Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Adakah Partai “Tbk”?

Adakah Partai “Tbk”?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Nur Iswan * 

Jika ada pertanyaan survey, apakah ada Partai Politik yang sudah “tbk”? Pasti jawabannya: tergantung. Bahkan responden yang ditanya juga bingung dan garuk-garuk kepala.

Tulisan ini, sesungguhnya mengendap lama dalam pikiran. Dan siapa tahu bisa membantu kita memahami parpol. Syukur-syukur sebagai alat bantu dan memilah dan memilih partai.

Kenapa Parpol penting? Karena institusi ini yang memiliki kewenangan dalam mengirim kadernya ke legislatif dan eksekutif. Juga kemudian kader-kadernya tersebut bisa merekomendasikan dan memilih yudikatif.

Siapa yang memilih pimpinan KPU, KPK, KPPU, BPK, hingga MK dan lainnya? Parlemen, bukan? Opss, Parlemen dipilihkan oleh Pansel dulu. Siapa Pansel? Biasanya dipilih dan ditunjuk Presiden.

Dari mana salah satu sumber para Menteri? Partai. Siapa memilih Menteri? Presiden. Siapa Presiden, Politisi dari Partai atau setidaknya diusung Partai.

Nah, sengaja saya ingin menulisnya, karena diilhami juga oleh pernyataan Jokowi. Yang tiba-tiba melempar wacana. Ia sedang mematangkan Partai “Super Tbk”. Juga oleh desas-desus jika Anies akan membuat kendaraan politik juga.

Baiklah. Tiada mengapa. Negeri ini demokratis. Setiap orang boleh merencanakan skenario politik apapun. Memikirkan, mematangkan, dan melemparkan wacananya ke publik. Bahkan, jika suatu saat mendeklarasikannya. Monggo saja.

Tetapi, yang menarik adalah istilah “Tbk”-nya. Karena sejak dulu, saya mengibaratkan bahwa secara sederhana kita bisa menyebut partai itu dgn “Tbk” (terbuka) dan “Ttp” (tertutup).

Istilah “Tbk” sesungguhnya mengacu pada dunia bisnis dan pasar modal. Jika perusahaan sudah go public atau listing di Bursa maka dibelakang nama PT-nya ada “Tbk”.

Apa artinya Tbk, artinya PT ini sebagian atau mayoritas kepemilikan sahamnya sudah dimiliki publik. Tentu saja, sebelum dan sesudah proses IPO maka ia harus comply dengan aturan-aturan OJK dan BEI.

Kembali ke pertanyaan semula, dan dengan menggunakan analogi yang setidaknya sama dari sisi “kepemilikan saham”: adakah Parpol yang sudah benar-benar Tbk?

Jika ada, coba sebut Partai apa dan Partai Mana diantara 8 (delapan) Partai di Senayan itu yang sudah “Tbk”? Apakah semua Partai yang ada itu sudah milik publik? Atau milik anggota Partai?

Ataukah Partai-partai itu baru pada taraf semi-terbuka? Artinya, terbuka pada rekrutmen keanggotaan tapi tidak terbuka dalam pengelolaan dan kepemilikan. Atau terbatas hingga pada level tertentu tapi tidak terbuka pada puncak kepemilikan dan kepemimpinannya?

Jadi, kembali ke ide Jokowi yang ingin membuat partai terbuka yang konon milik anggota maka harus diuji oleh waktu. Apakah itu gimmick saja untuk sekedar menarik animo atau memang sungguh diikhtiarkan dan direalisasikan? Sehingga pada ujungnya, apakah kontrol penuh akan tetap ada di Jokowi dan diwariskan kepadq Keluarganya? Atau kontrol penuh ada di anggota?

Nah, sebenarnya, sejauh ini yang sudah relatif “Tbk” sepertinya hanya Golkar. Kenapa? Karena tak ada pemilik tunggal yang mayoritas mengontrol penuh. Para Elite Partai kuning ini, mungkin menggenggam “saham” atau “pengaruh” tapi sedikit saja. Hingga tak bisa total mayoritas mengontrol pengelolaannya.

Sebut saja misalnya, Akbar Tanjung. Aburizal Bakrie. Jusuf Kalla. Agung Laksono. Ginanjar Kartasasmita. Luhut BP. You name it. Tetap toh tokoh-tokoh ini tidak bisa mengontrol penuh. Semua tetap harus “berdiskusi” bersama. Terutama dan tentu saja dengan Ketum saat ini, Bahlil Lahadalia.

