Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Dirjen HAM : Perusahaan Pers yang Tolak Serikat Pekerja Melanggar Hukum

Dirjen HAM : Perusahaan Pers yang Tolak Serikat Pekerja Melanggar Hukum

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM) Dhahana Putra menegaskan setiap pekerja termasuk wartawan berhak untuk membentuk serikat pekerja. Perusahaan pers yang tidak mendukung atau bahkan menolak serikat pekerja justru melanggar hukum.

Hal ini ditegaskan Dhahana Putra dalam diskusi “Melindungi Hak Asasi Wartawan dalam Era Informasi: Pentingnya Perlindungan dan Peran Serikat Pekerja” di Jakarta, Jumat (20/9/2024).

“Serikat pekerja baik dalam rangka menyampaikan aspirasi dan dijamin Undang-undang. Kalau ada perusahaan yang tidak dukung serikat justru melanggar hukum,” kata Dhahana.

Ia menjelaskan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945 telah menjamin hak setiap warga negara untuk berserikat dan menyampaikan pendapat. Hal itu diatur dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat karena itu konstitusi jamin hak berserikat dan sampaikan pendapat.”

“Konstitusi menjamin hak berserikat dan menyampaikan pendapat,” tutur dia.

Dalam diskusi ini, Ketua Umum Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) Irfan Kamil mengatakan wartawan merupakan profesi yang rentan menghadapi intimidasi dan kekerasan, baik secara verbal maupun nonverbal. Untuk itu, Kamil mengatakan, wartawan memerlukan wadah dan organisasi untuk mengadvokasi dirinya.

“Kami, Iwakum berkomitmen untuk memberikan advokasi dan pendampingan terhadap wartawan yang mengalami intimidasi,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Kamil juga menyoroti sulitnya wartawan membentuk serikat karena tidak didukung perusahaan pers.

Pemberangusan Serikat Pekerja CNN Indonesia

Isu mengenai dugaan pemberangusan serikat pekerja mengemuka saat pekerja CNN Indonesia yang membentuk Solidaritas Pekerja CNN Indonesia (SPCI) diputus hubungan kerja secara sepihak.

SPCI adalah serikat pekerja CNN Indonesia yang dideklarasikan pada 27 Juli 2024. Pendiriannya bertujuan melindungi hak-hak dan kesejahteraan karyawan.

SPCI resmi tercatat sebagai serikat pekerja di Sudinaker Jaksel melalui surat No. e-0224/KT.03.01, perihal Pencatatan dan Pemberian Nomor Bukti Pencatatan Serikat Pekerja/Serikat Buruh dengan No. 949/SP/JS/VIII/2024, tertanggal 27 Agustus 2024. Pada 28 Agustus 2024, Ketua SPCI Taufiqurrohman telah menyampaikan ke manajemen melalui HRD bahwa SPCI sudah resmi tercatat di Sudinaker Jaksel.

Kemudian pada 29 Agustus 2024, surat pemberitahuan pendirian serikat kepada manajemen CNN Indonesia disampaikan. Namun, pada hari yang sama, sebanyak 9 anggota SPCI mendapat surat pemberitahuan PHK sepihak sekaligus pemanggilan dari HRD. SPCI kemudian menggelar peluncuran pendirian serikat pada 31 Agustus 2024. Pada sore harinya setelah peluncuran, anggota SPCI menerima surat PHK. Jumlah yang di-PHK bertambah menjadi 14 orang.

Kini, proses tripartit sedang berjalan. Namun, pada tripartit 11 September 2024, perusahaan menolak membahas substansi perselisihan dan malah mempersoalkan tripartit yang dilakukan di Disnaker Provinsi DKI Jakarta. Perusahaan ingin tripartit dilakukan di Sudinaker Jakarta Selatan dengan dalih prosedural lokasi perusahaan berada di Jakarta Selatan.

