Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Proses Akademis Bahlil Lahadalia Sesuai Aturan dan Mekanisme Perguruan Tinggi

Proses Akademis Bahlil Lahadalia Sesuai Aturan dan Mekanisme Perguruan Tinggi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta— Prof. Dr. Iswandi Syahputra, Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Yogyakarta, menanggapi isu seputar gelar Doktor yang diperoleh Bahlil Lahadalia dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI).

Menurut Prof. Iswandi, gelar tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang menekankan prinsip pendidikan seumur hidup serta nondiskriminatif.

“Perguruan Tinggi tidak bisa menolak warga negara yang ingin menempuh pendidikan lanjutan. Setiap warga negara memiliki hak untuk melanjutkan studi di jenjang yang lebih tinggi,” ujar Prof. Iswandi.

Ia menjelaskan bahwa otonomi kampus PTNBH (Perguruan Tinggi Negara Berbadan Hukum) memungkinkan fleksibilitas dalam pengelolaan program studi, termasuk program lintas disiplin di jenjang pascasarjana.

Lebih lanjut, Prof. Iswandi menjelaskan bahwa program-program lintas disiplin, seperti yang diikuti Bahlil, bertujuan untuk memberikan solusi atas masalah kebangsaan.

“Ini sangat bagus karena mendekatkan perguruan tinggi dengan para pengambil kebijakan, seperti Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM,” tambahnya.

Menanggapi kritik yang menyebut gelar Doktor Bahlil sekadar formalitas, Prof. Iswandi melihat niat tulus Bahlil untuk benar-benar belajar.

“Jika dia hanya mengejar gengsi, dia bisa mendapatkan gelar Honoris Causa tanpa harus mengikuti kuliah. Namun, Bahlil memilih jalur reguler dan serius mengikuti pendidikan hingga ujian terbuka,” tegasnya.

Prof. Iswandi juga membantah tuduhan plagiarisme dalam disertasi Bahlil. Iswandi menyebut setiap disertasi pasti melewati pemeriksaan similarity dengan standar yang ketat.

“Jika ada yang meragukan, mereka mungkin tidak paham prosedur akademik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kritik yang tidak berdasarkan fakta justru lebih bersifat personal.

Prof. Iswandi juga mempertanyakan mengapa gelar Bahlil dipermasalahkan, padahal semua prosedur telah dilalui sesuai aturan. “Jika Bahlil diinvestigasi, apa yang sebenarnya ingin diinvestigasi?” tutupnya.

*Kembali ke Mekanisme Internal UI*

Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, DR. Sofyan Syaf. Menurutnya, setiap perguruan tinggi memiliki metode dan mekanisme yang berbeda dalam program pascasarjana, terutama terkait jalur riset dan kuliah.

“Di program pascasarjana, ada banyak metode. Jalur kuliah dan riset di tiap perguruan tinggi berbeda. Ada yang satu atau dua semester, paling cepat tiga tahun, dan lama studi bergantung pada kemampuan mahasiswa,” jelas DR. Sofyan Ketika dihubungi Minggu (20/10).

Ia menambahkan bahwa jalur riset di program pascasarjana sering kali melibatkan jurnal riset yang diakui secara internasional dan memiliki mekanisme khusus.

Mengenai gelar Doktor yang diperoleh Bahlil Lahadalia dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI, DR. Sofyan menegaskan bahwa UI memiliki mekanisme tersendiri dalam mengelola program tersebut.

“Pak Bahlil itu mengikuti mekanisme di UI. Kita serahkan kepada UI untuk merespons. Memang ada kampus lain yang mempertanyakan, tapi kita harus arif dan bijaksana karena UI memiliki mekanismenya sendiri,” ujarnya.

DR. Sofyan juga menekankan pentingnya untuk tidak membandingkan proses pendidikan antarperguruan tinggi. “Menurut saya, jangan dibandingkan. Normal atau tidaknya, UI yang menentukan karena setiap perguruan tinggi punya mekanismenya masing-masing,” tegasnya.

