Legislator PKB Soroti Efisiensi Wacana KRL 24 Jam
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi V DPR RI F-PKB, Syafiuddin.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Syafiuddin, menyoroti aspek efisiensi dan keselamatan dalam wacana pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) selama 24 jam yang sedang dikaji Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Ia menilai kebijakan tersebut tidak boleh hanya menjawab kebutuhan penumpang malam hari, tetapi juga harus memperhitungkan kemampuan operasional dan anggaran negara.
Rencana KRL 24 jam kembali mencuat setelah sejumlah pekerja terpaksa menginap di Stasiun Cikarang karena layanan perjalanan berhenti saat larut malam. Meski memahami kebutuhan mobilitas kelompok tertentu, Syafiuddin menegaskan bahwa keputusan harus diambil berdasarkan data dan perhitungan komprehensif.
“Harus dihitung matang, terutama karena jumlah penumpang berkurang drastis setelah tengah malam. Efisiensi biaya dan keselamatan operasional tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Ia meminta Kemenhub memperkuat koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memastikan rencana tersebut realistis dijalankan. Menurutnya, opsi operasional penuh tidak perlu diterapkan di seluruh lintas.
“Bisa saja hanya jalur tertentu yang kebutuhan mobilitasnya tinggi di malam hari. Tidak semua harus dipaksakan 24 jam,” ujarnya.
Syafiuddin menekankan bahwa kebijakan transportasi publik tidak boleh mengorbankan keselamatan kerja para petugas dan kenyamanan penumpang. Ia berharap kajian yang dilakukan dapat menghasilkan keputusan yang seimbang antara kebutuhan masyarakat dan efisiensi anggaran.
“Kita perlu solusi yang tepat sasaran, bukan sekadar respons cepat tanpa kajian mendalam,” tutupnya (RED).
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar