Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Esti Desak Regulasi Anti-Bullying Diperkuat dalam RUU Sisdiknas

Esti Desak Regulasi Anti-Bullying Diperkuat dalam RUU Sisdiknas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, mendesak pemerintah memperkuat regulasi anti-bullying dalam revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Langkah itu dinilai mendesak mengingat kasus perundungan di sekolah semakin marak dan membutuhkan mekanisme penanganan yang lebih tegas serta terukur.

Esti menegaskan bahwa penguatan regulasi tidak hanya cukup dalam bentuk pasal, tetapi harus dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan yang jelas.

“Perilaku bullying di sekolah bukan hanya persoalan disiplin, tetapi masalah sistemik yang berkaitan dengan kualitas lingkungan belajar, kesehatan mental siswa, kapasitas guru, serta budaya sekolah yang belum sepenuhnya menghargai keselamatan dan martabat anak,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

RUU Sisdiknas diketahui akan memuat bab khusus mengenai perlindungan peserta didik dari kekerasan dan perundungan. Kebijakan tersebut memberikan landasan hukum yang lebih kuat untuk pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan pendidikan.

Menurut Esti, regulasi tegas mengenai bullying dibutuhkan agar implementasi kebijakan tidak kembali lemah. “Tanpa mekanisme pengawasan yang jelas, tanpa sanksi yang tegas, dan tanpa regulasi turunan yang kuat, regulasi sering kali tidak berjalan di lapangan,” kata Legislator dari DIY itu.

Ia menjelaskan banyak istilah seperti bullying, pelaporan ramah anak, atau pendampingan psikologis muncul dalam regulasi lama, namun definisi operasional dan standar pelaksanaan sering kabur. Akibatnya, sekolah menafsirkan mandat pencegahan bullying secara berbeda-beda. “Kasus yang seharusnya ditangani serius justru tertutup oleh prosedur administratif yang lemah,” tegasnya.

Esti juga menyoroti bentuk-bentuk bullying yang kian beragam, termasuk cyberbullying yang meningkat di kalangan remaja. Karena itu, ia menilai penting adanya pemetaan tingkat keparahan kasus serta prosedur penanganan sesuai kategori. “Tanpa pemetaan yang jelas… risiko yang muncul adalah penanganan yang setengah-hapus,” katanya.

Selain itu, Esti menilai Indonesia dapat berkaca pada Korea Selatan yang akan menerapkan kebijakan menampilkan riwayat pelaku bullying saat mendaftar ke perguruan tinggi mulai 2026. “Ini menarik, bisa menjadi contoh untuk penanganan sanksi sosial kepada pelaku bullying,” ujarnya.

Tidak hanya regulasi, peningkatan kapasitas guru juga menjadi sorotan. Esti mengingatkan bahwa pencegahan dan penanganan bullying tidak mungkin berjalan jika guru tidak dibekali kompetensi konseling dan manajemen konflik. “Banyak sekolah bahkan belum mendapatkan pelatihan dasar, sehingga tidak siap merespons kasus secara cepat dan profesional,” katanya.

Esti menegaskan bahwa revisi UU Sisdiknas harus mendorong pemerintah menerbitkan aturan turunan dengan definisi dan prosedur yang jelas, termasuk alur pelaporan anonim, timeline respons, kewajiban pelatihan, hingga anggaran minimum untuk program anti-bullying. Tanpa itu, regulasi hanya akan menjadi normatif.

Ia juga meminta setiap dinas pendidikan dan sekolah menyusun SOP anti-bullying yang dapat diakses publik untuk memastikan hak dan perlindungan bagi siswa. Selain sekolah, ia menilai penanganan bullying memerlukan pendekatan lintas sektor, termasuk dengan dinas kesehatan, dinas sosial, lembaga konseling, hingga aparat penegak hukum.

“Revisi UU Sisdiknas harus menjadi fondasi bagi sistem perlindungan anak yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan,” tegasnya.
“Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, dan negara wajib memastikan itu terjadi melalui implementasi nyata di setiap sekolah,” pungkas Esti (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iron Dome

    Serangan Israel Tewaskan Aqil, Hezbollah Membalas

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BEIRUT/JERUSSALEM, CUPLIKAN.CO.ID – Serangan udara Israel di Beirut yang menewaskan komandan militer Hezbollah, Ibrahim Aqil, memicu balasan dari kelompok tersebut dengan serangan roket ke wilayah utara Israel pada Jumat malam. Aqil, yang merupakan pemimpin sementara pasukan elit Radwan, tewas bersama sejumlah anggota senior dalam pertemuan mereka di Beirut. Sumber keamanan Lebanon menyatakan bahwa serangan tersebut […]

  • Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang

    Wakil Bupati Bondowoso: Tanggul Darurat Dipercepat untuk Cegah Banjir Susulan

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BONDOWOSO, CUPLIKAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak cepat dalam menanggulangi dampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (12/3/2025). Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i meninjau langsung daerah terdampak di Desa Sumber Salak, Kecamatan Curahdami, dan Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, pada Jumat (14/3/2025). Dalam kunjungan tersebut, As’ad menegaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah percepatan […]

  • Juventus Siapkan Dua Opsi Perkuat Lini Belakang, Lucumi Masih Jadi Prioritas, Muharemovic Bisa Dipulangkan

    Juventus Siapkan Dua Opsi Perkuat Lini Belakang, Lucumi Masih Jadi Prioritas, Muharemovic Bisa Dipulangkan

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Juventus tengah menyusun strategi untuk memperkuat lini pertahanan pada bursa transfer musim panas 2026. Klub berjuluk Bianconeri itu dikabarkan menjalankan dua opsi sekaligus, yakni mengejar bek Bologna Jhon Lucumi dan mempertimbangkan memulangkan mantan pemain akademinya, Tarik Muharemovic. Menurut laporan Sportal, manajemen Juventus yang kini dipimpin CEO Giovanni Carnevali sedang mempelajari kedua skenario […]

  • Nasky P Tandjung

    Kapendam I/BB Diapresiasi Usai Respons Cepat Lindungi Usaha Warga Langkat

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    LANGKAT, CUPLIKAN.CO.ID – Aktivis pemuda nasional, Nasky P Tandjung, mengapresiasi langkah cepat dan responsif yang dilakukan Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan (Kapendam I/BB), Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, dalam menindaklanjuti laporan warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terkait dugaan intimidasi terhadap pelaku usaha. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata dari komitmen TNI dalam melindungi rakyat, terutama […]

  • Jokowi saat perayaan HUT PSI. Sumber foto : ANTARA.

    Menkum Sahkan Kepengurusan Baru PSI, Proses Hanya Sehari Saja

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas resmi mengesahkan susunan kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025–2030. Proses pengesahan ini berlangsung sangat cepat—hanya dalam waktu satu hari. Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja Kementerian Hukum dan HAM yang dinilai memberikan pelayanan publik yang cepat dan efisien. “Kami mengucapkan terima kasih […]

  • Koalisi Sipil

    Ini 12 Tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil Usai Tragedi Ojol Tewas

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Tragedi tewasnya pengemudi ojek online (ojol) akibat ditabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025), menjadi pemicu ledakan protes masyarakat sipil. Lebih dari 100 organisasi yang tergabung dalam koalisi menyampaikan 12 tuntutan utama untuk mengakhiri brutalitas aparat dan mengembalikan arah demokrasi Indonesia. Koalisi yang terdiri dari YLBHI, ICW, KontraS, WALHI, […]

expand_less