Kemudian pada 18 September 2024, tripartit di Sudinaker Jakarta Selatan belum bisa masuk ke substansi persoalan karena masih harus menunggu surat pengalihan dari Disnaker Jakarta ke Sudinaker Jakarta Selatan.

Kondisi pekerja yang di-PHK sepihak saat ini tidak diperbolehkan bekerja dan masuk kantor. Bahkan, salah satu anggota SPCI yang hendak masuk kantor justru diusir pada saat akan masuk lobi gedung kantor karena dianggap sudah tidak bekerja di CNN Indonesia lagi. Dengan PHK sepihak ini, para pekerja terancam tidak mendapatkan hak upah untuk kebutuhan sehari-hari (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duta Besar Iran untuk Kantor PBB, Reza Najafi

    Iran Nyatakan Kerja Sama dengan IAEA Tak Lagi Relevan

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam sesi darurat Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran secara resmi menyatakan bahwa kerja sama mereka dengan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa itu tak lagi relevan bagi kepentingan nasional, kedaulatan, dan keamanan negaranya. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Kantor PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Wina, […]

  • Fraksi Partai Golkar DPR RI, M.Sarmuji.

    Fraksi Golkar Siap Evaluasi Tunjangan DPR Demi Transparansi Publik

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Fraksi Partai Golkar, M. Sarmuji, menyatakan kesiapannya jika tunjangan-tunjangan anggota DPR dievaluasi maupun direvisi sebagai bagian dari upaya transparansi publik. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (29/8), menanggapi wacana penghentian tunjangan perumahan bagi anggota dewan. Sarmuji menjelaskan bahwa DPR sebelumnya telah mengambil langkah konkret dengan menghentikan tunjangan perumahan bulanan sejak Oktober 2025. […]

  • Menlu Inggris, David Lammy

    Trump Ragukan Diplomasi Iran-Eropa, Ketegangan Global Meningkat Tajam

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    WASHINGTON – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan dalam dinamika konflik Iran-Israel yang kian memburuk. Dalam pernyataannya kepada wartawan di New Jersey, Trump mengaku sedang mempertimbangkan dukungan terhadap aksi militer Israel dan akan mengambil keputusan dalam dua minggu ke depan. Ia juga mengkritik klaim Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, yang sebelumnya […]

  • Pengamat Politik dan Militer, Selamat Ginting

    “Bubarkan Saja Fakultas Hukum!” Selamat Ginting Kritik Polisi di Jabatan Sipil

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengamat politik dan militer, Selamat Ginting, melontarkan kritik keras terhadap maraknya perwira polisi aktif yang menempati jabatan sipil di berbagai lembaga negara. Ia menyebut pengangkatan Irjen Pol Muhammad Iqbal menjadi Sekjen DPD RI sebagai pelanggaran hukum dan sinyal bahaya menguatnya dominasi institusi kepolisian dalam urusan sipil. “Ini sudah melanggar dua undang-undang! Undang-undang […]

  • Para pemeran film drama Korea The Auditors

    The Auditors, Konflik Korupsi dalam Dunia Bisnis

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – The Auditors adalah drama Korea yang tayang pada tahun 2024, mengangkat tema investigasi internal di dunia korporat. Dengan latar belakang JU Construction, drama ini menyajikan kisah tentang tim audit yang berusaha mengungkap korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di perusahaan tersebut. Shin Ha-kyun memerankan Shin Cha-il, seorang auditor senior yang dikenal dengan pendekatan tanpa […]

  • Politisi PDI Perjuangan, Said Abdullah

    PDIP Belum Ambil Sikap Soal Usulan Pilkada Dipilih DPRD

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyatakan bahwa partainya belum mengambil sikap resmi terkait wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh DPRD. Wacana tersebut kembali mencuat usai Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menyampaikannya secara terbuka dalam peringatan Harlah ke-27 PKB. “Kami akan mengkaji secara mendalam,” ujar Said kepada wartawan […]

expand_less