Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Rencana Suksesi Khamenei di Iran Dipercepat di Tengah Ancaman

Rencana Suksesi Khamenei di Iran Dipercepat di Tengah Ancaman

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Rencana suksesi untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kini memasuki tahap krusial. Seiring meningkatnya ancaman keamanan, terutama setelah serangan Israel terhadap Iran dan ancaman pembunuhan terhadap Khamenei, sebuah komite beranggotakan tiga ulama senior – yang ditunjuk langsung oleh Khamenei dua tahun lalu – mempercepat persiapan penunjukan penerusnya.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, laporan terkait suksesi itu dilaporkan oleh lima sumber internal pemerintahan Iran. Menurut para sumber itu, Khamenei (86) secara rutin menerima pembaruan mengenai pembahasan ini. Ia kini berada dalam persembunyian bersama keluarganya dan dijaga oleh pasukan elit Vali-ye Amr dari Garda Revolusi Iran. Jika Khamenei gugur, rezim dipastikan akan segera mengumumkan penggantinya untuk menunjukkan kestabilan dan kesinambungan kekuasaan.

Dua Kandidat Utama: Anak Khamenei dan Cucu Ruhollah Khomeini

Dalam pembahasan internal, dua nama mencuat sebagai kandidat kuat penerus Khamenei: Mojtaba Khamenei, putra Khamenei berusia 56 tahun, dan Hassan Khomeini, cucu pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Mojtaba telah lama dipandang sebagai penerus yang akan melanjutkan garis keras ayahnya. Meski belum pernah memegang jabatan resmi, Mojtaba memiliki pengaruh besar sebagai “penjaga gerbang” ayahnya. Ia juga dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada 2019 karena berperan dalam kekuasaan tanpa jabatan publik resmi.

Di sisi lain, Hassan Khomeini, 53 tahun, dikenal dekat dengan faksi reformis yang mendukung keterbukaan politik dan sosial. Meskipun pernah dilarang mencalonkan diri dalam Majelis Ahli pada 2016, ketokohannya tetap disegani karena garis keturunannya. Ia dinilai dapat memberikan wajah lebih moderat, baik secara internal maupun eksternal, di tengah ketegangan global saat ini.

“Saya siap hadir dengan bangga di medan apa pun yang Anda anggap perlu,” kata Hassan Khomeini dalam pesan publik kepada Khamenei, beberapa jam sebelum serangan AS ke fasilitas nuklir Iran, Sabtu lalu, dilansir dari Reuters, Selasa (24/06).

Ancaman dan Perhitungan Politik

Meskipun Khamenei secara terbuka belum menyatakan dukungan untuk salah satu kandidat, beberapa sumber menyebut ia berkali-kali menolak gagasan anaknya sebagai penerus, untuk menghindari kesan kembali ke sistem monarki turun-temurun yang telah dihapus sejak revolusi 1979.

Sistem saat ini menetapkan bahwa Pemimpin Tertinggi dipilih oleh Majelis Ahli yang berisi 88 ulama senior, hasil pemilu nasional yang sangat dikontrol. Namun, dalam kenyataannya, militer dan Garda Revolusi memainkan peran dominan dalam penunjukan dan pengamanan kekuasaan.

Militer Israel disebut telah menargetkan beberapa komandan tinggi Garda Revolusi, yang memperumit transisi kekuasaan, karena Garda adalah pilar utama kekuasaan Pemimpin Tertinggi.

Presiden AS Donald Trump juga ikut memperkeruh suasana. Melalui media sosial, ia mengklaim mengetahui lokasi persembunyian Khamenei dan menyebutnya sebagai “target yang mudah”. Ia mendesak Iran untuk menyerah tanpa syarat pasca serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Kandidat Lain Tereliminasi

Beberapa tokoh lama yang sempat disebut sebagai kandidat pengganti sudah wafat, seperti mantan Presiden Hashemi Rafsanjani (2017), mantan Kepala Kehakiman Mahmoud Hashemi Shahroudi (2018), dan mantan Presiden Ebrahim Raisi (2024). Ulama senior Sadegh Amoli Larijani disebut telah tersingkir dari bursa.

Ayatollah Alireza Arafi, anggota Majelis Ahli, masih disebut-sebut, namun kalah pamor dibanding Mojtaba dan Hassan Khomeini.

Ali Vaez dari International Crisis Group memperingatkan bahwa bisa saja muncul figur ulama yang tidak dikenal publik, sebagai boneka Garda Revolusi.

