Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Tidak Ada Ruang untuk Dialog Setelah Serangan AS

Tidak Ada Ruang untuk Dialog Setelah Serangan AS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Abolfazl Salehinia

Amerika Serikat kini secara langsung telah terlibat dalam perang antara Iran dan Israel dengan melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran di berbagai lokasi. Tindakan ini menunjukkan keberpihakan terbuka Washington terhadap rezim Zionis dalam kampanye militer mereka.

Sebelumnya, keterlibatan AS dimulai dengan penyediaan peralatan militer, dukungan intelijen, bantuan logistik, dan dukungan politik terhadap Israel. Namun, partisipasi langsung ini menandai eskalasi besar dan berbahaya dalam konflik.

Meski begitu, perkembangan ini bukanlah hal yang mengejutkan. Selama ini, menjaga keberlangsungan rezim Israel dan memuaskan kepemimpinannya telah menjadi prioritas strategis yang tak tergoyahkan bagi AS dan sekutunya di Barat. Namun, keterlibatan langsung Washington kini dianggap sebagai kesalahan strategis besar yang diprediksi akan membawa konsekuensi tak terbalikkan.

Saat ini, beberapa pihak mulai membicarakan kemungkinan gencatan senjata dan mengakhiri konflik. Namun, pembicaraan serius ke arah itu harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan kedua belah pihak secara menyeluruh.

Sebelum AS terlibat secara langsung, terdapat berbagai suara di dalam Iran—sebagian mendorong negosiasi, sementara yang lain menegaskan perlunya melanjutkan perang hingga Israel benar-benar dihukum. Namun dalam situasi saat ini, ketika serangan udara Israel dan AS terus menghantam infrastruktur nuklir dan militer Iran, seruan untuk negosiasi atau penghentian perang dianggap tidak rasional dan tidak efektif.

Serangan yang ditargetkan pada fasilitas-fasilitas Iran serta pembunuhan ilmuwan nuklir dan komandan militer, bahkan saat negosiasi nuklir masih berlangsung, menunjukkan adanya niat buruk dan penipuan dari pihak AS. Negosiasi yang dilakukan ternyata hanyalah kedok untuk menutupi rencana permusuhan dan membuat Iran lengah sebelum serangan terkoordinasi diluncurkan.

Dengan adanya pengkhianatan tersebut, pembicaraan lebih lanjut mengenai negosiasi dinilai tidak memiliki kredibilitas dan hanya akan memberi ruang bagi para agresor untuk semakin berani.

Respons militer yang tegas dan kuat dianggap sebagai langkah yang paling tepat. Setiap bentuk keraguan atau penarikan diri dalam membela hak Iran untuk membalas akan ditafsirkan musuh sebagai kelemahan, dan bisa mendorong lebih banyak aksi agresi ke depannya.

Rezim Zionis telah keliru dalam menilai kekuatan militer Iran. Mereka percaya bisa mencapai tujuan lewat serangan cepat dan mendadak. Kesalahan ini kemungkinan dipengaruhi oleh respons Iran sebelumnya yang relatif terbatas dalam operasi balasan True Promise I dan II. Musuh mengira itu adalah batas maksimum dari kemampuan rudal Iran. Padahal, jika saat itu Iran melancarkan serangan yang lebih luas dan tegas, mungkin Israel tidak akan salah menilai kapasitas pertahanan Iran.

Kesalahan persepsi Israel ini membuat mereka yakin bahwa konfrontasi singkat dan terbatas akan berhasil. Namun kenyataannya, jalannya perang jauh melenceng dari proyeksi mereka. Dengan sejumlah target penting di wilayah Israel yang terus diserang dan kerugian yang meningkat, kepemimpinan Israel kini menghadapi tekanan besar di dalam negeri, baik akibat kerusakan yang terjadi maupun meningkatnya ketidakpuasan di wilayah pendudukan.

Iran pun telah menyerang berbagai target strategis di dalam Israel, termasuk pusat riset, pangkalan militer, fasilitas intelijen, bandara, pabrik, hingga pelabuhan komersial. Serangan-serangan ini tidak diperhitungkan dalam strategi awal Israel dan kini menempatkan Tel Aviv dalam tekanan ekonomi, sosial, dan psikologis yang serius.

Menghadapi situasi ini, Israel menyadari tidak bisa mencapai tujuan perangnya sendirian, dan akibatnya menarik Amerika Serikat lebih dalam ke dalam konflik.