Itu pula yang membuat mesin Partai ini solid dan kuat. Ini salah satu kekuatan Partai ini. Karena kepemilikannya terbagi. Atau terdistribusi ke elite, sesepuh dan tokoh-tokohnya. Termasuk. Menyebar juga ke DPD propinsi dan kabupaten/kota. Bahkan menyebar ke anggota legislatif di setiap tingkatan.

Hanya saja, mungkin ada satu catatannya. Meski tersebar, tapi terbatas dan bertumpu pada yang memiliki posisi dan modal kuat. Jika belum punya posisi dan modal, harus bersabar sedikit. Tetap punya saham, tapi pasti pengaruhnya terbatas.

Nah, tentu saja selalu ada kekecualian. Artinya, jika ada sosok yang tidak punya posisi dan tiada modal tapi ia punya pengaruh politik kuat maka dapat dipastikan sosok seperti ini berarti pendekar politik yang sakti nan hebat. Dan itu pasti ada, bukan? (RED).

*Penulis adalah Senior Advisor INDOPOLICY

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti.

    PKS Tegaskan Komitmen Perkuat Koperasi Lewat RUU Baru

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk memperkuat koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pandangan fraksi disampaikan oleh Anggota Baleg DPR RI, Reni Astuti, dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan. Reni menekankan bahwa koperasi memiliki […]

  • Paus Fransiskus bersama penerusnya Robert Francis Prevost, kini Paus Leo XIV. Sumber foto : Vatican Media

    Ini Pidato Lengkap Paus Terpilih

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    VATIKAN, CUPLIKAN.CO.ID – Setelah masa sede vacante, dan proses konklaf telah usai ,Paus baru terpilih dini hari tadi waktu Indonesia. Dalam pidato pertamanya dari balkon Santo Petrus Basilika, Vatikan, tak lama usai terpilih menjadi penerus Paus Fransiskus, Kardinal Robert Francis Prevost menyampaikan pidato pertamanya. Paus Leo XIV menyapa umat beriman dan dunia dengan menyerukan perdamaian […]

  • Neng Eem

    Neng Eem Soroti Penolakan Rumah Sakit yang Tewaskan Ibu di Jayapura

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyampaikan keprihatinannya atas meninggalnya seorang ibu bernama Irene Sokoy dan bayi dalam kandungannya setelah diduga ditolak empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua. Ia menilai peristiwa tragis tersebut mencerminkan masih buruknya kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, terutama di kawasan […]

  • Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani dalam acara Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala BPH Migas untuk membahas progres dan evaluasi pelaksanaan program hingga Triwulan III 2024, serta program strategis tahun 2025 di Gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (18/11/2024) kemarin.

    Meitri Minta BPH Migas Tingkatkan Pengawasan Subsidi BBM

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, mengkritik maraknya penyelewengan BBM bersubsidi yang terjadi di daerah pemilihannya, Mojokerto, Jawa Timur. Meski aparat pernah menindak kasus tersebut, praktik penyelewengan kembali terulang, diduga oleh pelaku yang sama. “Berulangnya kasus penyelewengan BBM bersubsidi ini menyebabkan subsidi tidak tepat sasaran. Masyarakat kecil yang seharusnya dapat […]

  • Putin

    Putin Keluarkan Peringatan Nuklir ke Barat Terkait Serangan Ukraina

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MOSKOW, CUPLIKAN.CO.ID – Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Rabu (25/9), memperingatkan Barat bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir jika diserang dengan rudal konvensional. Ia juga menegaskan bahwa Moskow akan menganggap serangan terhadap Rusia yang didukung oleh kekuatan nuklir sebagai serangan gabungan. Putin mengumumkan perubahan dalam doktrin nuklir resmi Rusia sebagai tanggapan terhadap perdebatan di Amerika […]

  • Rahayu Tidar

    Usai Mundur Dari DPR, Rahayu Saraswati Tegaskan Terus Berjuang

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Keputusan mengejutkan datang dari politisi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang resmi mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI. Namun, Rahayu menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah akhir dari perjuangannya. Dalam video pernyataannya, Rahayu menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan kontroversial yang viral di media sosial. Ia menegaskan tidak pernah bermaksud meremehkan perjuangan masyarakat, khususnya […]

expand_less