Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Siapa itu Zetro Leonardo Purba, Diplomat Indonesia yang dibunuh di Lince?

Siapa itu Zetro Leonardo Purba, Diplomat Indonesia yang dibunuh di Lince?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERU, CUPLIKAN.CO.ID – Warga negara Indonesia tersebut, seorang pejabat di Kedutaan Besar Indonesia di Peru, baru tiba di negara itu sekitar lima bulan lalu bersama keluarganya.

Nama Zetro Leonardo Purba mencuat ke publik setelah tragedi pembunuhan yang merenggut nyawanya di distrik Lince. Namun, di balik peristiwa tragis tersebut, Purba adalah seorang warga negara Indonesia berusia 40 tahun yang baru saja menetap di Lima untuk bekerja di Kedutaan Besar negaranya, dengan tugas di bidang administrasi dan hubungan.

Bersifat pendiam dan sangat mengutamakan keluarga, Purba tiba di Peru lima bulan lalu bersama kedua anaknya, dan tinggal di sebuah apartemen di Lince.

Zetro Leonardo Purba pernah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Bendahara dan Perencana Rumah Tangga (BPKRT) di Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne, Australia, antara tahun 2019 hingga 2022.

Setelah menyelesaikan masa tugas tersebut, ia kembali ke Jakarta, ibu kota Indonesia, untuk melanjutkan pekerjaannya di Kementerian Luar Negeri. Selama pengabdiannya, ia dikenal luas karena dedikasi dan kontribusi berharganya yang diberikan kepada konsulat.

Pembunuhan di Lince

Sebagaimana dilansir dari media Peru 21, pada Senin malam saat kejadian, ketika sedang melintas di sebuah jalan di distrik itu, ia dicegat oleh tiga orang, diduga warga asing, yang menyerangnya dengan tembakan. Saat kejadian, sang istri tengah menunggunya di depan pintu masuk apartemen.

Diplomat tersebut tinggal di sebuah apartemen sewaan dekat Taman Ramón Castilla bersama istri dan anak-anaknya. Menurut informasi kepolisian, ia kerap bersepeda di sore hari karena jarak yang dekat dengan kantor kedutaan tempatnya bertugas.

Pejabat Kedutaan Besar Indonesia, Irwan Butapierre, menyatakan bahwa ia mengenal korban sebagai sosok yang tenang dan sangat mencintai keluarganya. “Peru adalah negara yang tidak aman. Dia bersepeda dengan tenang, tanpa menyangka ada bahaya, lalu ditembak. (…) Saya tidak tahu mengapa dia dibunuh,” ujarnya, sembari meminta pihak berwenang bertindak cepat untuk menangkap para pelaku (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dudung Sebut Pencopotan Kepala BGN Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik Dapur MBG

    Dudung Sebut Pencopotan Kepala BGN Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik Dapur MBG

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Jakarta, editorial.co.id  – Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menyebut pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana diduga berkaitan dengan informasi mengenai praktik jual beli titik dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan tersebut disampaikan Dudung usai mengikuti rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). “Ya, saya pun dapat informasi seperti itu,” […]

  • Koalisi Sipil

    Ini 12 Tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil Usai Tragedi Ojol Tewas

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Tragedi tewasnya pengemudi ojek online (ojol) akibat ditabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025), menjadi pemicu ledakan protes masyarakat sipil. Lebih dari 100 organisasi yang tergabung dalam koalisi menyampaikan 12 tuntutan utama untuk mengakhiri brutalitas aparat dan mengembalikan arah demokrasi Indonesia. Koalisi yang terdiri dari YLBHI, ICW, KontraS, WALHI, […]

  • Nadiem Makarim (tengah)

    Jaksa Agung Kawal Proyek Chromebook? Ini Faktanya!

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Setelah pernyataan Nadiem Makarim soal pengadaan 1,1 juta unit laptop Chromebook memicu diskusi publik, Kejaksaan Agung akhirnya angkat bicara. Lewat Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Harli Siregar, Kejagung menegaskan bahwa pihaknya memang melakukan pendampingan hukum atas proyek tersebut, namun sebatas memberikan rekomendasi normatif sesuai koridor hukum. “Jamdatun Kejagung saat itu bertindak sebagai […]

  • Pengamat politik Adi Prayitno

    Dua Kubu di PDIP Soal Jokowi, Rekonsiliasi Masih Sulit Terwujud

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai pernyataan Puan Maharani yang mengajak untuk mengakhiri ketegangan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan adanya dua kubu dalam PDIP terkait sikap terhadap mantan kadernya itu. Menurut Adi, kubu pertama bersikap keras dan konfrontatif terhadap Jokowi, yang diwakili oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua […]

  • Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI dan Kejaksaan Agung di Jakarta, Rabu (13/11/24)

    Bamsoet: Proses Hukum Berbasis Restoratif Kurangi Beban Lapas

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI dan Kejaksaan Agung di Jakarta, Rabu (13/11/24), Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menekankan pentingnya pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian kasus pidana. Menurutnya, penyelesaian kasus yang memberi ruang dialog antara pelaku dan korban dapat menciptakan keadilan yang lebih komprehensif. “Keadilan restoratif memberikan ruang […]

  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon

    Fadli Zon: Sejarah Perlu Berdiri di Atas Fakta

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penulisan sejarah, terutama peristiwa penting seperti tragedi Mei 1998, harus didasarkan pada fakta hukum yang teruji secara akademik. Hal ini disampaikan merespons perdebatan publik seputar penggunaan istilah “perkosaan massal” dalam kerusuhan 13–14 Mei 1998. Dalam keterangan persnya, Fadli menyampaikan apresiasi atas meningkatnya perhatian publik terhadap sejarah […]

expand_less