Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pejabat Kedutaan Indonesia Tewas Ditembak, Diduga Aksi Sicario

Pejabat Kedutaan Indonesia Tewas Ditembak, Diduga Aksi Sicario

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LIMA, CUPLIKAN.CO.ID – Zetro Leonardo Purba (40), Diplomat Indonesia di Peru tewas ditembak oleh orang tak dikenal di kawasan Lince, Lima, Senin (1/9). Polisi menduga kuat pembunuhan tersebut merupakan aksi sicario atau pembunuhan bergaya bayaran yang kerap terjadi di Amerika Latin.

Insiden berdarah itu berlangsung di Avenida César Vallejo, blok 3, distrik Lince. Saat itu, korban sedang bersepeda menuju tempat tinggalnya. Tiga orang pria asing mendekat dan melepaskan tembakan berulang kali di depan pintu gedung apartemennya. Istri korban yang menunggu di depan bangunan hanya bisa menyaksikan peristiwa tragis tersebut.

Korban sempat dilarikan ke klinik setempat, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Purba diketahui baru tinggal di Peru selama lima bulan terakhir bersama istri dan dua anaknya.

“Ini kasus pertama sicariato di Lince tahun ini. Motifnya belum jelas, tapi tidak menutup kemungkinan merupakan aksi balas dendam. Divisi pembunuhan dan DEPINCRI Jesús María sudah melakukan penyelidikan,” ungkap Mayor Daniel Guivar dari Kepolisian Nasional Peru (PNP) kepada radio Exitosa.

Hasil penyelidikan awal polisi menunjukkan, para pelaku memiliki ciri fisik berbeda dari warga lokal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa mereka merupakan warga asing yang sengaja dikontrak untuk melakukan eksekusi.

Kepolisian Peru menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut. Mereka berjanji mengusut tuntas kasus ini dan memburu para pelaku yang masih buron.

Konteks Aksi Sicario di Peru

Fenomena sicario atau pembunuhan bayaran bukan hal baru di Peru. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa meningkat seiring masuknya kelompok kriminal lintas negara, terutama yang berkaitan dengan narkotika dan kejahatan terorganisir.

Meski begitu, keterlibatan seorang diplomat asing sebagai korban menambah dimensi baru dalam kasus ini. Dugaan adanya pesan politik, persaingan bisnis, atau konflik pribadi kini menjadi fokus penyelidikan aparat keamanan (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Desa Yandri Susanto

    Pemerintah Perkuat Pengawasan Dana Desa untuk Cegah Penyalahgunaan

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan Dana Desa. Hal ini dilakukan untuk memastikan anggaran yang mencapai Rp16 triliun benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan. Dalam acara Sosialisasi Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan […]

  • Penulis Dr.Taufiq Pasiak

    Mereka yang Menjual rasa takut dan ‘Musuh Bersama’

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Oleh : Taufiq Fredrik Pasiak Saya pertama kali mendengar istilah “musuh bersama” atau common enemy bukan di ruang kuliah, bukan pula dari buku tebal teori politik. Istilah itu justru muncul dalam sebuah obrolan kecil saat masih mahasiswa—di antara diskusi-diskusi ringan yang kerap tak berujung. Pemahaman yang lebih utuh dan membekas justru saya dapatkan pada suatu […]

  • Akril Abdillah (Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Persada Indonesia)

    Politik Identitas yang Eksploitatif: Narasi Usang di Era Dinamika Kebangsaan

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Oleh: Akril Abdillah* Selama bertahun-tahun, politik identitas telah digunakan untuk mendapatkan dukungan dalam pemilu dengan memilih partai atau pemimpin berdasarkan latar belakang sosial, agama, atau suku. Metode ini, bagaimanapun, semakin tidak relevan di era digital dan keterbukaan informasi saat ini. Sekarang masyarakat lebih memahami informasi dan mencari pemimpin yang mewakili lebih dari sekadar identitas. Seringkali, […]

  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer . Sumber foto : ANTARA

    Noel Desak Polri Ungkap Teror terhadap Tempo: Ujian bagi Penegakan Hukum

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Teror berupa kiriman kepala babi dan bangkai tikus ke kantor Majalah Tempo dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus segera mengungkap dalang di balik aksi teror ini. “Saya mengutuk pelaku teror terhadap Majalah Tempo. Cara-cara biadab seperti ini […]

  • Ketua DPC Gerindra Surabaya Sebut Bumbung Kosong Itu Bagian dari Proses Demokrasi

    Ketua DPC Gerindra Surabaya Sebut Bumbung Kosong Itu Bagian dari Proses Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SURABAYA, CUPLIKAN.CO.ID – Adanya kotak kosong dalam kontestasi Pilkada bukanlah bentuk dari tidak berhasilnya proses demokrasi. Demikian dikatakan Ketua DPC Gerinda Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menanggapi munculnya Gerakan Menangkan Bumbung Kosong yang  dipelopori oleh Aliansi Relawan Surabaya Maju. Cahyo menilai, gerakan menangkan bumbung (kotak) kosong adalah hal yang wajar dan bukan bentuk tidak berhasilnya suatu proses […]

  • Prasasti Masjid Abdurrahman Wahid GP Ansor Jakarta

    Sertifikat Resmi Diungkap, GP Ansor Tegaskan Kepemilikan Sah Lahan Masjid KH Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) membantah tegas klaim dari Lembaga Pembela Hukum (LPH) Grib Jaya atas lahan Masjid KH Abdurrahman Wahid di kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Melalui Koordinator Pemuda Aswaja, Nur Khalim, GP Ansor menyatakan bahwa pihaknya memiliki dokumen legal lengkap yang membuktikan hak kepemilikan atas tanah tempat masjid berdiri. “Tidak […]

expand_less