Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Rakyatnya Stunting, Elitenya Korupsi Foya-Foya

Rakyatnya Stunting, Elitenya Korupsi Foya-Foya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Fathorrahman Fadli*

Politik nasional Indonesia saat ini telah menuju titik terendahnya. Padahal, sejatinya politik itu adalah pekerjaan yang mulia; berembug bersama untuk duduk bersama, bermusyawarah mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat banyak. Bagaimana caranya rakyat hidup aman, tertib dan sejahtera. Bukan membuat keputusan yang membuat rakyat menjadi susah hidupnya, sulit mencari pekerjaan, banyak pengangguran, pabrik tutup karena kalah bersaing dengan pembiaran pemerintah dalam memasukkan barang impor atau negara lain.

Padahal, anak semester satu saja paham, jika membanjirnya barang impor itu akan berakibat pada lesunya ekonomi nasional. Sebab secara ekonomi, bisnis barang-barang lokal akan mendapat saingan dari barang-barang impor yang tentunya lebih murah. Sebab barang impor itu diproduksi secara efisien dan efektif serta masif. Maka mereka bisa menjual dengan harga lebih murah, mungkin juga lebih berkualitas.

Jika banyak masyarakat kita membeli barang impor, itu berarti market share barang-barang yang sejenis akan dikuasai oleh barang-impor pastinya. Oleh karena itu barang kita tidak bisa bersaing dipasar, di negeri sendiri, dan akhirnya tutup. Kalau pabrik sudah tutup, kemiskinan meningkat karena banyak pengangguran. Jika rakyat banyak menganggur, maka kejahatan akan meningkat dalam masyarakat. Dengan demikian masyarakat kaya pun akan ketakutan dan tidak nyaman karena kuatir kejahatan akan menimpa diri mereka.

Ini adalah nalar yang logis belaka. Namun faktanya, nalar logis yang sederhana ini, tidak ada dalam pikiran para elite pengambil kebijakan kita dewasa ini. Mereka ribut dengan sesama elit, ribut bagi-bagi kursi kekuasaan, namun setelah kuasa itu mereka pegang, tetap saja mereka sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing.

Sedih nian nasib bangsa Indonesia ini. Gaji pejabatnya sudah tinggi menyundul langit, masih juga tak peduli atas nasib rakyatnya yang kelaparan, stunting karena kurang gizi. Gizi buruk selama 10 tahun dibawah pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla (2014-2019) dan Joko Widodo Ma’ruf Amin (2019-2024 ) ini sungguh membuat rakyat semakin menderita.

Mari kita lihat data stunting di negeri ini. Pemerintah Indonesia menargetkan prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 turun hingga 14%.

Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak berada di bawah minus 2 standar deviasi (SD) grafik pertumbuhan WHO. Stunting dapat terjadi sejak bayi masih berada dalam kandungan, namun umumnya terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun.

Prevalensi stunting di Indonesia cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Indonesia adalah 21,6%. Angka ini turun dari tahun 2021 yang sebesar 24,4%. Namun, upaya besar masih diperlukan untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024.

Kalau melihat fenomena stunting ini, rasa-rasanya pemerintah sebagai unsur negara yang disuruh mengurus kesejahteraan rakyatnya pastilah ada yang tidak beres dalam otak presiden dan kabinetnya. Artinya, presidennya gagal total mengurus rakyatnya menjadi sejahtera. Lalu selama 10 tahun itu apa yang dikerjakan oleh pemerintah? Kok rakyatnya bisa stunting? Mengapa stunting bisa terjadi di negara yang sangat kaya raya ini?

Tetapi, mengapa elite politiknya kaya raya dan hidup foya-foya?

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesia Development Research-IDR

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ferry Irwandi

    Ferry Irwandi Tegaskan Persoalan dengan TNI Telah Selesai

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, menegaskan bahwa persoalannya dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah selesai. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (14/9). Ferry menyebut dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI), Brigjen TNI (Marinir) Freddy Ardianzah, melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut, […]

  • M. Fauzan Irfan (Voicers)

    Pak Harto, Sang Jenderal Besar dan Bapak Pembangunan Nasional

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Oleh: M Fauzan Irvan* Sebagai generasi yang lahir tahun 90an, saya mungkin tidak merasakan secara utuh bagaimana kepemimpinan dan kebijakan Presiden Soeharto. Tetapi karena isu ini sudah menjadi wacana publik, rasa ingin tahu membuat saya membaca banyak hal. Dari arsip sejarah, laporan ekonomi, testimoni para pelaku, hingga data Badan Pusat Statistik. Dari semua itu, saya […]

  • Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bersama dengan Koordinator Presidium MN KAHMI, Rifqinizamy Karsayudha

    Mendagri Tito Ajak KAHMI Berkontribusi Wujudkan Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, organisasi ini bukan sekadar wadah alumni, melainkan kekuatan moral dan intelektual yang dapat mendorong transformasi bangsa. Dalam Pertemuan Regional KAHMI se-Sumatera di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Kepulauan Riau, […]

  • Longsor Tambang Kuda

    Dedi Mulyadi Tutup Tambang Longsor di Lahan Perhutani!

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BANDUNG, CUPLIKAN.CO.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap lokasi tambang Galian C di Gunung Kuda, Cirebon, yang menewaskan 17 orang, berada di atas lahan milik Perhutani. Dedi menyebut lahan tersebut disewakan kepada tiga yayasan untuk kegiatan tambang batuan seluas 30 hektare. “Setelah ini, kita akan panggil Perhutani,” tegas Dedi saat meninjau lokasi, Sabtu (31/5). […]

  • Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, saat jadi pemateri Basic Training HMI di Graha Yakusa Malang.

    Ketum PPI : Wacana Polri di Bawah Kemendagri itu Langkah Mundur

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, Muhlis Ali, menilai wacana pengembalian Polri di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai langkah mundur yang dapat merusak tatanan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, reformasi 1998 telah membangun fondasi penting bagi netralitas Polri yang harus dijaga. “Wacana Polri di bawah Kemendagri itu langkah […]

  • Ketua Umum DPP PPP, M. Mardiono

    Usai Dualisme Berakhir, Mardiono Siapkan Mukernas Rekonsiliasi PPP

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Setelah melalui dinamika panjang dan perbedaan tajam, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya kembali bersatu. Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) resmi menerbitkan revisi Surat Keputusan (SK) kepengurusan PPP periode 2025–2030, menandai berakhirnya dualisme yang sempat membelah partai berlambang Kakbah itu. Dalam SK terbaru, Muhammad Mardiono ditetapkan sebagai Ketua Umum, sedangkan Agus Suparmanto menduduki […]

expand_less