Kedua pernyataan ini cukup penting di tengah perdebatan mengenai gelar akademik yang diperoleh tokoh publik dan perolehan gelarnya sering kali dipertanyakan oleh pihak luar kampus.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA)

    UNU Sebagai Daya Ungkit Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Oleh. Fathorrahman Fadli* JAKARTA, RADIANTVOICE.ID – Siapa yang berani mendebat jika kampus adalah sarana pendidikan yang strategis dalam membangun daya ungkit kemajuan bangsa. Kalau ada yang berani, silakan satu meja dengan saya. Yang penting orang itu mampu membangun argumentasi yang logis untuk membatalkan tesis di atas. Kemajuan bangsa di mana mana dibelahan dunia selalu saja […]

  • Ketua Dewan Kemesjidan PP KAMMI, Jumhadi,

    Sikapi Tewasnya Pemuda di Masjid Sibolga, PP KAMMI : Masjid Harus Ramah Pemuda

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengurus Pusat KAMMI menyoroti pentingnya pengelolaan masjid yang lebih ramah bagi kalangan pemuda, menyusul kasus tewasnya Arjuna Tamaraya (21), musafir sekaligus mahasiswa, di area Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara. Arjuna meninggal setelah diduga dikeroyok sekelompok pria karena dilarang beristirahat di dalam masjid. Ketua Dewan Kemesjidan PP KAMMI, Jumhadi, menyampaikan bahwa insiden tersebut […]

  • Adian Napitupulu

    IHSG Anjlok, Adian Napitupulu Desak Menkeu Purbaya Ambil Langkah Nyata

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat turun di bawah level 7.000 mendapat perhatian serius dari kalangan parlemen. Anggota Komisi V DPR RI Adian Napitupulu mendesak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Menurut Adian, IHSG yang jatuh hingga 2,5 persen […]

  • Sebuah sistem rudal Iran dipamerkan di samping spanduk dengan gambar Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan mendiang pemimpin Hezbollah Lebanon, Hassan Nasrallah, di sebuah jalan di Teheran, Iran, pada 2 Oktober 2024. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS.

    Ada Infiltrasi, Iran Lakukan Penangkapan Setelah Kematian Nasrallah

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Kematian Hassan Nasrallah telah mendorong pihak berwenang Iran untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait kemungkinan infiltrasi di dalam jajaran mereka sendiri, mulai dari Pasukan Pengawal Revolusi yang kuat hingga pejabat senior keamanan. Demikian dikatakan seorang pejabat senior Iran sebagaimana dilaporakan Reuters. Fokus utama investigasi ini adalah mereka yang sering bepergian ke luar negeri […]

  • Kunjungan kerja DPR RI ke Amerika Serikat menemui Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kekerasan terhadap Anak atau Special Representatives of Secretary General (SRSG) for Violence Against Children di Markas PBB di New York, Amerika Serikat. (12/12/2024).

    Meitri Dorong Kolaborasi Indonesia-PBB Tangani Kekerasan Anak

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    NEW YORK, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Meitri Citra Wardani, menyerukan pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangani kekerasan terhadap anak. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan Espiniella Pablo, Kepala Kantor Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kekerasan terhadap Anak (SRSG for Violence Against Children), di Markas PBB, New […]

  • Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, Muhlis Ali

    Ketum PPI Muhlis Ali Ajak Rakyat Jaga Persatuan di Tengah Ujian Bangsa

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, Muhlis Ali, menyerukan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika kebangsaan yang kian memanas. Ia menekankan bahwa Indonesia hanya dapat berdiri kokoh jika seluruh anak bangsa merawatnya dengan semangat kebersamaan. “Negeri ini adalah rumah bersama, yang hanya bisa bertahan jika kita rawat bersama. Jangan sampai retak karena […]

expand_less