helmy Fauzi, Hatta Taliwang, Rauf Purnama, serta mahasiswa dari universitas terkemuka. Kehadiran lintas generasi ini mempertegas bahwa persoalan ekonomi nasional bukan lagi sekadar urusan elite, tetapi menjadi bagian dari kesadaran kolektif bangsa.

Diskusi ditutup dengan semangat bahwa untuk bisa bertahan sebagai bangsa merdeka, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus membangun kedaulatan ekonomi yang berpijak pada konstitusi dan keadilan sosial. Prabowonomics, menurut peserta forum, adalah peluang sejarah untuk mewujudkannya (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Nadirsyah Hosen

    Catatan Nadirsyah Hosen atas Klaim “Penambangan Itu Baik, Asal Bukan Bad Mining”

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Oleh : Nadirsyah Hosen* Pernyataan Ketua PBNU, Kiai Ulil Abshar Abdalla, bahwa penambangan adalah hal baik karena membawa maslahat, dan yang buruk hanyalah bad mining, tampaknya menyederhanakan problematika yang kompleks. Memang benar bahwa dalam kerangka maqāṣid al-sharī‘ah, setiap aktivitas yang membawa kemaslahatan publik (maṣlaḥah ‘āmmah) dapat dibenarkan. Namun, penambangan bukan sekadar perkara teknis antara “baik” […]

  • Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah Secara Hukum dan Syariah

    Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah Secara Hukum dan Syariah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah tidak menyalahi aturan hukum maupun ketentuan syariat. Menurut Habiburokhman, program bantuan kemasyarakatan presiden memiliki dasar hukum yang jelas dalam pengelolaan keuangan negara. Ia merujuk pada […]

  • picture2

    Mahasiswa UINSA Sukses Gelar Muamalah Festival 2024

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) berhasil menggelar acara Muamalah Festival 2024 yang penuh inovasi. Festival ini dimulai sejak Agustus dan berakhir pada Sabtu (14/09/24) dengan berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan siswa SLTA se-Jawa Timur. Acara dibuka dengan Seminar Nasional yang dihadiri Rektor UINSA, […]

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan kegiatan pemagaran laut tanpa izin di Tangerang, Banten yang sebelumnya viral di media sosial. Sumber foto : Humas Ditjen PSDKP

    KKP Segel Pagar Laut Misterius 30 Km yang Resahkan Nelayan

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    TANGERANG, CUPLIKAN.CO.ID – Pagar laut misterius sepanjang 30 kilometer yang mencaplok wilayah pesisir di enam kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, akhirnya disegel oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penyegelan dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto dan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. “Pemerintah tidak boleh kalah. Penyegelan dilakukan karena pagar ini sudah […]

  • Google Ads

    Jasa Iklan Google Ads Terbaik di Indonesia Bergaransi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Mencari jasa iklan Google Ads terbaik di Indonesia bergaransi bisa menjadi game-changer bagi bisnis Anda. Dengan partner yang tepat, Anda tidak hanya mendapatkan peningkatan trafik dan lead, tetapi juga jaminan performa yang terukur. Berikut ulasan lengkap untuk memilih layanan Google Ads yang tepat—dari keunggulan, proses kerja, hingga jaminan garansi. 1. Mengapa Memilih […]

  • Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat mendampingi Presiden Prabowo dan Bill Gates dalam peninjauan program Cek Kesehatan Gratis di SDN Jati 3 Pulo Asem, Rabu (7/5/2025).

    Menkes: Gaji Rp15 Juta Cerminan Sehat dan Pintar

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang langsung jadi sorotan publik. Ia menyebut bahwa orang yang bergaji Rp15 juta per bulan pasti lebih sehat dan pintar dibanding mereka yang bergaji lebih rendah. Pernyataan itu disampaikan Menkes Budi dalam acara diskusi “Double Check” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5). […]

expand_less