“Mereka mungkin mengajukan kandidat yang belum pernah didengar siapa pun dan tidak memiliki kekuasaan sebesar Ayatollah Khamenei,” ujarnya.

Masa Depan Republik Islam

Setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, Khamenei – yang saat itu hanya ulama tingkat menengah – diangkat sebagai penerus dan perlahan mengkonsolidasikan kekuasaannya. Kini, pertanyaan besar muncul: apakah penerusnya kelak bisa menguasai kekuasaan sebesar itu, apalagi dalam kondisi perang dan instabilitas regional?

Analis Iran di London, Hossein Rassam, menyatakan:

“Apakah Republik Islam akan bertahan atau tidak, yang pasti, bentuknya tidak akan sama lagi. Karena konteksnya telah berubah secara fundamental.”ujarnya dikutip dari Reuters.

Dengan semakin dekatnya akhir masa Khamenei, pemilihan penerus akan menentukan arah politik, sosial, dan hubungan luar negeri Iran untuk dekade berikutnya – entah akan tetap keras, atau mulai membuka diri (RED).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum PPP, Mardiono

    Mardiono Tekankan Akhlakul Karimah Jelang Muktamar Kesepuluh PPP

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KENDARI, CUPLIKAN.CO.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono, mengingatkan seluruh kader partai agar menjadikan Muktamar kesepuluh sebagai momentum konsolidasi dan perbaikan, bukan ajang saling menjatuhkan. Pesan itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) DPW PPP Sulawesi Tenggara pada Minggu (21/9/2025). Dalam arahannya, Mardiono menekankan pentingnya menjaga akhlakul karimah dalam setiap […]

  • Como Cetak Sejarah, Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya

    Como Cetak Sejarah, Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle DDY
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta, editoria.co.id – Como resmi menorehkan sejarah baru setelah memastikan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya usai menaklukkan Cremonese dengan skor 4-1 pada laga pekan terakhir Serie A Liga Italia, Senin dini hari WIB. Kemenangan tersebut memastikan tim asuhan Cesc Fabregas finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A dengan koleksi 71 poin. Como unggul […]

  • Hasil Tangkapan Layar dari Laman OCCRP yang menyebutkan Presiden Jokowi sebagai Finalis Nominasi Tokoh Terkorup Tahun 2024 yang dirilis OCCRP.

    Profil OCCRP, Lembaga di Balik Nominasi Jokowi Terkorup

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Nama Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), masuk dalam nominasi tokoh terkorup dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) untuk tahun 2024. Namun, hingga kini, OCCRP tidak merilis data spesifik yang mendukung penilaian tersebut, memicu kontroversi dan tanda tanya publik. Dalam rilis resminya, OCCRP mengumumkan lima nama yang masuk daftar […]

  • Sebuah bangunan tampak rusak akibat serangan Israel, di Teheran, Iran, 13 Juni 2025. Sumber foto : REUTERS.

    Iran Tolak Negosiasi Nuklir, Salahkan AS atas Serangan Israel!

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    TEHERAN, CUPLIKAN.CO.ID – Iran menyatakan bahwa dialog dengan Amerika Serikat mengenai program nuklirnya kini menjadi “tidak bermakna” setelah serangan militer terbesar Israel terhadap wilayahnya, namun belum memutuskan apakah akan menghadiri perundingan yang dijadwalkan pada Minggu di Muscat, Oman. “Pihak lain (AS) bertindak dengan cara yang membuat dialog tak bermakna. Anda tidak bisa mengklaim ingin berunding […]

  • Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian

    Hetifah Sjaifudian Desak UKI Perketat Keamanan Kampus Pasca Kematian Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Kristen Indonesia (UKI) berinisial KW (22) ditemukan tewas di area parkir motor kampus pada Sabtu, 4 Maret 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Dugaan sementara mengarah pada tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dari fakultas lain. Kejadian ini kembali menyorot urgensi pencegahan […]

  • Direktur Eksekutif Indonesia Development Research (IDR), Fathorrahman Fadli

    Fathorrahman Fadli: Intelektual Perlu Ambil Bagian Berantas Korupsi

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Direktur Eksekutif Indonesia Development Research (IDR), Fathorrahman Fadli, menyambut baik tekad Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa upaya tersebut akan sulit berhasil tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peran aktif dari kelompok intelektual. “Membasmi korupsi tidak cukup hanya berhenti pada keinginan Presiden Prabowo, namun harus menjadi […]

expand_less