Namun harus diakui, Iran juga mengalami kerugian dalam perang yang dipaksakan ini. Beberapa ilmuwan nuklir dan komandan militer senior telah dibunuh, dan sejumlah fasilitas nuklir yang dibangun selama bertahun-tahun mengalami kerusakan. Meski demikian, Iran berkomitmen untuk terus melanjutkan konfrontasi ini dengan kekuatan penuh. Tujuannya adalah memastikan musuh benar-benar menyesali tindakannya dan jera untuk melakukan agresi serupa di masa depan.

Jika perang dihentikan terlalu dini, ada risiko nyata bahwa musuh akan membangun kembali kekuatan militernya, memperbaiki kesalahan strategi sebelumnya, dan meluncurkan gelombang serangan baru terhadap Iran. Oleh karena itu, respons yang paling logis dan strategis saat ini adalah terus menimbulkan kerugian pada pihak agresor sampai pesan yang jelas tersampaikan: setiap upaya di masa depan untuk melemahkan Iran akan dibalas dengan tegas (RED).

*Penulis adalah Pakar Hubungan Timur Tengah

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan dalam forum diskusi soal OTT KPK terhadap pejabat Basarnas di Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (30/7/2023). (Foto dokumentasi Imparsial).

    Bikin Geger! Perpres Jaksa Dinilai Kamuflase Salah Panglima

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 66 Tahun 2025 tentang Pelindungan Negara Terhadap Jaksa Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan Republik Indonesia, tepat pada 21 Mei 2025, bertepatan dengan 27 tahun runtuhnya Orde Baru. Namun langkah ini justru menuai kritik keras dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan. Koalisi […]

  • Anggota Komisi X DPR RI F-PKB, Habib Syarief Muhammad

    PKB Soroti Krisis Air Bersih di Bencana Sumatra

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief, menyoroti daruratnya kondisi air bersih dan sanitasi di wilayah terdampak bencana Sumatra. Dalam rapat kerja Komisi X DPR bersama Kemendikti Saintek dan BRIN, Senin (8/12/2025), ia menyebut masyarakat berada dalam situasi ekstrem hingga terpaksa meminum air banjir untuk bertahan hidup. “Kami mendapat laporan […]

  • Presiden Prabowo saat Peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Jakarta. Sumber foto : RRI

    Prabowo Umumkan Kenaikan Kesejahteraan Guru Tahun Depan

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar gembira terkait kesejahteraan guru dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024, Kamis (28/11/2024) di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN, dipastikan meningkat secara signifikan mulai tahun 2025. “Kita telah meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan guru ASN yang berstatus PNS, PPPK, serta guru-guru non-ASN,” […]

  • Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Indrajaya

    Indrajaya Dukung Presiden Pecat Bupati Aceh Selatan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Indrajaya, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memberhentikan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, setelah diketahui berangkat umrah di tengah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Indrajaya menilai tindakan sang bupati sebagai bentuk kelalaian serius dan pelanggaran […]

  • Wakil Ketua DPP AMPI, Muhammad Arief Rosyid Hasan dalam acara Political Leadership Camp DPD Partai Golkar Semarang yang digelar di Hotel Kusma Bandungan Semarang, Sabtu (2/8).

    Arief Rosyid: Momentum Geopolitik Harus Dimanfaatkan Indonesia Dengan Maksimal

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SEMARANG, CUPLIKAN.CO.ID – Wakil Ketua DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Arief Rosyid Hasan, menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada pada momentum strategis dalam percaturan geopolitik dan geoekonomi global. Hal itu ia sampaikan dalam Political Leadership Camp DPD Partai Golkar Kota Semarang yang digelar di Hotel Kusma, Bandungan, Sabtu (2/8/2025). Arief menjelaskan bahwa sejumlah riset […]

  • Masyarakat sipil dan mahasiswa menggelar aksi demo menolak RUU TNI di depan Gedung Grahadj Surabaya saat Apel Operasi Ketupat 2025, Kamis (20/3/2025).

    Data Pribadi Mahasiswa UII Bocor Usai Gugat UU TNI!

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan keamanan data pribadi kembali mencuat usai tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) mengalami dugaan intimidasi setelah mengajukan uji formil Undang-Undang TNI ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ketiganya—Arung, Irsyad, dan Handika—menjadi sorotan setelah data pribadi mereka diduga disalahgunakan oleh pihak tak dikenal. Insiden ini bermula pada 18 Mei 2025 […]

expand_less